Borobudur Silver : “Jual Perak Berkualitas Magelang”

Borobudur Silver merupakan salah satu tempat yang masih berjaya hingga saat ini dalam mengolah dan menjual barang kerajinan dan perhiasan dari perak. Sampai sekarang perhiasan perak masih sangat diminati oleh wisatawan lokal maupun wisatawan asing.

Borobudur Silver yang berpusat di Jln. Menteri Supeno no. 41 Yogyakarta ini berdiri sejak tahun 1989. Saat ini memiliki cabang di JL Borobudur Km. 2,5 Mungkid, Pabelan, Magelang.

IMG_3524 copy

Ketika mengunjungi Borobudur Silver, kita bisa melihat workshop dimana pengrajin sedang membuat perhiasan dari perak. Proses yang menghabiskan waktu cukup lama. Membutuhkan ketelatenan dan kesabaran agar perhiasan yang di buat memiliki kualitas yang tinggi. Seperti yang kita tahu Borobudur Silver memang selalu mengutamakan kualitas dalam setiap perhiasan yang dibuat.

Tidak heran jika Borobudur Silver menyabet berbagai macam penghargaan seperti Grand award for Jewelry IGDS (2002), IGDS Awards (2003 – 2005), Best Design Dewam Kerajinan Nasional (2006), Merit Award Top 10 Jewelry HongKong (2006), Best Contemporary Jewelry Indonesia (2006), Gold Awards IGDS 2007, Live Broadcast with Jupiter TV – Tokyo (2007), dan masih banyak lagi.

IMG_3538 copy

Memasuki workshop dan melihat pengrajin yang cukup terampil membuat perhiasan dengan cantik menjadikan saya ingin sekali membuat perhiasaan sendiri seperti yang mereka lakukan.

IMG_3552 copy

Setelah puas melihat pengrajin dengan segala kesibukan mereka, saatnya untuk mengexplore ke dalam art shop. Terdapat banyak sekali perhiasan dan barang kerajinan dengan harga murah hingga teramat sangat mahal sekali. Berikut ini foto – foto yang sempat saya ambil saat berkeliling ke dalam toko.

IMG_3559 copy

IMG_3576 copy

IMG_3578 copy

IMG_3577 copy

IMG_3560 copy

IMG_3570 copy

Meskipun hanya sebentar saya mengunjungi Borobudur Silver, namun saya mendapatkan banyak ilmu mengenai perhiasan perak yang tidak pernah saya ketahui sebelumnya.

IMG_3581 copy

Bagi Pecinta Kopi, di Borobudur Silver juga menjual Kopi Hibo yang rasanya sangat nikmat. Merupakan 100% kopi organik Arabika asli Papua yang ditanam di ketinggian 2000m dari permukaan laut. Kopi bebas dari segala macam pestisida dan tinggi akan zat anti oksidan. Meskipun kopi hitam – namun kopi ini memiliki kadar kafein dan keasaman yang rendah, jadi aman untuk lambung. Harga untuk 200g kopi Hibo sekitar 160.000. Harga yang sangat murah bagi pecinta kopi!

Alamat :

BOROBUDUR SILVER

JL Borobudur, Km. 2, 5 Mungkid, Pabelan, Magelang, Jawa Tengah 56512

(0293) 789322

Advertisements

Sahabatku, Sosok Kesayangan di Balik Indahnya Foto-Fotoku

Hujan deras sekali malam ini, sinyal internet yang mendadak hilang membuatku berhenti dari sibuknya pekerjaanku. Aku lihat jam, masih pukul 8 malam rupanya. Ku beranjak dari kursi dan menuju dapur untuk membuat secangkir kopi. Kemudian aku kembali ke meja kerja dan membuka beberapa folder foto yang tersimpan rapi di hardisk lama yang memang tidak pernah lagi aku buka. Kutelusuri folder demi folder dan menemukan foto tahun 2012  saat pertama kali berlibur bersama sahabatku di Lawang Sewu – Semarang.

IMG_6115 copy

Namanya Endah, meskipun usia hanya berbeda beberapa hari, namun sebagai orang Jawa aku tetap memanggilnya dengan sebutan mbak. Dia adalah seorang yang sangat ceria, tangguh, tapi tidak jarang dia terlarut dalam masalah yang membutuhkan beberapa waktu untuk menyelesaikannya. Namun ibarat mentari saat musim hujan. Ia tetap bersinar meskipun bumi berselimut mendung. Ia tetap tegar dan selalu menampilkan wajah cerianya meskipun aku tahu tidak pernah mudah bagi dia dalam menghadapi masalahnya.

IMG_2779 copy

Kami bertemu pertama kali di Yogyakarta, kebetulan dia adalah rekan kerja satu kantor saat itu. Dulu sewaktu masih kerja satu kantor kami tidak dekat. Barulah setelah dia pindah kerja, kami menjadi sangat akrab. Kami sering bertemu dan berlibur bersama.

Kami memang memiliki pebedaan keyakinan, namun dengan perbedaan itu mengajarkan kami untuk saling menghargai dan menghormati. Aku tidak pernah memiliki sahabat yang sangat mengerti aku sepenuhnya seperti dia, itulah sebabnya aku selalu berusaha selalu ada untuk dia karena aku tidak ingin kehilangan sahabat yang sangat aku sayangi.

Kami memiliki hobi yang sama, yaitu dalam bidang fotografi. Bisa dibilang skill dia jauh-jauh di atasku, hampir setiap berlibur kemanapun, memory kamera pasti penuh dengan ratusan foto-foto narsisku dan semua hasil foto yang dia ambil sangat bagus sekali.

Tapi sayang mbak Endah tidak memiliki kamera. Selama ini kami travelling hanya menggunakan satu kamera dan kamera tersebut adalah kamera milikku. Terkadang ketika aku sibuk mengambil foto, dia harus menungguku lama sekali. Seandainya saja dia memiliki kamera, dia pasti tidak akan bosan menunggu sendirian karena dia bisa mengexplore setiap sudut tempat wisata dengan kameranya.

Mbak Endah adalah orang yang sangat sederhana. Ingin sekali aku memberikan kamera mirrorless seperti yang selama ini dia bicarakan dengan mata berbinar,,, aku tahu betapa dia ingin sekali memiliki kamera itu. Seandainya aku memiliki rejeki berlimpah, sudah pasti aku memberikan Kamera Fujifilm X-A2 yang dijual di Elevenia http://m.elevenia.co.id/product/getProductDetail.do?prdNo=18607573

ELEVENIA

Kamera dengan design minimalis dan memiliki segudang kelebihan ini sangat cocok untuknya. Ukuran yang lebih kecil dari kamera DSLR tidak memakan  banyak tempat jika masukkan dalam ransel. Apalagi postur tubuh Mbak Endah yang mungil, dengan kamera mirrorless yang ringan tidak menambah berat tas ranselnya saat travelling.

Berikut ini adalah foto-foto yang mbak Endah ambil.

This slideshow requires JavaScript.

Aku selalu bersyukur memiliki mbak Endah sebagai sahabatku. Meskipun suatu saat nanti aku pasti menikah dan tinggal sangat jauh dari Mbak Endah tapi aku selalu berharap persahabatan kami akan tetap abadi. Hingga rambut hitam kami memutih dan wajah mulus kami berkeriput.

Tuhan memang tidak pernah memberiku kakak atau adik kandung perempuan, tapi aku percaya bahwa Mbak Endah dikirimkan Tuhan bukan hanya sebagai sahabat tapi juga saudara.

Mbak Endah, thank you for being my unbiological sister ♡♡♡

Kota Tua Semarang

A people without the knowledge of their past history, origin and culture is like a tree without roots. Marcus Garvey

IMG_6970 copy

Sekitar beberapa minggu yang lalu, saya dan mbak Enda mengunjungi sahabat kami Wara yang tinggal di Semarang. Sebenarnya rencana awal mau servis laptop, tapi karena tidak dapat balasan dari teman, akhirnya kami mengunjungi beberapa tempat menarik di Semarang. Salah satunya adalah kawasan Kota Tua.

Kawasan kota tua Semarang dulunya merupakan pusat perdagangan pada masa kolonial Belanda. Bangunan yang khas dan atmosfer kota tua pagi itu membuatku terbuai dan membayangkan berada di dalam masa penjajahan Belanda di kala itu. Di kawasan Kota Tua Semarang terdapat banyak bangunan yang sampai sekarang masih berdiri dengan kokoh. Banyak bangunan yang ditinggalkan oleh pemiliknya dan banyak juga bangunan yang telah di alih fungsikan sebagai restoran atau kantor, antara lain :

GEDUNG MARBA

IMG_7037 copy

Siapa sangka ternyata MARBA merupakan singkatan dari kata MARTA BADJUNET. Seorang saudagar kaya dari Yaman yang memprakarsai didirikannya bangunan ini. Saat ini gedung Marba di jadikan sebagai kantor Advokat Adi Prakoso.

GEREJA BLENDUK

IMG_7118 copy

Merupakan Gereja Kristen yang masih sering dipakai untuk kebaktian hingga saat ini. Dinamakan Gereja Blenduk karena memiliki kubah di bagian atas bangunan gereja. Kita bisa masuk ke gereja untuk melihat indahnya interior gereja. Kami tidak sempat masuk ke dalam, tetapi sekitar 4 tahun yang lalu saya pernah masuk dan benar-benar mengagumi interiornya. Tiket masuk sekitar 10.000,-

IMG_7137 copy

Selain 2 bangunan itu ada lagi bangunan tua yang sekarang di gunakan sebagai restoran Ikan Bakar Cianjur. Sayang sewaktu kami kesana masih tutup. Mungkin terlalu pagi kami datang.

IMG_7082 copy

Tepat di samping gereja Blenduk terdapat Taman Srigunting, Di beberapa sudut taman terdapat sepeda tua dan becak atau kendaraan jaman dahulu dimana kita bisa berfoto dengan membayar seiklasnya.

IMG_8003 copy

Ada lagi satu spot yang sering dikunjungi wisatawan dan lokasi tidak begitu jauh dari Gereja Blenduk. Akar dari pohon beringin hampir menutupi seluruh bagian dinding bangunan tersebut. Entah sudah berapa puluh tahun pohon ini hidup. Sekilas memang nampak mengerikan, namun karena banyak sekali pengunjung, kami harus antri untuk berfoto di tempat ini.

IMG_8032 copy

Semakin siang, kota Semarang semakin panas. Akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi Museum 3D Semarang. Di sepanjang perjalanan terdapat beberapa mural yang sempat saya foto.

IMG_8036 copy

One Day Trip : Komodo island!

Selama kami tinggal di Pulau Kanawa, kami memutuskan untuk membeli paket wisata mengunjungi pulau Komodo yang dijual di Hotel. Kami berangkat sekitar pukul 10 pagi.

IMG_0921 copy

Perjalanan sekitar satu jam. Sesampainya di Pulau Komodo, kami membeli tiket masuk. Untuk bertemu dengan Komodo, kami harus melakukan trekking yang dipandu oleh guide ke dalam Pulau. Ada 3 pilihan trekking yang bisa kita pilih yaitu Short, Medium dan Long trekking. Karena saat itu cuaca sangat panas dan nampaknya michal sangat khawatir kalau saya tidak mampu trekking di pulau Komodo ini – jadilah dia memilih short trekking.

IMG_6065 copy

Baru sesaat setelah memasuki hutan, kami bertemu dengan Komodo yang sedang beristirahat di bawah pohon. Saat siang hari Komodo memang tidak banyak beraktifitas.

IMG_6061 copy

Bagi wanita yang sedang datang bulan tidak diperbolehkan mengunjungi Pulau ini. Kenapa? Karena Komodo ini bisa berubah agresif saat mencium bau darah. Komodo mampu mencium buruannya dalam jarak sekitar 9.5km.

IMG_6055 copy

Selain Komodo, ada berbagai hewan yang tinggal di Pulau ini, antara lain Rusa dan Babi Hutan. Saya melihat ada beberapa rusa yang terluka. Kemungkinan diserang oleh Komodo. Rasanya sedih melihat rusa rusa itu. Tapi mau bagaimana lagi, rantai kehidupan 🤐 (*sama seperti hidupku yang di rantai cintamu 😂 eyaaa….)

IMG_6071 copy

Memilih short trekking ini di luar dugaan kami, karena benar-benar short. Padahal energi masih penuh.

IMG_6086 copy

Di Pos akhir terdapat dapur dan banyak Komodo yang beristirahat di bawah bangunan dapur. Rupanya komodo datang ke area dapur karena mencium aroma masakan yang setiap hari di masak oleh ranger. Setelah selesai di pulau Komodo. Kami melanjutkan snorkeling di Manta Point kemudian kembali ke Pulau Kanawa.

Informasi :

+ Dulu ketika kami membeli trip dari pulau Kanawa, kami membayar sekitar 800rb/ kapal – sekarang harga mungkin berubah.

+ Jika kalian berada di Labuan Bajo, kalian bisa bergabung dengan turis lain untuk mengunjungi pulau komodo dan beberapa spot menarik lainnya. Harga pastinya juga lebih murah. Kalian juga bisa memilih paket bermalam di kapal. Biasanya sudah termasuk makan.

+ Untuk mendapatkan harga sewa kapal lebih murah, kalian bisa menyewa kapal Nelayan di pelabuhan. Pastikan kapal memiliki life jacket dan dalam kondisi yang bagus.

Pulau Kanawa  

Cuaca siang itu sangat terik, kami yang baru tiba di kantor penjualan tempat meeting point keberangkatan ke Pulau Kanawa langsung memarkir sepeda motor di pojok teras kantor. Sepeda motor akan tetap berada di sana selama beberapa hari kedepan. Sudah banyak turis asing yang berkumpul menunggu keberangkatan. Setelah sekitar 10 menit saya dan Michal menunggu, akhirnya kami berangkat.

Perjalanan dengan kapal sekitar 2 jam. Membayangkan 2 jam berada di kapal pasti sangat membosankan, namun ternyata tidak karena siang itu cuaca yang cerah dan ombak tenang membuat kami dapat menikmati indahnya pemandangan selama perjalanan. Mulai dari pulau yang rumputnya mulai kering karena musim kemarau, desa apung di tepian pulau, hingga ikan kecil yang terkadang terlihat melompat-lompat dari kedalaman laut. Suara bising kapal dan canda-an anak buah kapal semakin mewarnai perjalanan kami.

IMG_0887 copy

Akhirnya tibalah kami di Pulau Kanawa. Saat kapal perlahan mendekati pulau, sudah terlihat jernihnya air dan lincahnya ikan yang berenang di antara batuan karang. Angin sejuk dari pulau membuat saya sangat tidak sabar untuk segera berenang dan berkeliling pulau.

img_6161-copy

Setelah registrasi di front office, salah satu staff mengantarkan kami menuju ke kamar. Kami menginap di bungalow yang terletak di ujung dengan fasilitas kamar yang standar. Tidak ada AC dan  saat itu listrik hanya tersedia malam hari saja. Di teras kamar terdapat satu hammock dan seperti biasa selalu menjadi rebutan antara saya dan michal 😂.

Sarapan pagi selalu di antar ke kamar dengan menu yang sama. Roti, scrambled Eggs, pisang dan secangkir kopi. 

THINGS TO DO IN KANAWA ISLAND

  • SNORKELING

Snorkeling merupakan hal nomor satu yang bisa di lakukan di pulau ini. Batuan karang yang cantik dan tidak rusak membuat kami betah berlama-lama menyelaminya. We don’t care really with our skin that getting burn day by day …. hehe

DSCN0461 copy

  • TREKKING 

Di pulau ini terdapat bukit dan kita bisa naik ke bukit ini untuk melihat pemandangan sekitar atau menikmati sunset. Sudah ada jalan yang menpermudah kita sampai di puncak. Sebenarnya untuk mencapai puncak bukit tidak lama, hanya saja cuaca panas dan jarang berolahraga membuat saya hampir mati 😖 (*lebay).  Di bukit ini juga terdapat beberapa kambing yang saya sendiri kurang tahu sebenarnya milik siapa mereka ini. Apakah kambing liar? Atau nungkin saja kambing-kambing ini milik penduduk Labuan Bajo yang dibiarkan hidup di pulau ini karena di sini banyak rumput. Jadi dibiarkanlah kambing-kambing merumput sendiri.

img_6202-copy

Di pulau ini juga menyewakan kamar tenda. Bisa dilihat di foto di atas. Kamar tenda ini jauh lebih murah dan menjadi pilihan backpacker. Entah sekarang masih ada tidak untuk tipe kamar ini di Kanawa. 

img_6217-copy

Saya termasuk beruntung karena cuaca saat berada di Kanawa sangat cerah dan memiliki kesempatan menikmati indahnya sunset dari bukit.

  •  TRIP KE PULAU KOMODO

Dari pulau Kanawa, kita juga bisa arange trip ke Pulau Komodo. Dan jarak tempuh juga tidak terlalu lama karena lokasi pulau ini tidak begitu jauh. Untuk trip ke Pulau Komodo dari pulau Kanawa bisa dibaca disini

***

Jadi itulah tiga hal yang bisa kita lakukan. Saat itu kami mengunjungi Pulau Kanawa tahun 2012 dan mungkin saja sekarang ada banyak aktivitas seru yang bisa di lakukan. Tahun 2015 yang lalu saat kami mengunjungi Flores, kami ingin sekali mengunjungi Pulau Kanawa lagi, namun karena terbatasnya waktu kami urungkan niat kami tersebut, meskipun kami sempat menelpon mereka untuk informasi harga kamar terbaru. Mereka mengatakan jika harga kamar 750rb namun beberapa saat yang lalu saya melihat di website mereka harga kamar 500rb. Untuk lebih pasti mengenai harga kamar teman-teman bisa menghubungi mereka di   http://www.kanawaresort.com/price-info/

Rasanya sedih ketika membaca beberapa review di tripadvisor yang mengatakan bahwa pulau ini tidak lagi seindah dulu dan kondisi kamar saat ini yang sangat buruk. 

Namun, terlepas dari semua itu – Pulau Kanawa masih tetap menjadi pulau yang saya sukai. Semoga suatu saat nanti memiliki kesempatan untuk mengunjungi tempat ini lagi. 

 

The Sweetest Escape “Gili Labak” – Sumenep

Saat pertama kali mendengar kata “Gili Labak” yang terpikirkan oleh saya adalah sebuah pulau yang terletak di Lombok. Ternyata saya salah dan yang  lebih mengejutkan lagi adalah pulau ini terletak tidak begitu jauh dari Pulau Madura. Gili Labak masuk dalam wilayah administratif Sumenep. Padahal tahun 2014, saya pernah mengelilingi Pulau Madura dan tinggal 2 malam di Sumenep. Namun tidak pernah tahu akan keberadaan pulau cantik ini.

img_1663-copy

Pertengahan Desember, saya mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi tempat ini dalam program eco wisata. Sebenarnya saya tidak memiliki kemampuan apa-apa soal pariwisata.  Jadi lebih tepatnya saya ikut hanya sebagai penggembira saja 😂. Berangkat ke Surabaya dari Denpasar. Karena kehabisan tiket pesawat, saya menggunakan transportasi bus dari terminal Ubung. Perjalanan sekitar 11 jam dan saya sudah di jemput di terminal bus Surabaya.

*** Ternyata terminal bus di Surabaya besar dan bagus. Maklum, jarang naik bus ***

MENUJU GILI LABAK

Pukul 4 pagi kami sudah berada di dalam mobil dan menuju ke Pelabuhan Tanjung, Sumenep. Kapal sudah menunggu kami di dermaga. Semua team memindahkan barang bawaan ke kapal dan berangkatlah kami. Perjalanan membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam. Ada alternatif lain yang bisa kita gunakan untuk menuju Gili Labak.

Dari Surabaya, kita menuju terminal Sumenep dan kemudian dilanjutkan dengan taksi / ojek hingga pelabuhan Kalianget. Sewa kapal untuk PP sekitar 500rb. Jadi lebih asik jika berangkat rame2. Tapi buat kalian yang males ribet, kalian bisa beli paket wisata ke Gii Labak dengan harga yang tidak begitu mahal. 

img_1085-copy

Gili Labak memiliki luas pulau sekitar 5 Ha dengan hamparan pasir putih lembut mengelilingi pulau. Kapal nelayan dengan warna dan detail yang cantik bersandar rapi di tepian pantai. Jernihnya air laut membuat saya tidak sabar untuk segera melompat dan mencari tau keindahan dibalik tenangnya ombak sore itu.

Di Gili Labak listrik hanya tersedia dari pukul 6 hingga 10 malam saja, terkadang jam 8 sudah mati. Sumber listrik dari mesin genset dan tidak semua penduduk memilikinya. Sumber Air tawar juga tidak ada, jadi penduduk menampung air hujan di ember-ember dan untuk memasak mereka harus pergi ke pulau terdekat untuk membeli air tawar. Selama 4 hari tinggal di Gili Labak, saya mandi air laut setiap hari. Rasanya betah sekali tinggal dengan keramahan dan kesederhanaan warga.

THINGS TO DO DI GILI LABAK

 Berkeliling Pulau

Gili Labak sepi saat hari biasa, jarang ada wisatawan yang datang dan biasanya ramai saat akhir pekan atau musim liburan. Berkeliling pulau membutuhkan waktu kurang dari satu jam.

img_1190-copy

 img_0918-copy

img_1220-copy

 Snorkeling

Cukup berenang sekitar 10 meter dari bibir pantai. Kita bisa menikmati keindahan terumbu karang dan berenang bersama ikan cantik. Sayangnya, banyak terumbu karang yang rusak. Kita juga bisa menyewa kapal nelayan dan mereka akan membawa kita ke beberapa spot yang bagus untuk snorkeling.

 OLYMPUS DIGITAL CAMERA

img_1617-copy

Selama di Gili Labak saya belajar bahasa Madura. Dan ada satu kata yang sampe sekarang tidak berhenti saya ucapkan yaitu kuk keng kuk = camilan 😅

Meskipun sekarang sudah tidak berada di Gili Labak. Saya masih sering merindukan pulau ini. Terlebih penduduknya yang sangat ramah. Bersyukur sekali saya memiliki kesempatan untuk mengunjungi pulau ini.

 Ill be back ..


Menunggu Sunrise di Punthuk Gupakan – Magelang

Bangun pukul 4 pagi, barang sudah saya siapkan malam sebelumnya. Mandi,,,??Nanti saja kalau sudah pulang 😂. Kemudian saya menikmati secangkir teh sambil menunggu teman datang untuk menjemput. 

Tidak lama berselang mas Hanes datang dan kami langsung menuju ke salah satu punthuk untuk melihat sunrise. 

Punthuk Gupakan merupakan salah satu diantara banyaknya punthuk-punthuk yang ada di sekitar candi Borobudur. Di Punthuk ini kita bisa menikmati sunrise dengan pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu dan tentu saja candi Borobudur yang berselimut kabut. 

img_4080-copy

Pagi itu kurang beruntung. Langit mendung dan kami tidak bisa mendapatkan foto bagus saat matahari terbit. Namun melihat kabut yang perlahan menghilang sambil menikmati secangkir kopi dan bercerita, bertukar pengalaman dengan hal – hal berbau fotografi dan bercanda merupakan kegiatan yang seharusnya sering dilakukan. Biar tidak bosan dengan hal monoton yang sering dilakukan di tempat kerja. 

img_4024-copy

Tiket masuk Rp. 5.000/orang sedangkan biaya parkir sepeda motor Rp. 2.000. Lokasi agak tersembunyi dan kita masih harus berjalan sebentar untuk naik ke punthuk. Untuk kopi juga masih murah Rp. 2.000 saja. 

img_4043

Karena cuaca mendung saya sibuk selfie sendiri sementara mas Hanes memperhatikan saya dari jauh sambil ketawa-ketiwi sendiri, sebelum akhirnya saya berkeliling dan mengambil foto pemandangan sekitar. 

img_4114-copy

Punthuk Gupakan ini terletak di puncak Kendil. Sudah ada beberapa rumah Pohon yang bisa kita naiki untuk melihat pemandangan alam sekitar. 

Selain Punthuk Gupakan, ada beberapa punthuk lain yang bisa kita kunjungi, seperti : 

  • Punthuk Setumbu
  • Punthuk Sukmojoyo
  • Punthuk Mongkrong
  • Punthuk Barede

Setelah pulang dari Punthuk, kami mampir makan Soto Ayam di depan Lapangan Sawitan. 

 

Dua Minggu di Derawan! Ngapain aja ???



… aku belajar bahwa kebahagiaan itu adalah hal yang sangat sederhana, namun sulit didapatkan. Tetapi di tempat ini, setiap hal yang terjadi, setiap sudut pulau ini selalu memberikanku kebahagiaan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERASore itu langit mendung perlahan menghilang, kapal dengan perlahan membawa kami menuju dermaga hotel tempat dimana kami akan menginap. Dengan mata berbinar aku mengamati penyu yang berenang bebas tanpa rasa takut di dekat dermaga. Pemandangan yang tidak pernah aku lihat sebelumnya. Segera setelah membayar kapal, kami bergegas menuju ke resepsionis untuk konfirmasi pemesanan yang telah kami lakukan melalui telepon satu hari sebelumnya. Perjalanan menuju Derawan lumayan melelahkan, jadi kami sangat ingin segera beristirahat.

Baca disini cara saya menuju ke Pulau Derawan.

BERKELILING PULAU TIDAK BUTUH WAKTU LAMA

Sebenarnya sewaktu di Pulau Derawan tidak banyak hal yang kami lakukan, hanya menghabiskan waktu untuk melakukan beberapa pekerjaan, snorkeling bersama penyu di dekat dermaga dan 2x island hopping ke Maratua, Sangalaki dan Kakaban. Jadi ketika kami bosan di Hotel – kami berdua pergi berkeliling pulau sambil makan siang di salah satu warung.

img_9930-copy

Pulau Derawan berukuran kecil, berkeliling pulau tidak membutuhkan waktu yang lama. Berjalan di sepanjang pantai dengan pasirnya yang putih dan riak ombak yang tenang membuatku merasakan kedamaian yang memang selalu aku cari ketika mengunjungi pantai. Ahh,,, pantai memang sumber kedamaian. Tak henti-hentinya aku mengambil foto keindahan pantai dari berbagai sudut, mengambil foto batuan karang dan kerang yang tergeletak di pantai, kapal nelayan bahkan kepiting pun tidak lepas dari sasaran tembak kameraku. Dalam waktu dua minggu, sudah ada sekitar 2300 foto yang aku ambil di tempat ini 😂😂😂.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

img_9826-copy

Di Pulau Derawan terdapat beberapa dermaga yang menjorok ke laut. Di tempat ini kita bisa mengamati penyu yang sedang mencari makan dan menghabiskan waktu bersama sahabat atau pacar saat senja tiba. Tempat ini juga merupakan salah satu tempat yang asik untuk foto narsiz 😜

img_0314-copy

Waktu kami mengunjungi pulau ini, tidak banyak wisatawan asing yang datang karena memang bukan high season. Jujur saja tidak murah dan mudah untuk berlibur ke tempat ini, terlebih bagi traveller yang berangkat sendiri dan tidak begitu suka bergabung dengan trip yang sudah banyak di jual oleh travel agent.

img_9894-copy

Tidak ada ATM saat itu. Minggu  pertama uang kami sudah hampir habis 😂. Untungnya masih memiliki sedikit uang asing sebagai back up. Jadi sambil menunggu teman kami datang membawakan bantuan, kami menukarkan uang di bank KalTim yang ada di Pulau ini.

 AKOMODASI DI PULAU DERAWAN

Dua Minggu di pulau Derawan, kami menginap di tiga penginapan yang berbeda. Hotel pertama yang kami tinggali selama beberapa hari pertama adalah :

Reza Homestay

Kami memesan kamar yang menghadap ke laut dengan fasilitas Ac dan Air Panas. Kopi, teh, gula dan termos berisi air panas selalu tersedia di meja depan kamar setiap hari. Sarapan pagi Roti isi coklat kacang dan terkadang Donat.

Tarif terbaru bisa kalian lihat http://derawanhomestay.com/Rooms.htm

Phone : 081347955950

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Hampir setiap hari dan tanpa rasa bosan kami menikmati secangkir kopi sambil melihat penyu berenang di bawah dermaga yang kami duduki. Tidak banyak yang menginap di hotel ini. Jadi berasa booking seluruh area hotel untuk diri sendiri 😂.

img_9979-copy

Barulah ketika weekend tiba, banyak wisatawan lokal yang datang dan di beberapa resort, mereka mengadakan acara hingga tengah malam. Suara music yang cukup kencang terdengar hampir di seluruh area pulau 😂

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Di dekat hotel memang tidak banyak terumbu karang, namun berenang bersama penyu yang berukuran besar merupakan pengalaman yang sangat – sangat menyenangkan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Hotel yang selanjutnya kami tinggali adalah

Mirroliz Pelangi Cottage

Warna – warni bangunan hotel sangat menarik perhatian saya saat pertama kali berjalan-jalan di dermaga utama pulau Derawan. Setetelah itu kami memutuskan menginap 3 hari di hotel ini. Karena lokasi yang tidak begitu jauh dari pelabuhan utama – suasana sekitar hotel ramai akan aktivitas nelayan dan kapal penumpang yang berlalu lalang.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Tarif hotel lebih mahal dari Reza homestay, namun kualitas hotel berbeda jauh. Kamar mandi sangat sempit dan shower sudah rusak. Tidak ada air panas. Pintu hotel juga rusak. Tapi mau bagaimana lagi, kami sudah terlanjur membayar untuk 3 hari kedepan. Dan bisa dipastikan kalau kami tidak akan extend 😂

Terlepas dari semua fasilitas yang kurang begitu memuaskan. Lingkungan yang lebih ramai menjadi hiburan tersendiri bagi saya.

img_0139-copy

Bagi pecinta foto human interest, tinggal di hotel ini bisa menjadi pilihan yang tepat. Karena setiap hari selalu ada aktivitas nelayan yang bisa kita abadikan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ada tempat bermain untuk anak-anak juga. Setiap pagi menu sarapan hampir sama seperti Reza homestay. Kue Donat dan Roti isi kacang coklat. Dari balconi kamar hotel, kita bisa melompat ke laut dan berenang  dengan penyu.

img_0113-copy

Selama tinggal di hotel ini, kami menyempatkan diri untuk berkeliling pulau mencari penginapan lebih bagus, yang nantinya akan kami tempati selama beberapa hari terakhir di Pulau Derawan sambil menunggu teman kami yang akan datang dan kemudian melanjutkan perjalanan kami ke Tarakan.

Phone : 081347315425

Derawan Beach Cafe and Resort

Kami memilih kamar persis di tepi pantai dengan fasilitas air panas dan Ac. Tarif saat itu sekitar 450rb sudah termasuk sarapan dengan menu yang berbeda dari 2 hotel sebelumnya. Di hotel ini ada pilihan menu seperti Nasi Goreng dan Mie Goreng.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Di hotel ini terdapat dermaga panjang dan di ujung dermaga kita bisa snorkeling. Selama saya berenang di beberapa tempat di Pulau Derawan, – tempat ini merupakan salah satu tempat yang bagus untuk snorkeling. Selain penyu, ada banyak terumbu karang dan berbagai macam ikan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Phone : 081346270001 

THINGS TO DO DI PULAU DERAWAN

Berkeliling pulau sambil mengabadikan keindahan pulau Derawan. Di pulau ini juga terdapat makam Saba’ani dan beberapa makam lain yang sayang untuk dilewatkan. Kisah menarik tentang siapa Saba’ani ini bisa kalian baca disini. Jika malas berjalan kaki, kalian bisa menyewa sepeda untuk berkeliling. Sepeda disewakan di dekat dermaga utama di Pulau Derawan.

Snorkeling dengan penyu adalah sebuah keharusan. Meskipun ukuran penyu ini besar namun mereka terkadang merasa terganggu dan selalu menghindar ketika kita mendekati mereka. Jadi usahakan berenang dengan jarak yang tidak terlalu dekat dan alangkah baiknya untuk tidak memegang penyu sekedar untuk narsiz agar mereka tidak ketakutan dan terganggu. 

Island hoping – dengan menyewa kapal dan kemudian mengunjungi :

Pulau Maratua : Melihat indahnya resort dengan jernihnya air laut yang tidak bosan untuk dipandang.

Pulau kakaban : Snorkeling di dekat pulau yang memiliki keindahan terumbu karang dan kemudian dilanjutkan Snorkeling bersama Ubur-ubur di Danau Kakaban.

Pulau Sangalaki : Melihat penangkaran penyu dan ketika laut pasang kita bisa snorkeling bersama Manta Ray

Kawasan Mangrove : Kita bisa mampir mengunjungi tempat ini setelah selesai trip 3 pulau.

Berenang bersama Hiu Paus – Betapa sedihnya kami karena saat itu kami kurang informasi mengenai hal ini. Jadi tidak sempat berenang bersama hiu Paus di perairan Derawan. mungkin lain kali.

Jadi, itulah hal yang bisa dilakukan di Derawan. Untuk cerita lebih lengkap mengenai island hoping. Kalian bisa membaca di post selanjutnya.

Dua minggu di Derawan itu waktu yang sangat sebentar. Rasanya ingin sekali kembali kesana, kembali kesana dan kembali lagi kesana. Keindahan Derawan memang tidak ada duanya!

 



Finaly, Saparua island here we come!!!

Sebenarnya salah satu alasan kami mengunjungi Pulau Saparua adalah karena kami tidak jadi mengunjungi Pulau Banda dikarenakan cuaca buruk. Akan menjadi momok bagi kami mengarungi lautan selama berjam-jam dengan hujan dan ombak besar (*don’t even want to imagine that). Saat itu juga maskapai Merpati yang melayani penerbangan ke Banda mulai berhenti beroperasi. Jadilah, kami mencari alternatif lain untuk mengobati rasa kecewa kami dengan mengunjungi pulau yang sekiranya dekat dengan pulau Seram dan tidak mengharuskan kami melakukan perjalanan dengan kapal dalam waktu yang lama. Akhirnya setelah bolak-balik setiap halaman di kitab Lonely Planet, saya menemukan informasi mengenai Saparua. Setelah itu kami mencari informasi mengenai things to do, how to get there and where to stay! Ya, bagi saya 3 hal itu adalah hal  paling utama yang benar2 harus saya persiapkan sebelum mengunjungi suatu tempat wisata. Setelah semua siap, kami check out dari hotel di Masohi dan menuju pelabuhan kapal.

island

Menuju Pulau Saparua menggunakan kepal cepat dari Pelabuhan kapal cepat Amahai. Lama perjalanan sekitar 2 jam. Sesampainya di Pelabuhan Saparua, sudah banyak sekali orang-orang berkumpul untuk menawarkan jasa angkut barang atau sekedar menjemput saudara mereka. Langit hari itu sangat cerah dan dari pelabuhan kami melanjutkan perjalanan menuju hotel Putih Lessi Indah. Dalam perjalanan kami berhenti sebentar karena saking takjubnya dengan hamparan pasir putih dan birunya lautan ditambah dengan langit yang cerah yang sudah lama tidak kami jumpai.

island6

Hotel Putih Lessi Indah merupakan salah satu hotel yang terletak sekitar 4km dari Pelabuhan Desa Kulur. Terletak persis di Bibir pantai menjadikan kami semakin betah tinggal disini. Dulu, sewaktu kami menginap tarif per malam sekitar 250.000/orang, sudah termasuk sarapan makan siang dan makan malam. Hal yang sangat saya sukai adalah sewaktu makan siang dan makan malam. Kami semua (*seluruh tamu) duduk di meja makan bersama layaknya keluarga. Berbagi makanan, bercanda dan bercerita banyak hal tentang apa yang di alami sewaktu liburan.

Di hotel ada satu hammock yang dikaitkan di pohon kelapa. Nah, ini tempat kesukaan mas Mike, kalau sudah pegang iPad dan ayun2. Sudah lupa dengan segalanya, termasuk saya 🤓. Jadi saya lebih memilih berjalan-jalan di sepanjang pantai daripada diam di kamar.

island4

Ketika air surut, batuan karang nampak di permukaan dan kalau kita tidak berhati-hati saat berjalan, bisa melukai kaki karena batuan karang disini cukup tajam.

img_5666-copyBanyak hewan-hewan kecil terjebak di lubang bebatuan, seperti ikan warna-warni, kepiting, udang dan belut putih ini 😍 it’s so amazing, i never seen this Animal before in my life,,, Aku tidak tahu jenis apa belut ini, tapi yang pasti disini ada banyak sekali.

island2

Bukan hanya berjalan-jalan di pantai saja, tapi saya juga berjalan-jalan di belakang hotel dan mengambil foto beberapa hewan ini.

island5

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Saat di pulau Saparua, kami mencoba untuk mencari pohon Pala karena saking penasaran dengan tanaman legendaris ini. Tapi kami tidak bisa menemukannya, barulah akhirnya setelah curhat dengan pemilik hotel,  dia memberi tahu bahwa ada pohon Pala di belakang hotel. (*Wew, udah capek muter2 pulau nyari pohon pala, eh ternyata di belakang ada,,,). Dan inilah bentuk buah Pala, masih muda, jadi belum bisa di petik dan di buka untuk cari tahu bagaimana isinya.

island3
Hari kedua dan seterusnya langit kembali mendung dan kemudian disusul dengan hujan deras. Begitu hujan berhenti kami langsung menggunakan kesempatan untuk snorkeling. Yeayy,,,

island7
Air yang begitu jernih, batuan karang dan ikan cantik membuatku terpesona, hingga lupa kalau sudah berenang terlalu jauh dari pantai. Ketika berenang saya merasakan air yang terkadang begitu hangat dan terkadang begitu dingin. Dan mungkin karena ini juga kamera bawah air saya berembun. Tidak bisa mengambil banyak foto karena hasilnya tidak bagus 😪

island8

Belum puas rasanya saat berenang belum bertemu dengan clown fish. Akhirnya saat berenang kembali menuju pantai saya menemukan mereka, hanya saja, kamera sudah tidak berfungsi dengan baik.

island9

Dan setelah snorkeling di Saparua, kamera underwater harus pensiun dini 😥.