Pulau Kanawa  

Cuaca siang itu sangat terik, kami yang baru tiba di kantor penjualan tempat meeting point keberangkatan ke Pulau Kanawa langsung memarkir sepeda motor di pojok teras kantor. Sepeda motor akan tetap berada di sana selama beberapa hari kedepan. Sudah banyak turis asing yang berkumpul menunggu keberangkatan. Setelah sekitar 10 menit saya dan Michal menunggu, akhirnya kami berangkat.

Perjalanan dengan kapal sekitar 2 jam. Membayangkan 2 jam berada di kapal pasti sangat membosankan, namun ternyata tidak karena siang itu cuaca yang cerah dan ombak tenang membuat kami dapat menikmati indahnya pemandangan selama perjalanan. Mulai dari pulau yang rumputnya mulai kering karena musim kemarau, desa apung di tepian pulau, hingga ikan kecil yang terkadang terlihat melompat-lompat dari kedalaman laut. Suara bising kapal dan canda-an anak buah kapal semakin mewarnai perjalanan kami.

IMG_0887 copy

Akhirnya tibalah kami di Pulau Kanawa. Saat kapal perlahan mendekati pulau, sudah terlihat jernihnya air dan lincahnya ikan yang berenang di antara batuan karang. Angin sejuk dari pulau membuat saya sangat tidak sabar untuk segera berenang dan berkeliling pulau.

img_6161-copy

Setelah registrasi di front office, salah satu staff mengantarkan kami menuju ke kamar. Kami menginap di bungalow yang terletak di ujung dengan fasilitas kamar yang standar. Tidak ada AC dan  saat itu listrik hanya tersedia malam hari saja. Di teras kamar terdapat satu hammock dan seperti biasa selalu menjadi rebutan antara saya dan michal 😂.

Sarapan pagi selalu di antar ke kamar dengan menu yang sama. Roti, scrambled Eggs, pisang dan secangkir kopi. 

THINGS TO DO IN KANAWA ISLAND

  • SNORKELING

Snorkeling merupakan hal nomor satu yang bisa di lakukan di pulau ini. Batuan karang yang cantik dan tidak rusak membuat kami betah berlama-lama menyelaminya. We don’t care really with our skin that getting burn day by day …. hehe

DSCN0461 copy

  • TREKKING 

Di pulau ini terdapat bukit dan kita bisa naik ke bukit ini untuk melihat pemandangan sekitar atau menikmati sunset. Sudah ada jalan yang menpermudah kita sampai di puncak. Sebenarnya untuk mencapai puncak bukit tidak lama, hanya saja cuaca panas dan jarang berolahraga membuat saya hampir mati 😖 (*lebay).  Di bukit ini juga terdapat beberapa kambing yang saya sendiri kurang tahu sebenarnya milik siapa mereka ini. Apakah kambing liar? Atau nungkin saja kambing-kambing ini milik penduduk Labuan Bajo yang dibiarkan hidup di pulau ini karena di sini banyak rumput. Jadi dibiarkanlah kambing-kambing merumput sendiri.

img_6202-copy

Di pulau ini juga menyewakan kamar tenda. Bisa dilihat di foto di atas. Kamar tenda ini jauh lebih murah dan menjadi pilihan backpacker. Entah sekarang masih ada tidak untuk tipe kamar ini di Kanawa. 

img_6217-copy

Saya termasuk beruntung karena cuaca saat berada di Kanawa sangat cerah dan memiliki kesempatan menikmati indahnya sunset dari bukit.

  •  TRIP KE PULAU KOMODO

Dari pulau Kanawa, kita juga bisa arange trip ke Pulau Komodo. Dan jarak tempuh juga tidak terlalu lama karena lokasi pulau ini tidak begitu jauh. Untuk trip ke Pulau Komodo dari pulau Kanawa bisa dibaca disini

***

Jadi itulah tiga hal yang bisa kita lakukan. Saat itu kami mengunjungi Pulau Kanawa tahun 2012 dan mungkin saja sekarang ada banyak aktivitas seru yang bisa di lakukan. Tahun 2015 yang lalu saat kami mengunjungi Flores, kami ingin sekali mengunjungi Pulau Kanawa lagi, namun karena terbatasnya waktu kami urungkan niat kami tersebut, meskipun kami sempat menelpon mereka untuk informasi harga kamar terbaru. Mereka mengatakan jika harga kamar 750rb namun beberapa saat yang lalu saya melihat di website mereka harga kamar 500rb. Untuk lebih pasti mengenai harga kamar teman-teman bisa menghubungi mereka di   http://www.kanawaresort.com/price-info/

Rasanya sedih ketika membaca beberapa review di tripadvisor yang mengatakan bahwa pulau ini tidak lagi seindah dulu dan kondisi kamar saat ini yang sangat buruk. 

Namun, terlepas dari semua itu – Pulau Kanawa masih tetap menjadi pulau yang saya sukai. Semoga suatu saat nanti memiliki kesempatan untuk mengunjungi tempat ini lagi. 

 

Advertisements

“Dia”… yang selalu di cari dan di tunggu

Aku terbangun lebih awal dari alarm yang telah kupasang di malam sebelumnya. Rasanya malas sekali beranjak dari tempat tidur yang telah memberikan kenyamanan saat aku terlarut dalam mimpi-mimpi yang aku sendiri tidak ingat lagi apa yang sebenarnya aku  impikan. “Aku harus bangun, kesempatan hanya datang sekali di hari ini atau aku harus mengulang lagi besok”. Kaki melangkah dengan ringan, hanya saja mata ini masih terasa lengket dan selimut yang terjatuh di lantai kembali memanggilku dengan iming-iming kehangatan yang sebenarnya sangat berat untuk aku tolak.

Kupanaskan air dan kubuat secangkir kopi. Aroma kopi seketika membuatku benar-benar bangun dan bersemangat. Ibarat berjalan di padang gersang, kemudian menemukan sebuah oase. Kubuka pintu Balkon dan aku melihat suasana yang masih gelap. Kusiapkan peralatan sederhana yang aku miliki untuk mengabadikan terbitnya Matahari pagi di langit Pangandaran.

Tidak lama berselang, muncul cahaya keemasan. Cahaya yang hanya dimiliki oleh Matahari. Pelan-pelan empunya cahaya itu memunculkan diri dan mulai memberi kehangatan alam sekitar. Selamat datang pagi!

IMG_9846 copy
Pangandaran

                                                                                     ***

Aku sendiri sangat mencintai Matahari, hampir setiap berlibur di suatu tempat aku pasti mengabadikan sunrise atau sunset. Bagiku, ketika aku menyaksikan terbitnya Matahari  aku selalu selalu melihat harapan baru, sementara sunset memberikan kedamaian. Aku bisa duduk berlama-lama tanpa rasa bosan menyaksikan proses tenggelamnya matahari dengan ditemani secangkir kopi setiap hari.

IMG_1395 copy
Gili Air

IMG_5406 copy
Masohi – Maluku

                                                                                    ***

Tanggal 9 Maret 2016, sudah terdengar dimana-mana dengung Gerhana Matahari yang akan terjadi, namun hanya bisa dilihat di beberapa tempat di Indonesia. Tidak semua orang bisa melihat langsung kejadian langka ini, kejadian yang aku sendiri tidak pernah mengalami sebelumnya. Dengan bersemangat aku mengunjungi budhe dan bertanya apa yang dia lakukan dulu saat terjadi Gerhana Matahari tahun 1983. Dia bercerita bahwa dulu semua orang dilarang keluar rumah. Tidak boleh melihat ke arah Matahari, karena takut mata akan menjadi Buta. Jika ingin melihat Matahari, harus memalui Baskom yang di isi Air. Suasanya sangat senyap dan gelap seperti saat terjadi hujan abu. Hanya lampu minyak tanah yang menerangi rumah.

Di Indonesia, beberapa Provinsi yang akan di lewati Gerhana Matahari ini adalah  Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka-Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan,  Kalimantan Timur, Sulawesi Barat,  Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. Sementara daerah yang mengalami gerhana paling lama di Maba, Haltim, 3 menit lebih 15 detik. Setiap daerah yang dilewati sudah mempersiapkan acara untuk  menarik wisatawan agar mereka mau datang ke kota mereka dan menyaksikan kejadian langka ini. Sangat berbeda dengan tahun 1983, Gerhana Matahari di sambut dengan penuh sukacita di setiap tempat tahun ini. Dan benar saja, sudah banyak hotel habis dipesan selama terjadinya Gerhana Matahari ini.

Ilustrasi gerhana matahari total

Tanpa gerhana, Matahari banyak di buru pecintanya. Mereka pergi ke berbagai tempat, bahkan rela mendaki puncak tertinggi hanya untuk melihatnya bersinar dengan cahaya keemasannya yang sangat memukau itu. Gerhana Matahari yang akan terjadi sebentar lagi tentu akan menjadi sebuah pengalaman yang tak akan pernah terlupakan. Pengalaman yang mungkin saja hanya bisa dilihat satu kali dalam seumur hidup. Pengalaman yang nantinya bisa menjadi cerita bagi anak cucu kita. Pengalaman yang bisa kita tuliskan dalam sebuah blog sehingga sahabat lain yang tidak bisa ikut menyaksikan secara langsung bisa mengetahui suasana dan kejadian yang kita alami.

Kontes Blog Gerhana Matahari Berhadiah 20 Wisata ke Belitung

Berburu Sunset di Pantai Glagah – Yogyakarta

IMG_5988 copy

Pantai Glagah merupakan pantai berpasir hitam yang terletak di Kulon Progo. Di pantai ini terdapat banyak sekali tetrapod berjejer di tepi pantai yang berfungsi sebagai pemecah ombak.
Pantai ini banyak didatangi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu mereka untuk menikmati keindahan pantai dengan ombak besarnya atau sekedar memancing.

IMG_6023 copy

Jika Anda wisatawan yang sedang berlibur ke Yogyakarta dan ingin menikmati sunset, saya sarankan untuk menyewa sepeda motor atau Mobil. Perjalanan akan memakan waktu sekitar 1,5 jam dari Kota Yogyakarta. Tempat ini recomended sekali untuk berburu sunset karena setelah matahari tenggelam akan muncul warna keemasan yang rasanya sayang untuk dilewatkan begitu saja.