Must have item – Redwin Sorbolene Moisturiser 

img_4203-copy

Satu hari setelah pulang dari travelling ke Gili Labak, Sumenep, Madura – saya melihat tumpukan paket di kamar. Dan salah satunya adalah kiriman dari Redwin. Dalam hati saya berteriak-teriak kegirangan karena kulit saya saat itu memang dalam kondisi yang sangat kering sekali. Memang selama tinggal di Gili Labak, saya selalu mandi dengan air laut karena di Gili Labak tidak ada sumber air tawar. Setiap hari saya juga harus mengikuti pelatihan di bawah teriknya sinar matahari dan masih ditambah lagi dengan hobi  saya yaitu snorkeling. Karena saking cintanya melihat terumbu karang dan berenang bersama ikan, hampir setiap hari saya pasti berenang dan saya tidak perduli dengan cuaca yang panas sekalipun. Kalau kulit bisa ngomong, mungkin mereka sudah protes sama saya 😂

TENTANG REDWIN SORBOLENE MOISTURISER

Memiliki hobi travelling sekaligus memiliki kulit kering dan sensitif adalah hal yang sangat tidak menyenangkan. Sampai sekarang saja, saya masih sering sekali membeli lotion berbeda-beda untuk mencari produk yang benar-benar cocok untuk kulit saya yang terbilang sangat kering dan sensitive ini. Kadang ada beberapa produk yang setelah saya pakai malah menimbulkan rasa gatal.

Tidak semua hand & body lotion memberikan kelembaban dalam jangka waktu yang lama. Baru di pakai beberapa jam, kulit sudah terlihat kering kembali dan harus mengoleskan krim kembali. Melelahkan!

Terkadang karena saking susahnya menemukan produk yang bisa melembabkan dan menghaluskan kulit bersisik, saya menggunakan pelembab untuk wajah. Namun, hasilnya sama saja. Kulit memang tampak lebih lembab dan halus saat menggunakan produk tersebut, tetapi  pelembab wajah yang saya pakai tidak menyembuhkan kulit yang kering dan bersisik. 

Sebelumnya, saya tidak pernah tahu mengenai produk dari Redwin. Setelah paket dari Redwin saya buka, saya tidak langsung menggunakannya. Terlebih dahulu saya browsing di Internet untuk mencari tahu lebih detail mengenai produk ini.

Rupanya Redwin adalah salah satu brand pelembab nomor satu dari Australia yang telah telah mendapatkan berbagai penghargaan. Produk-produk dari Redwin juga telah mendapatkan sertifikat halal dari AFIC (Australian Federation of Islamic). Selain itu produk Redwin juga menjadi produk yang sangat direkomendasikan oleh dokter. 

Akhirnya setelah membaca banyak hal di internet mengenai produk ini, saya kemudian memberanikan diri untuk mencobanya. Pertama-tama hanya saya oleskan di bagian kulit tangan saya untuk melihat hasilnya. Redwin Sorbolen memiliki tekstur yang lembut, tidak lengket dan tidak berbau. Saya memang tidak terlalu suka dengan pelembab atau lotion yang memiliki bau terlalu wangi, karena sudah terlalu cukup bagi saya menghirup aroma wangi setiap harinya dari sampo, sabun parfum, dan dari banyak benda-benda lainnya. Jauh berbeda dengan kebanyakan teman-teman saya, ketika mereka membeli suatu produk, mereka lebih suka dengan produk  yang memiliki aroma wangi.

Setelah mencoba produk ini, kulit tangan saya terasa lebih lembut dan lebih lembab. Kelembaban kulit juga bertahan  dalam jangka waktu yang sangat-sangat  lama. Rasa gatal – gatal di kulit akibat terlalu lama terpapar sinar matahari pun berkurang. Kulit kaki saya yang bersisik pun kembali halus.

img_4206-copy

KANDUNGAN REDWIN SORBOLENE MOISTURISER

Sorbolene & glycerine

Seumur hidup, baru pertama kali ini saya mendengar kata Sorbolene dan ternyata sorbolene merupakan jenis kandungan yang sering di gunakan untuk kosmetik, Menurut dr. Ricky saat peluncuran Redwin di Mall Taman Anggrek mengatakan :

Sorbolene merupakan sejenis krim yang tidak menyebabkan iritasi, tidak berbau dan bisa digunakan untuk segala jenis kulit, bisa di oleskan pada kulit tangan, tubuh, bahkan wajah, sangat ideal untuk kulit normal, sensitif maupun kulit kering dan efektif meredakan rasa tak nyaman pada kulit kering atau kulit teriritasi akibat sinar matahari. Kandungan Sorbolene juga kaya akan kandungan gliserin yang berasal dari bahan alami, Gliserin bekerja dengan cara mengikat air di sekelilingnya untuk melembapkan kulit.

Sorbolene tidak menggunakan pengental, pewarna, pewangi, paraben, lanolin, maupun pengawet lainya, sehingga, sorbolene jarang mengakibatkan iritasi pada kulit maupun memicu alergi, bahkan, karena sangat ringan dan alami bisa digunakan pada kulit sensitif maupun kulit balita. Seperti kebanyakan krim, sorbolene bekerja sebagai lapisan pelindung di atas kulit, untuk menghindari penguapan atau terhilangnya kelembapan yang ada di dalam kulit. Sorbolene juga tidak terlalu pekat, sehingga cepat menyerap ke dalam kulit untuk mengembalikan kefleksibelan serta elastisitas kulit yang kering. 

Redwin Sorbolene moisturiser juga mengandung vitamin E yang berasal dari minyak biji gandum. Seperti yang  kita tahu, vitamin E memiliki banyak sekali fungsi bagi tubuh kita antara lain melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

img_4208

MANFAAT REDWIN SORBOLENE MOISTURISER 

Produk Redwin Sorbolene Moisturiser ini bisa digunakan untuk seluruh anggota keluarga, baik dewasa maupun balita, pria ataupun wanita. Produk ini juga aman digunakan berkala setiap hari. 

Berikut ini beberapa Manfaat Redwin Sorbolene Moisturiser bagi kulit dalam keseharian :

  • Menghaluskan kulit tangan yang kasar akibat sering melakukan pekerjaan berat. 
  • Untuk meredakan  gatal atau ruam yang terjadi pada kulit bayi yang diakibatkan gesekan popok 
  • Meredakan gatal dan menghaluskan kulit di area lipatan-lipatan pada tubuh bayi, seperti di bagian lipatan paha
  • Bisa digunakan sebagai pengganti krim untuk bercukur di kaki, tangan, ketiak dan wajah
  • Sebagai penghapus make up
  • Melembabkan kulit tubuh yang kering dan menghaluskan kulit yang bersisik.
  • Menghaluskan telapak kaki yang kasar dan pecah-pecah 
  • Memperlambat penuaan dini pada kulit
  • Mengembalikan elastisitas kulit yang kering

img_4211-copy

CARA PEMAKAIAN

Untuk kulit tangan dan kaki : setelah mandi saya oleskan dengan cara mengambil sedikit krim dan kemudian oleskan merata pada kulit. Setelah itu saya ulangi lagi mengoleskan setelah krim benar-benat meresap di kulit. 

Untuk merawat telapak kaki yang pecah-pecah : saya oleskan di telapak kaki menjelang tidur setelah mencuci bersih kaki. 

Produk ini bisa juga di gunakan sesaat setelah kulit terkena sinar matahari dengan membersihkan terlebih dahulu keringat yang ada di tubuh. Sangat mudah mendapatkan Redwin di supermarket dan apotik seperti guardian, century atau watson. Atau kita  juga bisa pesan online di beberapa website di Indonesia. Harga untuk kemasan 100g adalah 85.000.

Selama beberapa hari menggunakan produk ini – saya merasakan banyak perubahan yang terjadi. Kulit saya yang tadinya sangat kering dan bersisik di bagian kaki sekarang sudah berkurang. Kulit kaki yang pecah-pecah juga terlihat lebih halus dan cantik. 

Ukuran kemasan yang tidak terlalu besar memungkinkan untuk di bawa saat bepergian. Produk ini benar-benar  recomended sekali bagi traveller yang memiliki  permasalahan kulit yang sama seperti saya. 

Redwin, nothing but goodness for sensitive skin ♡ 

Advertisements

The Sweetest Escape “Gili Labak” – Sumenep

Saat pertama kali mendengar kata “Gili Labak” yang terpikirkan oleh saya adalah sebuah pulau yang terletak di Lombok. Ternyata saya salah dan yang  lebih mengejutkan lagi adalah pulau ini terletak tidak begitu jauh dari Pulau Madura. Gili Labak masuk dalam wilayah administratif Sumenep. Padahal tahun 2014, saya pernah mengelilingi Pulau Madura dan tinggal 2 malam di Sumenep. Namun tidak pernah tahu akan keberadaan pulau cantik ini.

img_1663-copy

Pertengahan Desember, saya mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi tempat ini dalam program eco wisata. Sebenarnya saya tidak memiliki kemampuan apa-apa soal pariwisata.  Jadi lebih tepatnya saya ikut hanya sebagai penggembira saja 😂. Berangkat ke Surabaya dari Denpasar. Karena kehabisan tiket pesawat, saya menggunakan transportasi bus dari terminal Ubung. Perjalanan sekitar 11 jam dan saya sudah di jemput di terminal bus Surabaya.

*** Ternyata terminal bus di Surabaya besar dan bagus. Maklum, jarang naik bus ***

MENUJU GILI LABAK

Pukul 4 pagi kami sudah berada di dalam mobil dan menuju ke Pelabuhan Tanjung, Sumenep. Kapal sudah menunggu kami di dermaga. Semua team memindahkan barang bawaan ke kapal dan berangkatlah kami. Perjalanan membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam. Ada alternatif lain yang bisa kita gunakan untuk menuju Gili Labak.

Dari Surabaya, kita menuju terminal Sumenep dan kemudian dilanjutkan dengan taksi / ojek hingga pelabuhan Kalianget. Sewa kapal untuk PP sekitar 500rb. Jadi lebih asik jika berangkat rame2. Tapi buat kalian yang males ribet, kalian bisa beli paket wisata ke Gii Labak dengan harga yang tidak begitu mahal. 

img_1085-copy

Gili Labak memiliki luas pulau sekitar 5 Ha dengan hamparan pasir putih lembut mengelilingi pulau. Kapal nelayan dengan warna dan detail yang cantik bersandar rapi di tepian pantai. Jernihnya air laut membuat saya tidak sabar untuk segera melompat dan mencari tau keindahan dibalik tenangnya ombak sore itu.

Di Gili Labak listrik hanya tersedia dari pukul 6 hingga 10 malam saja, terkadang jam 8 sudah mati. Sumber listrik dari mesin genset dan tidak semua penduduk memilikinya. Sumber Air tawar juga tidak ada, jadi penduduk menampung air hujan di ember-ember dan untuk memasak mereka harus pergi ke pulau terdekat untuk membeli air tawar. Selama 4 hari tinggal di Gili Labak, saya mandi air laut setiap hari. Rasanya betah sekali tinggal dengan keramahan dan kesederhanaan warga.

THINGS TO DO DI GILI LABAK

 Berkeliling Pulau

Gili Labak sepi saat hari biasa, jarang ada wisatawan yang datang dan biasanya ramai saat akhir pekan atau musim liburan. Berkeliling pulau membutuhkan waktu kurang dari satu jam.

img_1190-copy

 img_0918-copy

img_1220-copy

 Snorkeling

Cukup berenang sekitar 10 meter dari bibir pantai. Kita bisa menikmati keindahan terumbu karang dan berenang bersama ikan cantik. Sayangnya, banyak terumbu karang yang rusak. Kita juga bisa menyewa kapal nelayan dan mereka akan membawa kita ke beberapa spot yang bagus untuk snorkeling.

 OLYMPUS DIGITAL CAMERA

img_1617-copy

Selama di Gili Labak saya belajar bahasa Madura. Dan ada satu kata yang sampe sekarang tidak berhenti saya ucapkan yaitu kuk keng kuk = camilan 😅

Meskipun sekarang sudah tidak berada di Gili Labak. Saya masih sering merindukan pulau ini. Terlebih penduduknya yang sangat ramah. Bersyukur sekali saya memiliki kesempatan untuk mengunjungi pulau ini.

 Ill be back ..


Menunggu Sunrise di Punthuk Gupakan – Magelang

Bangun pukul 4 pagi, barang sudah saya siapkan malam sebelumnya. Mandi,,,??Nanti saja kalau sudah pulang 😂. Kemudian saya menikmati secangkir teh sambil menunggu teman datang untuk menjemput. 

Tidak lama berselang mas Hanes datang dan kami langsung menuju ke salah satu punthuk untuk melihat sunrise. 

Punthuk Gupakan merupakan salah satu diantara banyaknya punthuk-punthuk yang ada di sekitar candi Borobudur. Di Punthuk ini kita bisa menikmati sunrise dengan pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu dan tentu saja candi Borobudur yang berselimut kabut. 

img_4080-copy

Pagi itu kurang beruntung. Langit mendung dan kami tidak bisa mendapatkan foto bagus saat matahari terbit. Namun melihat kabut yang perlahan menghilang sambil menikmati secangkir kopi dan bercerita, bertukar pengalaman dengan hal – hal berbau fotografi dan bercanda merupakan kegiatan yang seharusnya sering dilakukan. Biar tidak bosan dengan hal monoton yang sering dilakukan di tempat kerja. 

img_4024-copy

Tiket masuk Rp. 5.000/orang sedangkan biaya parkir sepeda motor Rp. 2.000. Lokasi agak tersembunyi dan kita masih harus berjalan sebentar untuk naik ke punthuk. Untuk kopi juga masih murah Rp. 2.000 saja. 

img_4043

Karena cuaca mendung saya sibuk selfie sendiri sementara mas Hanes memperhatikan saya dari jauh sambil ketawa-ketiwi sendiri, sebelum akhirnya saya berkeliling dan mengambil foto pemandangan sekitar. 

img_4114-copy

Punthuk Gupakan ini terletak di puncak Kendil. Sudah ada beberapa rumah Pohon yang bisa kita naiki untuk melihat pemandangan alam sekitar. 

Selain Punthuk Gupakan, ada beberapa punthuk lain yang bisa kita kunjungi, seperti : 

  • Punthuk Setumbu
  • Punthuk Sukmojoyo
  • Punthuk Mongkrong
  • Punthuk Barede

Setelah pulang dari Punthuk, kami mampir makan Soto Ayam di depan Lapangan Sawitan. 

 

Island Hoping “Maratua, Kakaban, Sangalaki & Kawasan Mangrove”

Malam itu setelah menikmati secangkir kopi dan bercanda di depan kamar hotel. Kami pergi ke sebuah warung makan yang terletak tidak begitu jauh dari homestay tempat kami menginap. Ada seorang turis asing setengah baya yang kemudian mendekati dan mengajak untuk bergabung pergi island hopping ke 3 pulau esok pagi karena karena ada salah satu wisatawan yang ingin sekali pergi ke 3 pulau namun tidak memiliki uang lebih. Sayangnya, kami tidak bisa bergabung karena kami masih lelah dan ingin explore Pulau Derawan terlebih dahulu. Namanya christine, rupanya telah tinggal di Derawan beberapa bulan untuk menjadi guru bahasa Inggris sukarela. Akhirnya kami berbincang-bincang dan menutuskan untuk pergi bersama esok lusa.

                                  ***

SEWA KAPAL CEPAT DARI WARGA SETEMPAT 

Menyewa kapal cepat dari penduduk setempat seharga 900rb (*harga bisa saja sudah berubah). Perjalanan seharusnya di mulai jam 8 pagi, namun cuaca agak mendung akhirnya mundur hingga jam 9 lebih. Sewa kapal belum termasuk makan siang. Trip ke 3 pulau ini akan membutuhkan waktu yang cukup lama, jadi kami harus membawa bekal sendiri. Kami memesan nasi kotak di restaurant dekat dengan penginapan sehari sebelum keberangkatan. Dengan menu Nasi – ikan bakar dengan harga Rp.30rb/Porsi. 

Tujuan pertama kali kami adalah 

PULAU MARATUA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

“Omg” itu adalah kata pertama yang keluar dari mulutku sesaat sebelum kapal berlabuh. Hamparan pasir putih dan birunya air laut menghipnotisku, membuatku terpukau dan rasanya tidak ingin   mengalihkan pandangan mataku ke arah lain. Benar-benar indah. Kami berhenti sebentar di Maratua Paradise Resort. Resort ini memiliki 2 tipe kamar berbeda. Ada vila di tepi pantai dan Vila apung (Water Villa). Lokasi resort sangat strategis dan memiliki view yang luar biasa cantiknya. Namun soal harga, jangan di tanya lagi.  Uang di kantong saya tidak cukup 😂

Terif per malam :

Rp. 660.000/orang untuk villa tepi pantai

Rp. 1.100.000/orang untuk water villa

Dan harga tersebut sudah termasuk makan. 

img_0168-copy

Sebenarnya saya ingin sekali tinggal beberapa hari di Pulau Maratua dan mengexplore setiap sudut pulau ini. Namun, kami tidak memiliki banyak waktu. Semoga saja suatu saat nanti bisa datang kesini lagi. Kemudian kami menuju :

PULAU KAKABAN

Sebelum berenang dengan friendly Jelly Fish. Kami snorkeling di dekat pulau Kakaban. Banyak terumbu karang yang masih sehat dan ikan cantik berenang dengan indahnya. Kami juga bertemu dengan penyu yang sedang mencari ikan. 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Setelah sekitar satu jam berenang, kami naik ke kapal dan kemudian menuju ke Pulau Kakaban untuk berenang bersama Jelly Fish. 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kapal perlahan menuju Dermaga, air surut membuat kapal kesulitan untuk mendekati dermaga. Kami harus turun ke air, naik tangga kemudian berjalan menuju gerbang masuk. 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Membayar tiket masuk sekitar 10.000/orang. Kemudian berjalan diantara pohon-pohon besar sekitar 10 menit hingga Danau. 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Akhirnya tiba juga di Danau. Danau ini memiliki luar sekitar 5 km2. Ada 4 jenis Ubur-ubur yang ada di pulau ini, namun saya hanya bisa melihat 2 jenis saja, takut berenang jauh-jauh saat di tempat ini. Ada banyak Ubur-ubur di tepian tapi tidak sebanyak seperti di beberapa foto yang saya lihat di google. Mungkin mereka takut dengan banyaknya orang yang datang beberapa tahun terakhir ini untuk berenang. 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Saat berenang di tempat ini, jangan memakai Fin, karena fin bisa melukai  ubur-ubur. 

img_9724-copy

Setelah puas berenang dengan Ubur-ubur kami menuju ke : 

PULAU SANGALAKI

Sesampainya di Pulau Sangalaki, kami mencari tempat teduh untuk beristirahat. Kami tinggal lebih lama di Pulau Sangalaki untuk makan siang dan menunggu air pasang agar bisa berenang dengan Manta Ray. 

Pulau Sangalaki sendiri merupakan tempat tujuan penyu untuk bertelur. Dan terdapat penangkaran penyu disini. Jika kalian mengunjungi pulau ini, kalian bisa melihat banyak jejak kaki penyu di pantai namun susah memastikan dimana tempat mereka bertelur karena memang penyu pandai sekali menyembunyikan tempat bertelur mereka. 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Uniknya, ketika melepaskan tukik dengan tubuh di arahkan menuju daratan, dia tahu dan kemudian berbalik  menuju ke arah pantai. 

Setelah beberapa jam menunggu, air pasang tiba dan saatnya kami snorkeling dengan Manta.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kami kembali naik ke kapal dan kemudian berhenti di tengah lautan smbil mengamati Manta. Tampak dari jauh bayangan hitam muncul di beberapa lokasi. Dan saat itu kami menyiapkan peralatan snorkeling kami dan segera terjun ke dalam air. Snorkeling di tempat ini sedikit menakutkan karena dalam sekali 😂

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ada banyak sekali Manta yang berenang bersama kami. Dan kami melihat ada satu Manta yang seluruh bagian tubuhnya berwarna hitam. Sata tidak berani lama-lama berenang karena sudah begitu lelah dan kemudian naik ke kapal sambil menunggu teman-teman selesai.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Setelah kami selesai berenang dengan Manta. Kami menyempatkan untuk mampir ke kawasan mangrove. Kapal kami melaju di antara tanaman mangrove yang indah dan melanjutkan perjalanan pulang ke Pulau Derawan. 

Perjalanan satu hari ke Pulau ini sangat melelahkan, namun kami mendapatkan pengalaman yang sangat menakjubkan. Saya mengulangi lagi trip ke – 3 pulau dengan teman kami yang datang seminggu kemudian. 

Tips :

Sharing cost dengan traveller lain bisa menjadi pilihan untuk menghemat uang. Jangan malu mendatangi turis asing atau turis lokal berbagi kapal mengunjungi 3 pulau. Untuk kapal, kalian bisa bertanya dengan warga setempat. 

Dua Minggu di Derawan! Ngapain aja ???



… aku belajar bahwa kebahagiaan itu adalah hal yang sangat sederhana, namun sulit didapatkan. Tetapi di tempat ini, setiap hal yang terjadi, setiap sudut pulau ini selalu memberikanku kebahagiaan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERASore itu langit mendung perlahan menghilang, kapal dengan perlahan membawa kami menuju dermaga hotel tempat dimana kami akan menginap. Dengan mata berbinar aku mengamati penyu yang berenang bebas tanpa rasa takut di dekat dermaga. Pemandangan yang tidak pernah aku lihat sebelumnya. Segera setelah membayar kapal, kami bergegas menuju ke resepsionis untuk konfirmasi pemesanan yang telah kami lakukan melalui telepon satu hari sebelumnya. Perjalanan menuju Derawan lumayan melelahkan, jadi kami sangat ingin segera beristirahat.

Baca disini cara saya menuju ke Pulau Derawan.

BERKELILING PULAU TIDAK BUTUH WAKTU LAMA

Sebenarnya sewaktu di Pulau Derawan tidak banyak hal yang kami lakukan, hanya menghabiskan waktu untuk melakukan beberapa pekerjaan, snorkeling bersama penyu di dekat dermaga dan 2x island hopping ke Maratua, Sangalaki dan Kakaban. Jadi ketika kami bosan di Hotel – kami berdua pergi berkeliling pulau sambil makan siang di salah satu warung.

img_9930-copy

Pulau Derawan berukuran kecil, berkeliling pulau tidak membutuhkan waktu yang lama. Berjalan di sepanjang pantai dengan pasirnya yang putih dan riak ombak yang tenang membuatku merasakan kedamaian yang memang selalu aku cari ketika mengunjungi pantai. Ahh,,, pantai memang sumber kedamaian. Tak henti-hentinya aku mengambil foto keindahan pantai dari berbagai sudut, mengambil foto batuan karang dan kerang yang tergeletak di pantai, kapal nelayan bahkan kepiting pun tidak lepas dari sasaran tembak kameraku. Dalam waktu dua minggu, sudah ada sekitar 2300 foto yang aku ambil di tempat ini 😂😂😂.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

img_9826-copy

Di Pulau Derawan terdapat beberapa dermaga yang menjorok ke laut. Di tempat ini kita bisa mengamati penyu yang sedang mencari makan dan menghabiskan waktu bersama sahabat atau pacar saat senja tiba. Tempat ini juga merupakan salah satu tempat yang asik untuk foto narsiz 😜

img_0314-copy

Waktu kami mengunjungi pulau ini, tidak banyak wisatawan asing yang datang karena memang bukan high season. Jujur saja tidak murah dan mudah untuk berlibur ke tempat ini, terlebih bagi traveller yang berangkat sendiri dan tidak begitu suka bergabung dengan trip yang sudah banyak di jual oleh travel agent.

img_9894-copy

Tidak ada ATM saat itu. Minggu  pertama uang kami sudah hampir habis 😂. Untungnya masih memiliki sedikit uang asing sebagai back up. Jadi sambil menunggu teman kami datang membawakan bantuan, kami menukarkan uang di bank KalTim yang ada di Pulau ini.

 AKOMODASI DI PULAU DERAWAN

Dua Minggu di pulau Derawan, kami menginap di tiga penginapan yang berbeda. Hotel pertama yang kami tinggali selama beberapa hari pertama adalah :

Reza Homestay

Kami memesan kamar yang menghadap ke laut dengan fasilitas Ac dan Air Panas. Kopi, teh, gula dan termos berisi air panas selalu tersedia di meja depan kamar setiap hari. Sarapan pagi Roti isi coklat kacang dan terkadang Donat.

Tarif terbaru bisa kalian lihat http://derawanhomestay.com/Rooms.htm

Phone : 081347955950

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Hampir setiap hari dan tanpa rasa bosan kami menikmati secangkir kopi sambil melihat penyu berenang di bawah dermaga yang kami duduki. Tidak banyak yang menginap di hotel ini. Jadi berasa booking seluruh area hotel untuk diri sendiri 😂.

img_9979-copy

Barulah ketika weekend tiba, banyak wisatawan lokal yang datang dan di beberapa resort, mereka mengadakan acara hingga tengah malam. Suara music yang cukup kencang terdengar hampir di seluruh area pulau 😂

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Di dekat hotel memang tidak banyak terumbu karang, namun berenang bersama penyu yang berukuran besar merupakan pengalaman yang sangat – sangat menyenangkan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Hotel yang selanjutnya kami tinggali adalah

Mirroliz Pelangi Cottage

Warna – warni bangunan hotel sangat menarik perhatian saya saat pertama kali berjalan-jalan di dermaga utama pulau Derawan. Setetelah itu kami memutuskan menginap 3 hari di hotel ini. Karena lokasi yang tidak begitu jauh dari pelabuhan utama – suasana sekitar hotel ramai akan aktivitas nelayan dan kapal penumpang yang berlalu lalang.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Tarif hotel lebih mahal dari Reza homestay, namun kualitas hotel berbeda jauh. Kamar mandi sangat sempit dan shower sudah rusak. Tidak ada air panas. Pintu hotel juga rusak. Tapi mau bagaimana lagi, kami sudah terlanjur membayar untuk 3 hari kedepan. Dan bisa dipastikan kalau kami tidak akan extend 😂

Terlepas dari semua fasilitas yang kurang begitu memuaskan. Lingkungan yang lebih ramai menjadi hiburan tersendiri bagi saya.

img_0139-copy

Bagi pecinta foto human interest, tinggal di hotel ini bisa menjadi pilihan yang tepat. Karena setiap hari selalu ada aktivitas nelayan yang bisa kita abadikan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ada tempat bermain untuk anak-anak juga. Setiap pagi menu sarapan hampir sama seperti Reza homestay. Kue Donat dan Roti isi kacang coklat. Dari balconi kamar hotel, kita bisa melompat ke laut dan berenang  dengan penyu.

img_0113-copy

Selama tinggal di hotel ini, kami menyempatkan diri untuk berkeliling pulau mencari penginapan lebih bagus, yang nantinya akan kami tempati selama beberapa hari terakhir di Pulau Derawan sambil menunggu teman kami yang akan datang dan kemudian melanjutkan perjalanan kami ke Tarakan.

Phone : 081347315425

Derawan Beach Cafe and Resort

Kami memilih kamar persis di tepi pantai dengan fasilitas air panas dan Ac. Tarif saat itu sekitar 450rb sudah termasuk sarapan dengan menu yang berbeda dari 2 hotel sebelumnya. Di hotel ini ada pilihan menu seperti Nasi Goreng dan Mie Goreng.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Di hotel ini terdapat dermaga panjang dan di ujung dermaga kita bisa snorkeling. Selama saya berenang di beberapa tempat di Pulau Derawan, – tempat ini merupakan salah satu tempat yang bagus untuk snorkeling. Selain penyu, ada banyak terumbu karang dan berbagai macam ikan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Phone : 081346270001 

THINGS TO DO DI PULAU DERAWAN

Berkeliling pulau sambil mengabadikan keindahan pulau Derawan. Di pulau ini juga terdapat makam Saba’ani dan beberapa makam lain yang sayang untuk dilewatkan. Kisah menarik tentang siapa Saba’ani ini bisa kalian baca disini. Jika malas berjalan kaki, kalian bisa menyewa sepeda untuk berkeliling. Sepeda disewakan di dekat dermaga utama di Pulau Derawan.

Snorkeling dengan penyu adalah sebuah keharusan. Meskipun ukuran penyu ini besar namun mereka terkadang merasa terganggu dan selalu menghindar ketika kita mendekati mereka. Jadi usahakan berenang dengan jarak yang tidak terlalu dekat dan alangkah baiknya untuk tidak memegang penyu sekedar untuk narsiz agar mereka tidak ketakutan dan terganggu. 

Island hoping – dengan menyewa kapal dan kemudian mengunjungi :

Pulau Maratua : Melihat indahnya resort dengan jernihnya air laut yang tidak bosan untuk dipandang.

Pulau kakaban : Snorkeling di dekat pulau yang memiliki keindahan terumbu karang dan kemudian dilanjutkan Snorkeling bersama Ubur-ubur di Danau Kakaban.

Pulau Sangalaki : Melihat penangkaran penyu dan ketika laut pasang kita bisa snorkeling bersama Manta Ray

Kawasan Mangrove : Kita bisa mampir mengunjungi tempat ini setelah selesai trip 3 pulau.

Berenang bersama Hiu Paus – Betapa sedihnya kami karena saat itu kami kurang informasi mengenai hal ini. Jadi tidak sempat berenang bersama hiu Paus di perairan Derawan. mungkin lain kali.

Jadi, itulah hal yang bisa dilakukan di Derawan. Untuk cerita lebih lengkap mengenai island hoping. Kalian bisa membaca di post selanjutnya.

Dua minggu di Derawan itu waktu yang sangat sebentar. Rasanya ingin sekali kembali kesana, kembali kesana dan kembali lagi kesana. Keindahan Derawan memang tidak ada duanya!

 



Bus Pagi rute Denpasar – Surabaya via terminal Ubung

Kehabisan tiket pesawat sewaktu searching di http://www.tiket2.com dan minim informasi sewaktu searching di google mengenai bus pagi yang berangkat ke Surabaya dari terminal Ubung, Denpasar menjadi alasan utama saya nulis lagi 😂 (*sebelum lupa dan males nulis juga,,, hehehe,,, ). 

***

Bangun kesiangan, mandi, ngopi dan order gojek. Dari hotel harusnya membayar 14rb tapi dapat diskon 50% jadi 7rb karena pembayaran melalui Go-Pay. Tapi tetep aja sampai terminal saya kasih mas gojek tambahan 10rb buat dia beli pulsa (*ih aku sok baik 😂, ga ding sebenarnya 7rb itu murah sekali dibanding malam sebelumnya saya naik ojek dari terminal dan harus membayar 50rb dan masnya ini bawa motornya juga aman, helm dipakein pulak sama dia 😂 Jadi ga enaklah masak bayarnya cuma segitu). 

Sampai di terminal I have no idea is there any buses that will go to Surabaya or not. Tapi selalu ingat ayat Al-Quran Kun Faya Kun yang sering di ucapin mas. Jadi, mantep aja. Tiba-tiba banyak yang deketin dan tanya mau kemana saya. Saya bilang ke surabaya – dan  ternyara ada bis AKAS – Bus Patas. Saya tidak tahu pasti harga normal berapa. Tapi saya bayar 180rb+20rb (*diminta sama bapak yang ngasi aku informasi busnya) sudah termasuk makan 😀. Tapi aku lihat banyak yang nawar dan mereka di kasi harga lebih murah dari aku 😁. Tapi tidak apa-apa lah. Saya sendiri juga pedagang, jadi ketika ada orang lain menjual barang lebih mahal saya paham. No complain ya. 

Ketika searching di google. Banyak Bus rute Denpasar – Surabaya yang berangkat sore hari. Jadi tidak banyak yang tahu apakah ada Bus yang berangkat pagi hari atau tidak. Dan Ada bus yang berangkat ke surabaya pagi hari. Hanya saja harus menunggu sampai penuh baru bisa berangkat.  Tadi saya sampai jam 9 namun sekarang sudah jam 9.55 Bus belum berangkat. 

Banyak sekali yang ketakutan dengan calo di terminal Ubung karena adanya pengalaman buruk yang tertulis di Media, terutama dengan calo. Tapi saya tidak pernah khawatir dengan hal itu, karena prinsip saya “ketika saya berbuat baik, maka kemanapun saya pergi maka saya akan bertemu dengan orang2 baik pula” dan dengan prinsip itu, saya selalu berusaha berbuat baik kemanapun saya pergi (*minimal tidak arogan atau sak karep’e dewe saat travelling) maka Karma baik akan kembali kepada kita nantinya. Sayapun tidak mengalami hal tidak mengenakan sewaktu di terminal Ubung. Tapi mungkin kejadian tidak mengenakkan bisa saja terjadi oleh orang lain.

Calo biasanya akan berdiri di gerbang masuk terminal. Ketika berhenti disitu maka banyak yang akan menghampiri kita dan bertanya. Usahakan tidak menjawab, kalau kita menjawab tujuan kita pergi mereka akan menyuruh kita untuk mengikuti mereka. Lebih baik diam saja kemudian menuju loket petugas untuk bantuan. 

Bus yang saya tumpangi berangkat pukul 11 siang karena memang menunggu penuh. Dan sampai di Surabaya pukul 11 malam. Perjalanan yang cukup lama. Saya pikir sore hari sudah tiba 😂 ternyata engga. 

Ada alternatif lain yang mungkin bisa di coba (*saya sih belum coba). 

Dari Terminal Ubung naik bus sampai pelabuhan Gilimanuk. Nanti setelah sampai Gilimanuk, kita naik Kapal Ferry ke Pelabuhan Ketapang dilanjutkan ojek ke terminal Banyuwangi dan cari bus ke Surabaya. Nah, dari Banyuwangi ini pasti banyak Bus ke Surabaya. Atau jika waktunya pas, kalian bisa naik Kereta Api ke Surabaya. 

Kalau ada yang sudah coba cara ini, nanti bisa share ya. Kira-kira sampai Surabaya lebih cepat atau malah lebih lama 😂

Simak disini untuk jadwal keberangkatan lainnya. 

 

Finaly, Saparua island here we come!!!

Sebenarnya salah satu alasan kami mengunjungi Pulau Saparua adalah karena kami tidak jadi mengunjungi Pulau Banda dikarenakan cuaca buruk. Akan menjadi momok bagi kami mengarungi lautan selama berjam-jam dengan hujan dan ombak besar (*don’t even want to imagine that). Saat itu juga maskapai Merpati yang melayani penerbangan ke Banda mulai berhenti beroperasi. Jadilah, kami mencari alternatif lain untuk mengobati rasa kecewa kami dengan mengunjungi pulau yang sekiranya dekat dengan pulau Seram dan tidak mengharuskan kami melakukan perjalanan dengan kapal dalam waktu yang lama. Akhirnya setelah bolak-balik setiap halaman di kitab Lonely Planet, saya menemukan informasi mengenai Saparua. Setelah itu kami mencari informasi mengenai things to do, how to get there and where to stay! Ya, bagi saya 3 hal itu adalah hal  paling utama yang benar2 harus saya persiapkan sebelum mengunjungi suatu tempat wisata. Setelah semua siap, kami check out dari hotel di Masohi dan menuju pelabuhan kapal.

island

Menuju Pulau Saparua menggunakan kepal cepat dari Pelabuhan kapal cepat Amahai. Lama perjalanan sekitar 2 jam. Sesampainya di Pelabuhan Saparua, sudah banyak sekali orang-orang berkumpul untuk menawarkan jasa angkut barang atau sekedar menjemput saudara mereka. Langit hari itu sangat cerah dan dari pelabuhan kami melanjutkan perjalanan menuju hotel Putih Lessi Indah. Dalam perjalanan kami berhenti sebentar karena saking takjubnya dengan hamparan pasir putih dan birunya lautan ditambah dengan langit yang cerah yang sudah lama tidak kami jumpai.

island6

Hotel Putih Lessi Indah merupakan salah satu hotel yang terletak sekitar 4km dari Pelabuhan Desa Kulur. Terletak persis di Bibir pantai menjadikan kami semakin betah tinggal disini. Dulu, sewaktu kami menginap tarif per malam sekitar 250.000/orang, sudah termasuk sarapan makan siang dan makan malam. Hal yang sangat saya sukai adalah sewaktu makan siang dan makan malam. Kami semua (*seluruh tamu) duduk di meja makan bersama layaknya keluarga. Berbagi makanan, bercanda dan bercerita banyak hal tentang apa yang di alami sewaktu liburan.

Di hotel ada satu hammock yang dikaitkan di pohon kelapa. Nah, ini tempat kesukaan mas Mike, kalau sudah pegang iPad dan ayun2. Sudah lupa dengan segalanya, termasuk saya 🤓. Jadi saya lebih memilih berjalan-jalan di sepanjang pantai daripada diam di kamar.

island4

Ketika air surut, batuan karang nampak di permukaan dan kalau kita tidak berhati-hati saat berjalan, bisa melukai kaki karena batuan karang disini cukup tajam.

img_5666-copyBanyak hewan-hewan kecil terjebak di lubang bebatuan, seperti ikan warna-warni, kepiting, udang dan belut putih ini 😍 it’s so amazing, i never seen this Animal before in my life,,, Aku tidak tahu jenis apa belut ini, tapi yang pasti disini ada banyak sekali.

island2

Bukan hanya berjalan-jalan di pantai saja, tapi saya juga berjalan-jalan di belakang hotel dan mengambil foto beberapa hewan ini.

island5

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Saat di pulau Saparua, kami mencoba untuk mencari pohon Pala karena saking penasaran dengan tanaman legendaris ini. Tapi kami tidak bisa menemukannya, barulah akhirnya setelah curhat dengan pemilik hotel,  dia memberi tahu bahwa ada pohon Pala di belakang hotel. (*Wew, udah capek muter2 pulau nyari pohon pala, eh ternyata di belakang ada,,,). Dan inilah bentuk buah Pala, masih muda, jadi belum bisa di petik dan di buka untuk cari tahu bagaimana isinya.

island3
Hari kedua dan seterusnya langit kembali mendung dan kemudian disusul dengan hujan deras. Begitu hujan berhenti kami langsung menggunakan kesempatan untuk snorkeling. Yeayy,,,

island7
Air yang begitu jernih, batuan karang dan ikan cantik membuatku terpesona, hingga lupa kalau sudah berenang terlalu jauh dari pantai. Ketika berenang saya merasakan air yang terkadang begitu hangat dan terkadang begitu dingin. Dan mungkin karena ini juga kamera bawah air saya berembun. Tidak bisa mengambil banyak foto karena hasilnya tidak bagus 😪

island8

Belum puas rasanya saat berenang belum bertemu dengan clown fish. Akhirnya saat berenang kembali menuju pantai saya menemukan mereka, hanya saja, kamera sudah tidak berfungsi dengan baik.

island9

Dan setelah snorkeling di Saparua, kamera underwater harus pensiun dini 😥.

Dua Malam di Masohi

Hari itu kami cukup beruntung, meskipun langit mendung – hujan tidak turun, jadi perjananan menuju Masohi sangat lancar terkendali 😁.

Kami memutuskan untuk menuju Masohi karena dari sinilah kami akan menyeberang ke Pulau Saparua. Jadi lebih tepatnya kami hanya transit saja. Tetapi karena sinyal 3G Telkomsel lancar, kami memutuskan untuk tinggal 2 malam di Masohi.

masohi

Kami menginap di Hotel Lounusa beach, memilih kamar apung yang terletak di pantai dimana terdapat banyak sekali tanaman bakau di sepanjang pantai. Tarif kamar sekitar 320rb/malam.

masohi0

Dari teras kamar kami bisa melihat aktifitas nelayan yang sedang mencari ikan dengan kapalnya.

masohi3

Dan saat air pasang, kita bisa langsung meloncat ke dalam air dan berenang. Kejadian lucu kami alami ketika kami berdua memutuskan melompat ke dalam air dari teras kamar hotel. Setelah beberapa jam berada di air dan merasa kelelahan. Kami berenang ke tepian pantai dan berjalan menuju kamar. Baru sadar kalau kamar tidak bisa dibuka karena saya kunci grendel dari dalam 😂😂😂. Terpaksa harus berenang lagi hingga depan kamar dan berfikir bagaimana caranya bisa naik ke teras 😂. Setelah mencari-cari kayu yang bisa di panjat dan dibantu dengan doa kepada Yang Maha Kuasa  😂 akhirnya berhasil naik ke teras ( 😰😰😰  horeee,,,,).

***

Selama di Masohi kami selalu makan di warung SeaFood Julia, dengan menu andalan kami Cumi Goreng Tepung. Setelah makan biasanya kami berjalan-jalan mengelilingi kota Masohi sambil mengambil gambar sekitar.

masohi1

blog-copy

Sepulang dari berkeliling, saya sendiri berjalan-jalan di dermaga dekat dengan hotel dan sunset sore itu sangat cantik. Mendamaikan hati, sayang tidak ada kopi 😰.

masohi-2

Kebiasaan saya sewaktu berlibur adalah mengambil foto sebanyak mungkin. Ketika sampai dirumah hanya saya pilih beberapa saja yang bagus. Dan kemarin sewaktu saya ingin menulis blog tentang Masohi, saya menemukan foto mengejutkan ini. Saya tidak pernah tahu ada anak kecil tersenyum lebar bersembunyi di balik Pohon Bakau ini kalau saya tidak zoom fotonya 😂😂😂

masohi6

Masohi, bagi saya adalah kota yang tenang. Banyak juga pendatang dari Jawa yang tinggal di sana. Rasanya juga bahagia saat bertemu dan berbicara dengan mereka menggunakan bahasa sehari-hari saya ketika di Jawa ❤

Desa itu bernama “Sawai”

Setelah 3 hari di Ora beach resort, kami berencana untuk berpindah menuju Desa Sawai yang katanya merupakan sebuah desa cantik  dengan penduduknya yang sangat ramah (*dan benar saja!!!). Dari Ora beach kami memutuskan  kembali menuju Desa Saleman dan mengendarai sepeda motor menuju Desa Sawai (*which is really really bad idea). Jarak Desa Saleman menuju Desa Sawai tenyata jauh 😣, kami pikir tidak sampai 30 menit sampai, tapi ternyata lebih dari 3 jam. Hujan dan jalanan yang rusak menambah sulitnya perjalanan kami. Teman baru kami Winnie (yang kami kenal sewaktu tinggal di Ora beach) juga berfikir bahwa kamilah yang akan sampai terlebih dulu di Desa Sawai. Perkiraan yang sama-sama meleset, bahkan dia sampai ketiduran saat menunggu kami tiba. Oh iya, sewaktu melakukan perjalanan darat kami juga melewati wilayah Taman Nasional Manusela  dan berkesempatan bertemu dengan 2 Babi hutan yang sangat besar 😁.

sawai1

Kami menginap di Penginapan Lisar Bahari. The owner Pak Ali, adalah seorang yang super baik & ramah. Sewaktu kami menginap tarif per malam 250rb/orang sudah termasuk Sarapan, Snack, Lunch, Makan Malam dan yang pasti unlimited coffee + tea.

2

Malam pertama menginap, hujan turun deras sekali. Rasanya menakutkan karena suara petir dan angin yang sangat kencang tidak mau berhenti. Alhasil, sewaktu bangun pagi, sandal saya hilang sebelah. Kemungkinan terhempas angin dan terbawa ombak ke tengah samudera 😂

***

sawai

Langit di atas Desa Sawai selalu mendung, hal yang bisa dilakukan adalah  berjalan-jalan berkeliling desa. Banyak sekali anak kecil yang sedang bermain & they’re so adorable ❤❤. Jika di beberapa tempat lain, anak-anak akan merasa malu saat di foto. Tapi disini, mereka malah minta foto berulang-ulang. “Lagi kak, lagi …” Begitu teriak mereka.

img_5106-copy

Pandangan saya kemudian teralih kepada 2 orang anak perempuan yang sedang duduk di depan rumah yang berteriak “e kutu e kutu,,,” mereka nampak bahagia karena akhirnya menemukan kutu 😁 so funny ❤

img_4914-copy

Di Desa sawai menjelang sore, kita bisa main ke Sungai.  Ngapain? Ya lihat orang mandi  gitu deh 😂. Di desa Sawai ini terdapat sebuah sungai dimana warga sekitar biasa mencuci baju atau mandi. Sungai ini sangat unik, karena sepanjang tepian aliran sungai  terpasang keramik tempat dimana mereka bisa  mencuci pakaian.

***

sawai2

Hampir sama seperti ora beach, karena cuaca mendung dan hujan, tidak banyak aktifitas yang bisa di lakukan. Jadilah sepanjang hari ngobrol bersama Winnie (*sebenarnya hanya   mendengarkan saja, karena dia sendiri yang cerita banyak sekali dan tidak berhenti-henti 😁) but he’s really cool. Sampai sekarang dia merupakan salah satu sahabat kami yang paling baik.

sawai4

Karena hujan, air di pantai keruh, tidak bisa melihat dengan jelas ketika snorkeling. Sinyal internet yang lamban membuat kami harus segera berpindah ke destinasi selanjutnya . Kali ini kami memutuskan untuk menyewa kapal agar   mengantarkan kami dan sepeda motor kami kembali menuju ke Desa Saleman, agar kami bisa menghemat waktu , namun Pak Ali memberitahu kami untuk pergi ke desa Sebelah Saleman saja. Karena jalan dari sana jauh lebih bagus dan mudah. Beberapa orang terlihat sibuk mengangkat sepeda motor ke atas kapal.

sawai5

***

Saatnya  berpamitan dengan Pak Ali, sebelum pergi, Pak Ali memberikan banyak sekali pisang. Mungkin dia kawatir kami akan kelaparan sepanjang  perjalanan 😁.

img_5153-copy

Dalam perjalanan, saya melihat tebing tinggi, yang menurut saya hampir mirip seperti di Ko Phi Phi (*serius) 😯. Coba saat itu cuaca cerah. Bisa berhenti sebentar buat snorkeling 😂.

***

Terima kasih pak Ali yang sudah sangat membantu kami selama menginap di Lisar Bahari.

Perjalanan kami lanjutkan ke Masohi.

Informasi :

Saya dengar tarif terbaru sekitar 300,000/orang

Nomor telp. 082111181137