Kota Tua Semarang

A people without the knowledge of their past history, origin and culture is like a tree without roots. Marcus Garvey

IMG_6970 copy

Sekitar beberapa minggu yang lalu, saya dan mbak Enda mengunjungi sahabat kami Wara yang tinggal di Semarang. Sebenarnya rencana awal mau servis laptop, tapi karena tidak dapat balasan dari teman, akhirnya kami mengunjungi beberapa tempat menarik di Semarang. Salah satunya adalah kawasan Kota Tua.

Kawasan kota tua Semarang dulunya merupakan pusat perdagangan pada masa kolonial Belanda. Bangunan yang khas dan atmosfer kota tua pagi itu membuatku terbuai dan membayangkan berada di dalam masa penjajahan Belanda di kala itu. Di kawasan Kota Tua Semarang terdapat banyak bangunan yang sampai sekarang masih berdiri dengan kokoh.Β Banyak bangunan yang ditinggalkan oleh pemiliknya dan banyak juga bangunan yang telah di alih fungsikan sebagai restoran atau kantor, antara lain :

GEDUNG MARBA

IMG_7037 copy

Siapa sangka ternyata MARBA merupakan singkatan dari kata MARTA BADJUNET. Seorang saudagar kaya dari Yaman yang memprakarsai didirikannya bangunan ini. Saat ini gedung Marba di jadikan sebagai kantor Advokat Adi Prakoso.

GEREJA BLENDUK

IMG_7118 copy

Merupakan Gereja Kristen yang masih sering dipakai untuk kebaktian hingga saat ini. Dinamakan Gereja Blenduk karena memiliki kubah di bagian atas bangunan gereja. Kita bisa masuk ke gereja untuk melihat indahnya interior gereja. Kami tidak sempat masuk ke dalam, tetapi sekitar 4 tahun yang lalu saya pernah masuk dan benar-benar mengagumi interiornya. Tiket masuk sekitar 10.000,-

IMG_7137 copy

Selain 2 bangunan itu ada lagi bangunan tua yang sekarang di gunakan sebagai restoran Ikan Bakar Cianjur. Sayang sewaktu kami kesana masih tutup. Mungkin terlalu pagi kami datang.

IMG_7082 copy

Tepat di samping gereja Blenduk terdapat Taman Srigunting, Di beberapa sudut taman terdapat sepeda tua dan becak atau kendaraan jaman dahulu dimana kita bisa berfoto dengan membayar seiklasnya.

IMG_8003 copy

Ada lagi satu spot yang sering dikunjungi wisatawan dan lokasi tidak begitu jauh dari Gereja Blenduk. Akar dari pohon beringin hampir menutupi seluruh bagian dinding bangunan tersebut. Entah sudah berapa puluh tahun pohon ini hidup. Sekilas memang nampak mengerikan, namun karena banyak sekali pengunjung, kami harus antri untuk berfoto di tempat ini.

IMG_8032 copy

Semakin siang, kota Semarang semakin panas. Akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi Museum 3D Semarang. Di sepanjang perjalanan terdapat beberapa mural yang sempat saya foto.

IMG_8036 copy

Advertisements

Menunggu Sunrise di Punthuk Gupakan – Magelang

Bangun pukul 4 pagi, barang sudah saya siapkan malam sebelumnya. Mandi,,,??Nanti saja kalau sudah pulang πŸ˜‚. Kemudian saya menikmati secangkir teh sambil menunggu teman datang untuk menjemput. 

Tidak lama berselang mas Hanes datang dan kami langsung menuju ke salah satu punthuk untuk melihat sunrise. 

Punthuk Gupakan merupakan salah satu diantara banyaknya punthuk-punthuk yang ada di sekitar candi Borobudur. Di Punthuk ini kita bisa menikmati sunrise dengan pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu dan tentu saja candi Borobudur yang berselimut kabut. 

img_4080-copy

Pagi itu kurang beruntung. Langit mendung dan kami tidak bisa mendapatkan foto bagus saat matahari terbit. Namun melihat kabut yang perlahan menghilang sambil menikmati secangkir kopi dan bercerita, bertukar pengalaman dengan hal – hal berbau fotografi dan bercanda merupakan kegiatan yang seharusnya sering dilakukan. Biar tidak bosan dengan hal monoton yang sering dilakukan di tempat kerja. 

img_4024-copy

Tiket masuk Rp. 5.000/orang sedangkan biaya parkir sepeda motor Rp. 2.000. Lokasi agak tersembunyi dan kita masih harus berjalan sebentar untuk naik ke punthuk. Untuk kopi juga masih murah Rp. 2.000 saja. 

img_4043

Karena cuaca mendung saya sibuk selfie sendiri sementara mas Hanes memperhatikan saya dari jauh sambil ketawa-ketiwi sendiri, sebelum akhirnya saya berkeliling dan mengambil foto pemandangan sekitar. 

img_4114-copy

Punthuk Gupakan ini terletak di puncak Kendil. Sudah ada beberapa rumah Pohon yang bisa kita naiki untuk melihat pemandangan alam sekitar. 

Selain Punthuk Gupakan, ada beberapa punthuk lain yang bisa kita kunjungi, seperti : 

  • Punthuk Setumbu
  • Punthuk Sukmojoyo
  • Punthuk Mongkrong
  • Punthuk Barede

Setelah pulang dari Punthuk, kami mampir makan Soto Ayam di depan Lapangan Sawitan. 

 

BERKELILING PULAU & SNORKELING DI NUSA LEMBONGAN

Buka-buka hardisk, terus nemu foto liburan sewaktu tahun baru 2013 di Nusa Lembongan, Bali. Dan tiba-tiba pengen banget liburan ke sana lagi πŸ˜₯ Bawaanya Baper kalau masih banyak pekerjaan terus nemu foto-foto liburan πŸ˜€
IMG_3258

Berangkat ke Nusa Lembongan dari Sanur dengan Kapal cepat. Tapi lupa berapa biaya saat itu. Kayaknya dulu dapet harga mahal untuk sekali jalan :/ kebiasaan kalau pergi sama Michal, pasti dapet harga mahal (Seperti pas ke Bali Bird Park, mosok aku di kasi harga turis, padahal kan aku orang Indonesia. Protes deh, terus Petugas bilang kalau dia mikirnya aku ini dari Kamboja :O).

IMG_3343

Bulan Desember cuaca buruk, ombak besar. Hujan hampir setiap sore. Jadi setelah berada di Nusa Lembongan pun hanya berada di sekitar hotel saja. Kami menginap di El Chiringuito, Nusa Lembongan selama beberapa hari.  El Chiringuito merupakan hotel kesukaan saya sepanjang traveling di Bali. Terletak paling ujung. Sangat Sepi dan dekat dengan hutan mangrove. Snorkeling dengan menyewa kapal hanya membayar 250,000 saja ( harga mungkin berubah sekarang). Ketika berada di Nusa Lembongan, kami lebih suka makan di Hotel karena ibu-ibu yang bekerja disana enak banget masakannya. Tapi, kabar duka datang setelah beberapa hari kami tinggal di Nusa Lembongan. Ibu-ibu yang bekerja di hotel, yang pandai memasak meninggal 😦 Betapa sedihnya kami! Karena pegawai hotel juga hanya beberapa & masih kerabat dekat. Jadi setiap pagi, hotel sebelah yang menyiapkan sarapan buat kami, karena memang tidak ada staff yang di hotel.

***

Selama di Nusa Lembongan, kami menyewa sepeda motor daengan harga 50,000/hari dan berkeliling pulau. Menyebrangi jembatan penghubung ke Nusa Ceningan. Dan menikmati pemandangan Blue Lagoon Cliff Jump sambil lihat orang bernyali tinggi melompat ke laut πŸ˜€ aku lihat aja, ombaknya gede banget sih, terus kayaknya dalem gitu πŸ˜€
Dari sini kita juga bisa melihat peselancar.

IMG_3559

Ketika mengelilingi Pulau Nusa Lembongan kalian akan sampai di bukit dimana kalian bisa melihat rumah warga/ hotel dan lautan lepas.

IMG_3729

Ada beberapa tempat yang kami kunjungi, yang nantinya akan aku tulis di blog selanjutnya. Kalau di tulis disini kepanjangen πŸ˜›

4 hal yang kami lakukan di SAMARINDA

Samarinda : merupakan tempat pemberhentian sebelum melanjutkan perjalanan menyusuri sungai Mahakam. Di Samarinda kami tinggal di Hotel Amaris yang terletak di Jl. Dokter Sutomo No.75. Kami menyempatkan diri untuk mengunjungi beberapa tempat di Samarinda, antara lain ;

1. Pasar Segiri

Berlokasi tidak jauh dari hotel, jadi kami tinggal jalan kaki saja. Pasar Segiri lumayan bersih. Namun ada juga beberapa sudut yang becek sekali. Disini banyak orang yang sedang bekerja, jadi – bagi kalian yang suka foto human interest, wajib datang kesini. Apalagi orang disini ramah-ramah.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

IMG_0993 copy

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

2. Desa Wisata Dayak Pampang

Menuju ke Lokasi Desa Wisata dayak Pampang sangat mudah. Kalian cukup naik Angkot berwarna kuning di dekat pasar Segiri. Jika tidak banyak penumpang, mereka pasti mau mengantarkan kalian sampai desa Pampang. Namun, jika kalian tidak seberuntung kami, kalian hanya bisa turun di persimpangan. Untuk menuju desa – kalian bisa pergi dengan ojek. Tukang ojek biasanya sudah stand bye di persimpangan. Namun jika tidak ada, kalian bisa bertanya pemilik warung di persimpangan tersebut – dia akan memberi tahu rumah tukang ojeknya. Tarif Ojek 15.000/sekali jalan. Kalian juga bisa menyewa mobil dengan tarif sekitar 500.000/hari.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

3. Belanja Oleh-Oleh di Pasar Citra Niaga

Disini banyak sekali oleh-oleh yang dijual sangat murah. Setiap kali beli oleh-oleh pasti selalu khilaf dan kebanyakan. Jadi harus kirim pulang lewat Pos πŸ˜€

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

IMG_0552 copy

4. Berjalan-jalan di tepian sungai Mahakam

Kejadian lucu dan melelahkan terjadi ketika kami selesai berbelanja di pasar pagi. Dengan semangat kami berjalan menuju sebuah Restaurant yang kami temukan dari forsquare :/ setelah berjalan jauh,,, jauhh,,, jauhh,,,, ternyata restaurant yang ada di Forsquare hanyalah fiktif belaka πŸ˜€Β  Balik lagi deh ke pasar Pagi dan makan di KFC dengan menu andalan Yakiniku rice! Namun ketika dalam misi pencarian restaurant fiktif tadi, kami berjalan di sepanjang tepian sungai Mahakam. Disini, kalian bisa melihat aktifitas warga dengan kapal mereka. Kalian juga bisa menyewa kapal untuk menyebrangi sungai ini.

IMG_0607 copy

Nah, itulah hal-hal yang sempat kami lakukan di Samarinda. Sebenarnya ada banyak hal yang bisa dilakukan, namun karena keterbatasan waktu dan minimnya informasi yang kami dapat – jadi kami menggunakan sebagian besar waktu kami di Hotel untuk bekerja πŸ˜›

POSTCARD GALLERY

Postcard for sale!

Harga 20.000/ 5pcs Free Ongkir seluruh Indonesia πŸ™‚
Untuk gambar lebih banyak bisa dilihat di Instagram saya > @sunshine.ku
https://instagram.com/sunshine.ku

shipping worldwide ❀ ❀

#KirimTemanku : merupakan program dimana dengan Rp.10.000,- saja maka Kartu Post akan dikirimkan langsung ke sahabat kalian di seluruh Indonesia tanpa ada tambahan ongkos kirim lagi. Jadi kalian tinggal bayar dan mengirimkan rincian alamat dan ucapan melalui SMS/WA ke 081 391 422 666.

Nb : Kamu juga bisa bikin kartu pos dengan gambar yang kamu punya πŸ™‚ Info lebih lanjut hubungi nomor di atas!

Pembayaran untuk program #KirimTemanku bisa melalui Transfer Bank, Transfer Pulsa atau Bitcoin!

1 4

Β Β Β  7 8 9

10

11Β  13

14 15

16 17

18 19 20

21 22

23 246

26

28 370799-1024x640 copy

oke

Muara Ohong dan Bangau Tong – tong (Mahakam – stage 3)


Kapal meninggalkan Tanjung Isuy, rasanya sedih karena kami hanya tinggal satu hari saja di tempat yang sangat nyaman, tenang dan dengan penduduknya yang ramah. Terlebih lagi koneksi internet di Tanjung Isuy sangat cepat, cocok sekali sebagai tempat untuk bekerja πŸ˜€

Suasana sangat sepi ketika memasuki desa Muara Ohong, tidak tampak kapal nelayan berlalu-lalang seperti di desa sebelumnya. Muara Ohong ini masih termasuk dalam kawasan Kecamatan Jempang – Kutai Kartanegara.
IMG_1801 copy

Seperti yang telah saya ceritakan sebelumnya, Muara Ohong ini merupakan desa yang terkenal dengan Bangau Tong-tong yang melindungi rumah mereka. Awalnya saya berfikir bahwa Bangau tersebut tinggal bebas, namun saya melihat kaki mereka di ikat agar mereka tidak terbang/ pergi. Bangau Tong – tong ini akan mengeluarkan suara yang sangat keras jika ada hewan atau orang mendekat. Bisa sebagai tanda juga bagi pemilik rumah jika ada hewan liar/ orang asing / bisa juga penjahat yang datang mendekati rumah mereka.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Muara Ohong merupakan desa yang sangat menakjubkan. Ingin rasanya saya memiliki rumah disini πŸ˜‰

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ketika berada di penghujung desa, kapal kami harus berhenti karena ada banyak sekali Eceng Gondok, nampaknya penduduk sedang berusaha membersihkan eceng Gondok yang mengalir di sepanjang sungai. Jadi, kamipun menunggu.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sewaktu menunggu, kami berhenti di depan warung dimana ada beberapa penduduk yang sedang berkumpul. Rupanya mereka sedang membersihkan ikan. Jenis ikan yang mereka tangkap adalah ikan Gabus. Ikan ini nantinya akan di jual. Ikan Gabus merupakan salah satu mata pencaharian mereka. Di pinggir sungai juga terdapat keramba. Mungkin tempat itu adalah tempat mereka berternak ikan Gabus.

***

Ternyata karena saking banyaknya Eceng Gondok, maka kamipun disuruh untuk memutar arah. Tujuan kami berikutnya adalah Muara Pahu. Menuju Muara Pahu nanti, kami akan melewati sungai kecil yang panjang sambil mengamati satwa kembali. Dan sore itu juga merupakan hari terakhir trip kami bersama Pak Udin.

Indahnya Pantai Maluk – Sumbawa Barat

Pantai Maluk (*namanya mirip sebuah judul lagu ya “Maluk Tuhan yang paling seksi” πŸ˜€ hehehe,,,) merupakan pantai yang terletak di desa Maluk, Kecamatan Jereweh, Sumbawa Barat. Pantai ini merupakan tujuan kami pertama kali setelah kami menyebrangi Selat Lombok. Pantai berpasir putih dengan airnya yang berwarna biru cerah benar-benar menggoda saya untuk segera berenang bersama ombak meskipun saat itu cuaca panas sekali.
IMG_5227 copy Terdapat food court yang berlokasi di tepi pantai, mereka menjual berbagai macam masakan khas Sumbawa dan juga seafood! Food court lebih tertata rapi dan bersih, jadi sangat nyaman untuk makan di tempat tersebut.

IMG_5270 copy

Terdapat penangkaran penyu juga lho, tapi saya tidak sempat mengunjungi penangkaran penyu tersebut, hanya lewat saja.

Pantai di Sumbawa barat masih sepi, dan pantainya sangat bersih. Pantai ini sebenarnya jauh lebih cantik dari beberapa pantai yang terdapat di Bali. Semoga saja setelah banyak wisatawan yang datang pantai ini tetap bersih. Karena biasanya banyak sekali wisatawan yang tidak bertanggung jawab dengan membuang sampah di sepanjang pantai.