One Day Trip : Komodo island!

Selama kami tinggal di Pulau Kanawa, kami memutuskan untuk membeli paket wisata mengunjungi pulau Komodo yang dijual di Hotel. Kami berangkat sekitar pukul 10 pagi.

IMG_0921 copy

Perjalanan sekitar satu jam. Sesampainya di Pulau Komodo, kami membeli tiket masuk. Untuk bertemu dengan Komodo, kami harus melakukan trekking yang dipandu oleh guide ke dalam Pulau. Ada 3 pilihan trekking yang bisa kita pilih yaitu Short, Medium dan Long trekking. Karena saat itu cuaca sangat panas dan nampaknya michal sangat khawatir kalau saya tidak mampu trekking di pulau Komodo ini – jadilah dia memilih short trekking.

IMG_6065 copy

Baru sesaat setelah memasuki hutan, kami bertemu dengan Komodo yang sedang beristirahat di bawah pohon. Saat siang hari Komodo memang tidak banyak beraktifitas.

IMG_6061 copy

Bagi wanita yang sedang datang bulan tidak diperbolehkan mengunjungi Pulau ini. Kenapa? Karena Komodo ini bisa berubah agresif saat mencium bau darah. Komodo mampu mencium buruannya dalam jarak sekitar 9.5km.

IMG_6055 copy

Selain Komodo, ada berbagai hewan yang tinggal di Pulau ini, antara lain Rusa dan Babi Hutan. Saya melihat ada beberapa rusa yang terluka. Kemungkinan diserang oleh Komodo. Rasanya sedih melihat rusa rusa itu. Tapi mau bagaimana lagi, rantai kehidupan 🤐 (*sama seperti hidupku yang di rantai cintamu 😂 eyaaa….)

IMG_6071 copy

Memilih short trekking ini di luar dugaan kami, karena benar-benar short. Padahal energi masih penuh.

IMG_6086 copy

Di Pos akhir terdapat dapur dan banyak Komodo yang beristirahat di bawah bangunan dapur. Rupanya komodo datang ke area dapur karena mencium aroma masakan yang setiap hari di masak oleh ranger. Setelah selesai di pulau Komodo. Kami melanjutkan snorkeling di Manta Point kemudian kembali ke Pulau Kanawa.

Informasi :

+ Dulu ketika kami membeli trip dari pulau Kanawa, kami membayar sekitar 800rb/ kapal – sekarang harga mungkin berubah.

+ Jika kalian berada di Labuan Bajo, kalian bisa bergabung dengan turis lain untuk mengunjungi pulau komodo dan beberapa spot menarik lainnya. Harga pastinya juga lebih murah. Kalian juga bisa memilih paket bermalam di kapal. Biasanya sudah termasuk makan.

+ Untuk mendapatkan harga sewa kapal lebih murah, kalian bisa menyewa kapal Nelayan di pelabuhan. Pastikan kapal memiliki life jacket dan dalam kondisi yang bagus.

Advertisements

Pulau Kanawa  

Cuaca siang itu sangat terik, kami yang baru tiba di kantor penjualan tempat meeting point keberangkatan ke Pulau Kanawa langsung memarkir sepeda motor di pojok teras kantor. Sepeda motor akan tetap berada di sana selama beberapa hari kedepan. Sudah banyak turis asing yang berkumpul menunggu keberangkatan. Setelah sekitar 10 menit saya dan Michal menunggu, akhirnya kami berangkat.

Perjalanan dengan kapal sekitar 2 jam. Membayangkan 2 jam berada di kapal pasti sangat membosankan, namun ternyata tidak karena siang itu cuaca yang cerah dan ombak tenang membuat kami dapat menikmati indahnya pemandangan selama perjalanan. Mulai dari pulau yang rumputnya mulai kering karena musim kemarau, desa apung di tepian pulau, hingga ikan kecil yang terkadang terlihat melompat-lompat dari kedalaman laut. Suara bising kapal dan canda-an anak buah kapal semakin mewarnai perjalanan kami.

IMG_0887 copy

Akhirnya tibalah kami di Pulau Kanawa. Saat kapal perlahan mendekati pulau, sudah terlihat jernihnya air dan lincahnya ikan yang berenang di antara batuan karang. Angin sejuk dari pulau membuat saya sangat tidak sabar untuk segera berenang dan berkeliling pulau.

img_6161-copy

Setelah registrasi di front office, salah satu staff mengantarkan kami menuju ke kamar. Kami menginap di bungalow yang terletak di ujung dengan fasilitas kamar yang standar. Tidak ada AC dan  saat itu listrik hanya tersedia malam hari saja. Di teras kamar terdapat satu hammock dan seperti biasa selalu menjadi rebutan antara saya dan michal 😂.

Sarapan pagi selalu di antar ke kamar dengan menu yang sama. Roti, scrambled Eggs, pisang dan secangkir kopi. 

THINGS TO DO IN KANAWA ISLAND

  • SNORKELING

Snorkeling merupakan hal nomor satu yang bisa di lakukan di pulau ini. Batuan karang yang cantik dan tidak rusak membuat kami betah berlama-lama menyelaminya. We don’t care really with our skin that getting burn day by day …. hehe

DSCN0461 copy

  • TREKKING 

Di pulau ini terdapat bukit dan kita bisa naik ke bukit ini untuk melihat pemandangan sekitar atau menikmati sunset. Sudah ada jalan yang menpermudah kita sampai di puncak. Sebenarnya untuk mencapai puncak bukit tidak lama, hanya saja cuaca panas dan jarang berolahraga membuat saya hampir mati 😖 (*lebay).  Di bukit ini juga terdapat beberapa kambing yang saya sendiri kurang tahu sebenarnya milik siapa mereka ini. Apakah kambing liar? Atau nungkin saja kambing-kambing ini milik penduduk Labuan Bajo yang dibiarkan hidup di pulau ini karena di sini banyak rumput. Jadi dibiarkanlah kambing-kambing merumput sendiri.

img_6202-copy

Di pulau ini juga menyewakan kamar tenda. Bisa dilihat di foto di atas. Kamar tenda ini jauh lebih murah dan menjadi pilihan backpacker. Entah sekarang masih ada tidak untuk tipe kamar ini di Kanawa. 

img_6217-copy

Saya termasuk beruntung karena cuaca saat berada di Kanawa sangat cerah dan memiliki kesempatan menikmati indahnya sunset dari bukit.

  •  TRIP KE PULAU KOMODO

Dari pulau Kanawa, kita juga bisa arange trip ke Pulau Komodo. Dan jarak tempuh juga tidak terlalu lama karena lokasi pulau ini tidak begitu jauh. Untuk trip ke Pulau Komodo dari pulau Kanawa bisa dibaca disini

***

Jadi itulah tiga hal yang bisa kita lakukan. Saat itu kami mengunjungi Pulau Kanawa tahun 2012 dan mungkin saja sekarang ada banyak aktivitas seru yang bisa di lakukan. Tahun 2015 yang lalu saat kami mengunjungi Flores, kami ingin sekali mengunjungi Pulau Kanawa lagi, namun karena terbatasnya waktu kami urungkan niat kami tersebut, meskipun kami sempat menelpon mereka untuk informasi harga kamar terbaru. Mereka mengatakan jika harga kamar 750rb namun beberapa saat yang lalu saya melihat di website mereka harga kamar 500rb. Untuk lebih pasti mengenai harga kamar teman-teman bisa menghubungi mereka di   http://www.kanawaresort.com/price-info/

Rasanya sedih ketika membaca beberapa review di tripadvisor yang mengatakan bahwa pulau ini tidak lagi seindah dulu dan kondisi kamar saat ini yang sangat buruk. 

Namun, terlepas dari semua itu – Pulau Kanawa masih tetap menjadi pulau yang saya sukai. Semoga suatu saat nanti memiliki kesempatan untuk mengunjungi tempat ini lagi. 

 

Heading To Ambon

Pagi itu taksi sudah menunggu di halaman rumah. Dengan buru-buru aku meminum kopi yang masih tersisa setengah di cangkir sambil mengambil ransel yang aku taruh di tangga. Rasanya masih lelah karena semalaman terlalu sibuk menyiapkan barang yang akan dibawa. Dan imbasnya tidak bisa tidur nyenyak. Menuju Ambon dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta dengan maskapai Batik Air. Menuju Ambon harus transit dulu di Jakarta. Sampai Ambon malam sekitar pukul 18.30. Kami menyewa mobil dari Bandara menuju Hotel. Dalam perjalanan menuju hotel, saya merasakan nyaman sekali. Seperti pulang ke kampung halaman. Ada rasa lega, bahagia. Atmosfer kota Ambon memberikan kenyamanan yang membuatku yakin kalau aku pasti betah berlama-lama tinggal disini. Perjalanan ke Hotel menempuh waktu hampir satu jam. Hiburan selama di dalam mobil adalah mendengerkan lagu bahasa Indonesia yang sudah di nyanyikan kembali dalam  Bahasa Inggris.  Coba tebak kira-kira lagu apa ini yang sedang di nyanyikan 😀

IMG_3672

Akhirnya sampai juga di Hotel Imperial Inn. Hotelnya agak tersembunyi. Malam itu setelah kami meletakkan barang di kamar. Kami langsung cek koneksi Internet 😀 Wifi dari hotel sangat lambat, tapi koneksi internet dari Telkomsel cepat! Kamar hotel sempit, jadi hari berikutnya kami pindah di kamar yang lebih besar di lantai paling atas. Di kamar yang baru ada balkon kecil juga. Lumayan buat ngeringin baju sambil lihat aktifitas orang di sekitar :p

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Salah satu restaurant yang saya rekomendasikan adalah Rumah Makan Sari Rasa.  Dari depan memang tampak kecil, tapi di dalam ada ruangan besar dengan banyak meja. Ikannya juga masih segar dan dengan sambal yang mantap!

IMG_3678

Selama di Ambon, kami menyewa sepeda motor yang tersedia di hotel dengan tarif 50,000/ hari. Dan kemudian keliling pulau Ambon mengunjungi beberapa tempat wisata dan pantai!

“Dia”… yang selalu di cari dan di tunggu

Aku terbangun lebih awal dari alarm yang telah kupasang di malam sebelumnya. Rasanya malas sekali beranjak dari tempat tidur yang telah memberikan kenyamanan saat aku terlarut dalam mimpi-mimpi yang aku sendiri tidak ingat lagi apa yang sebenarnya aku  impikan. “Aku harus bangun, kesempatan hanya datang sekali di hari ini atau aku harus mengulang lagi besok”. Kaki melangkah dengan ringan, hanya saja mata ini masih terasa lengket dan selimut yang terjatuh di lantai kembali memanggilku dengan iming-iming kehangatan yang sebenarnya sangat berat untuk aku tolak.

Kupanaskan air dan kubuat secangkir kopi. Aroma kopi seketika membuatku benar-benar bangun dan bersemangat. Ibarat berjalan di padang gersang, kemudian menemukan sebuah oase. Kubuka pintu Balkon dan aku melihat suasana yang masih gelap. Kusiapkan peralatan sederhana yang aku miliki untuk mengabadikan terbitnya Matahari pagi di langit Pangandaran.

Tidak lama berselang, muncul cahaya keemasan. Cahaya yang hanya dimiliki oleh Matahari. Pelan-pelan empunya cahaya itu memunculkan diri dan mulai memberi kehangatan alam sekitar. Selamat datang pagi!

IMG_9846 copy
Pangandaran

                                                                                     ***

Aku sendiri sangat mencintai Matahari, hampir setiap berlibur di suatu tempat aku pasti mengabadikan sunrise atau sunset. Bagiku, ketika aku menyaksikan terbitnya Matahari  aku selalu selalu melihat harapan baru, sementara sunset memberikan kedamaian. Aku bisa duduk berlama-lama tanpa rasa bosan menyaksikan proses tenggelamnya matahari dengan ditemani secangkir kopi setiap hari.

IMG_1395 copy
Gili Air

IMG_5406 copy
Masohi – Maluku

                                                                                    ***

Tanggal 9 Maret 2016, sudah terdengar dimana-mana dengung Gerhana Matahari yang akan terjadi, namun hanya bisa dilihat di beberapa tempat di Indonesia. Tidak semua orang bisa melihat langsung kejadian langka ini, kejadian yang aku sendiri tidak pernah mengalami sebelumnya. Dengan bersemangat aku mengunjungi budhe dan bertanya apa yang dia lakukan dulu saat terjadi Gerhana Matahari tahun 1983. Dia bercerita bahwa dulu semua orang dilarang keluar rumah. Tidak boleh melihat ke arah Matahari, karena takut mata akan menjadi Buta. Jika ingin melihat Matahari, harus memalui Baskom yang di isi Air. Suasanya sangat senyap dan gelap seperti saat terjadi hujan abu. Hanya lampu minyak tanah yang menerangi rumah.

Di Indonesia, beberapa Provinsi yang akan di lewati Gerhana Matahari ini adalah  Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka-Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan,  Kalimantan Timur, Sulawesi Barat,  Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. Sementara daerah yang mengalami gerhana paling lama di Maba, Haltim, 3 menit lebih 15 detik. Setiap daerah yang dilewati sudah mempersiapkan acara untuk  menarik wisatawan agar mereka mau datang ke kota mereka dan menyaksikan kejadian langka ini. Sangat berbeda dengan tahun 1983, Gerhana Matahari di sambut dengan penuh sukacita di setiap tempat tahun ini. Dan benar saja, sudah banyak hotel habis dipesan selama terjadinya Gerhana Matahari ini.

Ilustrasi gerhana matahari total

Tanpa gerhana, Matahari banyak di buru pecintanya. Mereka pergi ke berbagai tempat, bahkan rela mendaki puncak tertinggi hanya untuk melihatnya bersinar dengan cahaya keemasannya yang sangat memukau itu. Gerhana Matahari yang akan terjadi sebentar lagi tentu akan menjadi sebuah pengalaman yang tak akan pernah terlupakan. Pengalaman yang mungkin saja hanya bisa dilihat satu kali dalam seumur hidup. Pengalaman yang nantinya bisa menjadi cerita bagi anak cucu kita. Pengalaman yang bisa kita tuliskan dalam sebuah blog sehingga sahabat lain yang tidak bisa ikut menyaksikan secara langsung bisa mengetahui suasana dan kejadian yang kita alami.

Kontes Blog Gerhana Matahari Berhadiah 20 Wisata ke Belitung

BERKELILING PULAU & SNORKELING DI NUSA LEMBONGAN

Buka-buka hardisk, terus nemu foto liburan sewaktu tahun baru 2013 di Nusa Lembongan, Bali. Dan tiba-tiba pengen banget liburan ke sana lagi 😥 Bawaanya Baper kalau masih banyak pekerjaan terus nemu foto-foto liburan 😀
IMG_3258

Berangkat ke Nusa Lembongan dari Sanur dengan Kapal cepat. Tapi lupa berapa biaya saat itu. Kayaknya dulu dapet harga mahal untuk sekali jalan :/ kebiasaan kalau pergi sama Michal, pasti dapet harga mahal (Seperti pas ke Bali Bird Park, mosok aku di kasi harga turis, padahal kan aku orang Indonesia. Protes deh, terus Petugas bilang kalau dia mikirnya aku ini dari Kamboja :O).

IMG_3343

Bulan Desember cuaca buruk, ombak besar. Hujan hampir setiap sore. Jadi setelah berada di Nusa Lembongan pun hanya berada di sekitar hotel saja. Kami menginap di El Chiringuito, Nusa Lembongan selama beberapa hari.  El Chiringuito merupakan hotel kesukaan saya sepanjang traveling di Bali. Terletak paling ujung. Sangat Sepi dan dekat dengan hutan mangrove. Snorkeling dengan menyewa kapal hanya membayar 250,000 saja ( harga mungkin berubah sekarang). Ketika berada di Nusa Lembongan, kami lebih suka makan di Hotel karena ibu-ibu yang bekerja disana enak banget masakannya. Tapi, kabar duka datang setelah beberapa hari kami tinggal di Nusa Lembongan. Ibu-ibu yang bekerja di hotel, yang pandai memasak meninggal 😦 Betapa sedihnya kami! Karena pegawai hotel juga hanya beberapa & masih kerabat dekat. Jadi setiap pagi, hotel sebelah yang menyiapkan sarapan buat kami, karena memang tidak ada staff yang di hotel.

***

Selama di Nusa Lembongan, kami menyewa sepeda motor daengan harga 50,000/hari dan berkeliling pulau. Menyebrangi jembatan penghubung ke Nusa Ceningan. Dan menikmati pemandangan Blue Lagoon Cliff Jump sambil lihat orang bernyali tinggi melompat ke laut 😀 aku lihat aja, ombaknya gede banget sih, terus kayaknya dalem gitu 😀
Dari sini kita juga bisa melihat peselancar.

IMG_3559

Ketika mengelilingi Pulau Nusa Lembongan kalian akan sampai di bukit dimana kalian bisa melihat rumah warga/ hotel dan lautan lepas.

IMG_3729

Ada beberapa tempat yang kami kunjungi, yang nantinya akan aku tulis di blog selanjutnya. Kalau di tulis disini kepanjangen 😛

Menuju Lombok dengan Kapal Ferry

IMG_9070 copy

PADANG BAI : Merupakan sebuah pelabuhan yang terletak di Bali Timur. Dari pelabuhan inilah biasanya para traveller melakukan perjalanan selanjutnya ke Pulau Lombok. Ada 2 macam transportasi laut yang bisa kita gunakan, yaitu dengan Kapal Ferry dan Fast Boat (Biasanya Fast Boat ini langsung menuju Senggigi atau Gili Trawangan). Liburan ke Lombok kali ini saya menggunakan Kapal Ferry, karena kami membawa sepeda motor. Saat masuk area pelabuhan, kelengkapan sepeda motor kami di cek oleh petugas kepolisian (Untung SIM sudah saya perpanjang sewaktu pulang ke Magelang bulan kemarin,,, jadi aman dehhh 😀 ) hanya saja sekarang motor yang telat bayar pajaknya. Seharusnya tanggal 30 Maret 2015 kemarin, namun sepeda motor sudah berada di Bali sejak bulan Januari. Jadi kami tidak punya waktu untuk pulang ke Magelang karena travelling harus lanjut terus pantang mundur 😀 hahaaa ,,, Kami masih akan menjadi Nomad Traveller hingga dua bulan ke depan. Semoga saja tidak terjadi masalah apa2 karena pajak motor tersebut [… berdoa][aminn …]

IMG_9085 copy

Harga tiket Kapal Ferry adalah Rp. 125.000,- /Sepeda Motor (sudah termasuk penumpangnya). Lama perjalanan sekitar 4 hingga 5 jam, tergantung cuaca. Bisa dibayangkan 4 jam di Kapal Ferry dan tidak ada sinyal Internet/ siaran TV sudah pasti  sangat “bosannnn” sekali. Jadi kebanyakan penumpang memilih tidur di Kapal.

IMG_9098 copy

Kami berangkat pukul 01.00 dari Padang Bai dan sampai pelabuhan Lembar – Lombok sekitar pukul 05.30. Cuaca cerah sehingga kapal bisa sampai Pelabuhan Lembar lebih cepat dan kami juga sempat menikmati sunset yang cantik dari kapal.

IMG_8980 copy

Tips :

  • Periksa kembali kelengkapan surat kendaraan bermotor sebelum memasuki kawasan Pelabuhan, jangan sampai ada yang ketinggalan.
  • Jangan tinggalkan barang berharga ketika ingin ke Toilet atau berkeliling karena bosan. Mintalah teman untuk mengawasi barang bawa’an selagi pergi ke Toilet.
  • Kalau ada yang punya bakat terpendam seperti Mabuk Laut, sebaiknya minumlah obat seperti “Antimo”.
  • ….. tambahi sendiri ya 😛

Ngomong2 saya sedang berada di Gili Air saat ini. Cerita tentang suka duka di Gili Air akan saya tulis kalau saya sedang mood ya 😀
Sekarang saya mau bubuk cantik dulu,,,,
nite2

I left my “heart” in Amed

IMG_8987 copy

AMED – merupakan sebuah desa di Bali Timur yang memiliki keindahan pantai yang sangat luar biasa (menurut saya lho ya ,,, ). Saya jadi teringat dengan perjalanan pertama kali kami ke tempat ini sekitar tahun 2012 yang lalu. Ketika itu kami tidak sengaja menemukan tempat ini saat mencari ATM untuk membayar penginapan di Tulamben (di Tulamben belum ada ATM saat itu). Hingga akhirnya kami menemukan satu-satunya ATM BRI di pertigaan ke arah Amed & Amlapura (tapi tidak bisa ambil uang dari ATM tersebut sehingga kami harus menuju Amlapura). Setelah mengambil uang kami melewati pantai di Amed dan akhirnya memutuskan untuk bermalam disana karena hari sudah sore dan terlalu lelah untuk kembali lagi ke Tulamben. Deretan jukung yang berjejer rapi di sepanjang pantai dan megahnya Gunung Agung – yang meskipun hanya terlihat sebagian dari balik bukit membuat saya langsung jatuh cinta dengan tempat ini, apalagi setelah saya tahu kalau di tempat ini ada beberapa spot yang bagus untuk snorkeling (makin jatuh cinta dehh ,,, :D). Saat itu kami memutuskan untuk menginap di sebuah vila yang bernama “Double One Vila”  dan bertemu dengan pak Made (pegawai di vila tersebut) yang kemudian menjadi teman baik hingga sekarang. Sejak saat itu kami sering mampir ke Amed jika mengunjungi Bali.  Kalau kata mas Michal sih “Belum ke Bali rasanya, jika belum berkunjung ke Amed“.

IMG_8872 copy

IMG_8882 copy

IMG_8947 copy

Foto – foto di atas merupakan foto terbaru yang saya ambil beberapa hari yang lalu sebelum meninggalkan Bali untuk menuju Lombok. Sekarang, sudah banyak bangunan baru berdiri dan semakin banyak warung makan, pertokoan dan ATM pastinya. Namun, ada hal yang membuat saya sedih karena ada beberapa makanan yang saya beli ternyata sudah kadaluwarsa dan penjual juga nampaknya tidak cek tanggal kadaluarsa setiap produk dan tetap menjualnya. Saya pikir karena toko baru jadi barang-barangya baru, ternyata tidak! Jadi ini bisa buat pelajaran bagi kita semua ya gaes – untuk selalu cek tanggal kadaluwarsa sebelum membeli makanan atau minuman dalam kemasan.

Untuk menuju ke Amed sangatlah mudah, bisa dengan sepeda motor atau mobil (perjalanan mungkin akan memakan waktu sekitar 2 jam dari Denpasar). Oh iya, ketika kalian melakukan perjalanan dari Denpasar menuju Amed, ada beberapa tempat wisata yang bisa kalian kunjungi, yaitu :

  • Padang Bai : Merupakan pelabuhan penyebrangan menuju Pulau Lombok, di dekat pelabuhan ada sebuah pantai kecil yang bernama “Blue Lagoon”. Kalian bisa snorkeling disana.
  • Candidasa : Bagi saya & Michal, tempat ini merupakan tempat persinggahan untuk makan siang. Warung makan favourite kami adalah “Temple Cafe & Seaside Cottages”. Jika memiliki waktu lebih, kalian juga bisa mengunjungi Obyek Wisata Tenganan dan snorkeling. Tidak jauh dari Candidasa juga terdapat sebuah pantai berpasir putih yang bisa kalian kunjungi. Namanya Pantai Pasir Putih, namun ada juga yang menyebutnya White Sand beach.
  • Amlapura : Di Amlapura terdapat Taman Air Ujung Sukasada. Saya belum pernah mengunjungi tempat ini sih, cuma sering lewat saja. Tapi bisa dilihat dari jalan kalau tempat ini sangat bagus.
  • Karangasem : Disini kalian bisa pergi ke Taman Air Tirta Gangga dan bisa juga mampir ke restoran untuk membeli Arak beras Merah 😀

Oh iya, sekarang kami sudah berada di Lombok dan sebentar lagi akan menuju Gili Air yang merupakan satu-satunya Gili yang belum pernah kami kunjungi. Saya packing dulu ya 😉 sampai jumpa di cerita saya selanjutnya!

Salam Wisata!

Lensa “FIX” maju mundur cantik

Banyak yang bilang kalau hobi dalam bidang fotografi itu mahal, selain kita harus memiliki kamera, tripot, filter dan lensa, kita juga harus merogoh kocek untuk berwisata ke suatu tempat demi mengabadikan tempat tersebut. Banyak sahabat saya yang memiliki kamera dan lensa dengan harga puluhan juta, sedangkan saya sendiri sampai saat ini masih menggunakan kamera CANON 550D, meskipun banyak jamurnya tapi masih tetap saya gunakan sampai sekarang 😀

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya dengan lensa super murah CANON EF 50mm f/1.8 II atau lensa fix. Sebelum saya memutuskan untuk membeli lensa fix, pacar saya meremehkan kemampuan lensa tersebut. Namun setelah melihat hasilnya dia jadi terpana oleh kecantikan saya, loh 😛 maksudnya terpana oleh kehebatan si mungil ini.
Berikut ini hasil-hasil foto yang saya ambil dengan lensa fix

Food Photography

IMG_8685 copy

IMG_8733 copy

Potrait

IMG_9326 copy

Dan yang terakhir ini ,merupakan quick snap dari sepeda motor
IMG_9468 copy IMG_9494 copy

Saya sangat puas dengan hasil lensa fix ini, dan sudah pasti harus selalu ada dalam tas saya ketika travelling 😉

Indahnya Pantai Maluk – Sumbawa Barat

Pantai Maluk (*namanya mirip sebuah judul lagu ya “Maluk Tuhan yang paling seksi” 😀 hehehe,,,) merupakan pantai yang terletak di desa Maluk, Kecamatan Jereweh, Sumbawa Barat. Pantai ini merupakan tujuan kami pertama kali setelah kami menyebrangi Selat Lombok. Pantai berpasir putih dengan airnya yang berwarna biru cerah benar-benar menggoda saya untuk segera berenang bersama ombak meskipun saat itu cuaca panas sekali.
IMG_5227 copy Terdapat food court yang berlokasi di tepi pantai, mereka menjual berbagai macam masakan khas Sumbawa dan juga seafood! Food court lebih tertata rapi dan bersih, jadi sangat nyaman untuk makan di tempat tersebut.

IMG_5270 copy

Terdapat penangkaran penyu juga lho, tapi saya tidak sempat mengunjungi penangkaran penyu tersebut, hanya lewat saja.

Pantai di Sumbawa barat masih sepi, dan pantainya sangat bersih. Pantai ini sebenarnya jauh lebih cantik dari beberapa pantai yang terdapat di Bali. Semoga saja setelah banyak wisatawan yang datang pantai ini tetap bersih. Karena biasanya banyak sekali wisatawan yang tidak bertanggung jawab dengan membuang sampah di sepanjang pantai.