Finaly, Saparua island here we come!!!

Sebenarnya salah satu alasan kami mengunjungi Pulau Saparua adalah karena kami tidak jadi mengunjungi Pulau Banda dikarenakan cuaca buruk. Akan menjadi momok bagi kami mengarungi lautan selama berjam-jam dengan hujan dan ombak besar (*don’t even want to imagine that). Saat itu juga maskapai Merpati yang melayani penerbangan ke Banda mulai berhenti beroperasi. Jadilah, kami mencari alternatif lain untuk mengobati rasa kecewa kami dengan mengunjungi pulau yang sekiranya dekat dengan pulau Seram dan tidak mengharuskan kami melakukan perjalanan dengan kapal dalam waktu yang lama. Akhirnya setelah bolak-balik setiap halaman di kitab Lonely Planet, saya menemukan informasi mengenai Saparua. Setelah itu kami mencari informasi mengenai things to do, how to get there and where to stay! Ya, bagi saya 3 hal itu adalah hal  paling utama yang benar2 harus saya persiapkan sebelum mengunjungi suatu tempat wisata. Setelah semua siap, kami check out dari hotel di Masohi dan menuju pelabuhan kapal.

island

Menuju Pulau Saparua menggunakan kepal cepat dari Pelabuhan kapal cepat Amahai. Lama perjalanan sekitar 2 jam. Sesampainya di Pelabuhan Saparua, sudah banyak sekali orang-orang berkumpul untuk menawarkan jasa angkut barang atau sekedar menjemput saudara mereka. Langit hari itu sangat cerah dan dari pelabuhan kami melanjutkan perjalanan menuju hotel Putih Lessi Indah. Dalam perjalanan kami berhenti sebentar karena saking takjubnya dengan hamparan pasir putih dan birunya lautan ditambah dengan langit yang cerah yang sudah lama tidak kami jumpai.

island6

Hotel Putih Lessi Indah merupakan salah satu hotel yang terletak sekitar 4km dari Pelabuhan Desa Kulur. Terletak persis di Bibir pantai menjadikan kami semakin betah tinggal disini. Dulu, sewaktu kami menginap tarif per malam sekitar 250.000/orang, sudah termasuk sarapan makan siang dan makan malam. Hal yang sangat saya sukai adalah sewaktu makan siang dan makan malam. Kami semua (*seluruh tamu) duduk di meja makan bersama layaknya keluarga. Berbagi makanan, bercanda dan bercerita banyak hal tentang apa yang di alami sewaktu liburan.

Di hotel ada satu hammock yang dikaitkan di pohon kelapa. Nah, ini tempat kesukaan mas Mike, kalau sudah pegang iPad dan ayun2. Sudah lupa dengan segalanya, termasuk saya 🤓. Jadi saya lebih memilih berjalan-jalan di sepanjang pantai daripada diam di kamar.

island4

Ketika air surut, batuan karang nampak di permukaan dan kalau kita tidak berhati-hati saat berjalan, bisa melukai kaki karena batuan karang disini cukup tajam.

img_5666-copyBanyak hewan-hewan kecil terjebak di lubang bebatuan, seperti ikan warna-warni, kepiting, udang dan belut putih ini 😍 it’s so amazing, i never seen this Animal before in my life,,, Aku tidak tahu jenis apa belut ini, tapi yang pasti disini ada banyak sekali.

island2

Bukan hanya berjalan-jalan di pantai saja, tapi saya juga berjalan-jalan di belakang hotel dan mengambil foto beberapa hewan ini.

island5

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Saat di pulau Saparua, kami mencoba untuk mencari pohon Pala karena saking penasaran dengan tanaman legendaris ini. Tapi kami tidak bisa menemukannya, barulah akhirnya setelah curhat dengan pemilik hotel,  dia memberi tahu bahwa ada pohon Pala di belakang hotel. (*Wew, udah capek muter2 pulau nyari pohon pala, eh ternyata di belakang ada,,,). Dan inilah bentuk buah Pala, masih muda, jadi belum bisa di petik dan di buka untuk cari tahu bagaimana isinya.

island3
Hari kedua dan seterusnya langit kembali mendung dan kemudian disusul dengan hujan deras. Begitu hujan berhenti kami langsung menggunakan kesempatan untuk snorkeling. Yeayy,,,

island7
Air yang begitu jernih, batuan karang dan ikan cantik membuatku terpesona, hingga lupa kalau sudah berenang terlalu jauh dari pantai. Ketika berenang saya merasakan air yang terkadang begitu hangat dan terkadang begitu dingin. Dan mungkin karena ini juga kamera bawah air saya berembun. Tidak bisa mengambil banyak foto karena hasilnya tidak bagus 😪

island8

Belum puas rasanya saat berenang belum bertemu dengan clown fish. Akhirnya saat berenang kembali menuju pantai saya menemukan mereka, hanya saja, kamera sudah tidak berfungsi dengan baik.

island9

Dan setelah snorkeling di Saparua, kamera underwater harus pensiun dini 😥.

Dua Malam di Masohi

Hari itu kami cukup beruntung, meskipun langit mendung – hujan tidak turun, jadi perjananan menuju Masohi sangat lancar terkendali 😁.

Kami memutuskan untuk menuju Masohi karena dari sinilah kami akan menyeberang ke Pulau Saparua. Jadi lebih tepatnya kami hanya transit saja. Tetapi karena sinyal 3G Telkomsel lancar, kami memutuskan untuk tinggal 2 malam di Masohi.

masohi

Kami menginap di Hotel Lounusa beach, memilih kamar apung yang terletak di pantai dimana terdapat banyak sekali tanaman bakau di sepanjang pantai. Tarif kamar sekitar 320rb/malam.

masohi0

Dari teras kamar kami bisa melihat aktifitas nelayan yang sedang mencari ikan dengan kapalnya.

masohi3

Dan saat air pasang, kita bisa langsung meloncat ke dalam air dan berenang. Kejadian lucu kami alami ketika kami berdua memutuskan melompat ke dalam air dari teras kamar hotel. Setelah beberapa jam berada di air dan merasa kelelahan. Kami berenang ke tepian pantai dan berjalan menuju kamar. Baru sadar kalau kamar tidak bisa dibuka karena saya kunci grendel dari dalam 😂😂😂. Terpaksa harus berenang lagi hingga depan kamar dan berfikir bagaimana caranya bisa naik ke teras 😂. Setelah mencari-cari kayu yang bisa di panjat dan dibantu dengan doa kepada Yang Maha Kuasa  😂 akhirnya berhasil naik ke teras ( 😰😰😰  horeee,,,,).

***

Selama di Masohi kami selalu makan di warung SeaFood Julia, dengan menu andalan kami Cumi Goreng Tepung. Setelah makan biasanya kami berjalan-jalan mengelilingi kota Masohi sambil mengambil gambar sekitar.

masohi1

blog-copy

Sepulang dari berkeliling, saya sendiri berjalan-jalan di dermaga dekat dengan hotel dan sunset sore itu sangat cantik. Mendamaikan hati, sayang tidak ada kopi 😰.

masohi-2

Kebiasaan saya sewaktu berlibur adalah mengambil foto sebanyak mungkin. Ketika sampai dirumah hanya saya pilih beberapa saja yang bagus. Dan kemarin sewaktu saya ingin menulis blog tentang Masohi, saya menemukan foto mengejutkan ini. Saya tidak pernah tahu ada anak kecil tersenyum lebar bersembunyi di balik Pohon Bakau ini kalau saya tidak zoom fotonya 😂😂😂

masohi6

Masohi, bagi saya adalah kota yang tenang. Banyak juga pendatang dari Jawa yang tinggal di sana. Rasanya juga bahagia saat bertemu dan berbicara dengan mereka menggunakan bahasa sehari-hari saya ketika di Jawa ❤

Desa itu bernama “Sawai”

Setelah 3 hari di Ora beach resort, kami berencana untuk berpindah menuju Desa Sawai yang katanya merupakan sebuah desa cantik  dengan penduduknya yang sangat ramah (*dan benar saja!!!). Dari Ora beach kami memutuskan  kembali menuju Desa Saleman dan mengendarai sepeda motor menuju Desa Sawai (*which is really really bad idea). Jarak Desa Saleman menuju Desa Sawai tenyata jauh 😣, kami pikir tidak sampai 30 menit sampai, tapi ternyata lebih dari 3 jam. Hujan dan jalanan yang rusak menambah sulitnya perjalanan kami. Teman baru kami Winnie (yang kami kenal sewaktu tinggal di Ora beach) juga berfikir bahwa kamilah yang akan sampai terlebih dulu di Desa Sawai. Perkiraan yang sama-sama meleset, bahkan dia sampai ketiduran saat menunggu kami tiba. Oh iya, sewaktu melakukan perjalanan darat kami juga melewati wilayah Taman Nasional Manusela  dan berkesempatan bertemu dengan 2 Babi hutan yang sangat besar 😁.

sawai1

Kami menginap di Penginapan Lisar Bahari. The owner Pak Ali, adalah seorang yang super baik & ramah. Sewaktu kami menginap tarif per malam 250rb/orang sudah termasuk Sarapan, Snack, Lunch, Makan Malam dan yang pasti unlimited coffee + tea.

2

Malam pertama menginap, hujan turun deras sekali. Rasanya menakutkan karena suara petir dan angin yang sangat kencang tidak mau berhenti. Alhasil, sewaktu bangun pagi, sandal saya hilang sebelah. Kemungkinan terhempas angin dan terbawa ombak ke tengah samudera 😂

***

sawai

Langit di atas Desa Sawai selalu mendung, hal yang bisa dilakukan adalah  berjalan-jalan berkeliling desa. Banyak sekali anak kecil yang sedang bermain & they’re so adorable ❤❤. Jika di beberapa tempat lain, anak-anak akan merasa malu saat di foto. Tapi disini, mereka malah minta foto berulang-ulang. “Lagi kak, lagi …” Begitu teriak mereka.

img_5106-copy

Pandangan saya kemudian teralih kepada 2 orang anak perempuan yang sedang duduk di depan rumah yang berteriak “e kutu e kutu,,,” mereka nampak bahagia karena akhirnya menemukan kutu 😁 so funny ❤

img_4914-copy

Di Desa sawai menjelang sore, kita bisa main ke Sungai.  Ngapain? Ya lihat orang mandi  gitu deh 😂. Di desa Sawai ini terdapat sebuah sungai dimana warga sekitar biasa mencuci baju atau mandi. Sungai ini sangat unik, karena sepanjang tepian aliran sungai  terpasang keramik tempat dimana mereka bisa  mencuci pakaian.

***

sawai2

Hampir sama seperti ora beach, karena cuaca mendung dan hujan, tidak banyak aktifitas yang bisa di lakukan. Jadilah sepanjang hari ngobrol bersama Winnie (*sebenarnya hanya   mendengarkan saja, karena dia sendiri yang cerita banyak sekali dan tidak berhenti-henti 😁) but he’s really cool. Sampai sekarang dia merupakan salah satu sahabat kami yang paling baik.

sawai4

Karena hujan, air di pantai keruh, tidak bisa melihat dengan jelas ketika snorkeling. Sinyal internet yang lamban membuat kami harus segera berpindah ke destinasi selanjutnya . Kali ini kami memutuskan untuk menyewa kapal agar   mengantarkan kami dan sepeda motor kami kembali menuju ke Desa Saleman, agar kami bisa menghemat waktu , namun Pak Ali memberitahu kami untuk pergi ke desa Sebelah Saleman saja. Karena jalan dari sana jauh lebih bagus dan mudah. Beberapa orang terlihat sibuk mengangkat sepeda motor ke atas kapal.

sawai5

***

Saatnya  berpamitan dengan Pak Ali, sebelum pergi, Pak Ali memberikan banyak sekali pisang. Mungkin dia kawatir kami akan kelaparan sepanjang  perjalanan 😁.

img_5153-copy

Dalam perjalanan, saya melihat tebing tinggi, yang menurut saya hampir mirip seperti di Ko Phi Phi (*serius) 😯. Coba saat itu cuaca cerah. Bisa berhenti sebentar buat snorkeling 😂.

***

Terima kasih pak Ali yang sudah sangat membantu kami selama menginap di Lisar Bahari.

Perjalanan kami lanjutkan ke Masohi.

Informasi :

Saya dengar tarif terbaru sekitar 300,000/orang

Nomor telp. 082111181137

Ora Beach Resort : “Kebahagiaan di antara hujan”

img_4687-copyBisa dibilang perjalanan menuju Ora Beach Resort merupakan perjalanan yang penuh drama dan kesulitan. Pagi itu setelah check out dari hotel, kami masih harus mencari helm karena memang saat menyewa sepeda motor, helm tidak disediakan. Saat berhenti di lampu merah, tentu saja pak polisi tidak membiarkan kami lewat begitu saja 😅Setelah saya jelaskan dengan wajah melas, pak Polisi yang baik hati itu kemudian membantu kami mencarikan tukang ojek agar mengantarkan saya membeli helm.

Setelah berputar-putar keliling kota, saya masih belum juga mendapatkan helm, karena toko helm memang belum buka pagi itu. Hujan deras mulai turun dan sayapun harus kembali dengan tangan kosong. Kemudian Bapak Polisi kembali membantu kami dengan menelpon temannya dan bertanya dimana toko helm yang sudah buka. Akhirnya kami mendapatkan informasi dan menuju toko tersebut. Lega rasanya, toko helm sudah buka dan akhirnya bisa melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Tulehu.

Di tengah perjalanan, ada pohon tumbang dan terpaksa kami harus menunggu sebentar hingga pohon di pinggirkan terlebih dahulu. Sesampainya pelabuhan ternyata kapal cepat sudah berangkat 😂

Tidak habis akal, saat itu juga kami langsung menuju Dermaga Feri Hunimia. Harga tiket sekitar Rp. 55,000,- (*Sepeda motor dengan 2 penumpang). Setelah sekitar 2 jam berlayar, akhirnya sampailah kami di Dermaga Waipirit, Pulau Seram. Perjalanan tidak berhenti disitu, kami masih harus melakukan perjalanan darat sekitar 5 jam menuju ke Desa Saleman  (*driving slow).

img_4304-copy

 

 

 

Hujan sepanjang perjalanan tidak mengalahkan semangat kami untuk segera tiba di mana surga itu berada. Saat itu jalanan menuju desa Saleman rusak parah. kami harus mengendarai motor secara perlahan. bahkan saya memutuskan untu jalan kaki karena saking  takutnya dengan jalanan yang penuh lumpur. Sesampainya di Desa Saleman, kami menitipkan sepeda motor di rumah warga sekitar dengan tarif sekitar 25rb untuk 3 malam dan biaya kapal penyeberangan sekitar 150,000.

img_4365-copy

Lama perjalanan sekitar 10 – 15 menit karena resort ini memang tidak terlalu jauh dari Desa Saleman.

img_4703-copyTarif menginap di Ora beach resort ini memang agak mahal, dan di harga tersebut sudah termasuk makan pagi, siang, snack, dan makan malam.

Hampir setiap pagi hujan turun deras sekali, bahkan kami hanya menikmati hangatnya mentari beberapa saat saja dan kemudian turun hujan lagi. Kami sering sekali melewatkan sarapan. Selain malas, juga karena bungalow kami terletak paling ujung dan kami juga tidak memiliki payung 😑

img_4516-copy

img_4479-copy
rain
img_4510-copy
When she decided to go for breakfast, but nothing much left *confuse*

Sekali memutuskan untuk pergi sarapan, ternyata sudah kesiangan dan makanan tidak banyak yang tersisa 😂. But, at least they still have a lot of coffee.

img_4624-copy
quiet, rain, dark and thunder,,,

Kami memilih bungalow paling ujung, karena dari bungalow ini air terlihat lebih jernih. Bisa melihat banyak ikan dan batu karang dengan jelas.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Fish fish, come to me

So, what we can do in Ora beach Resort instead of watching the fishes & doing nothing?

1 . Snorkeling

Ya, ini merupakan tujuan utama kami! Snorkeling, berenang bersama ikan dan melihat keindahan bawah laut pantai Ora. Saya kurang tahu berapa harga sewa  snorkel karena kami selalu membawa peralatan kami sendiri.

Untuk snorkeling, kalian bisa juga menyewa kapal dan kapal akan mengantarkan kalian ke beberapa spot bagus untuk snorkeling. (*Kami tidak melakukannya karena hujan turun hampir setiap hari selama kami tinggal di sini).

dscn1105-copy
school fish

2. Wandering around the beach resort and taking a lot of picture!

Nah, karena di Pantai Ora sinyal susah dan saya tidak bisa bekerja, maka saya putuskan untuk berjalan-jalan sambil menikmati keindahan pantai dan mengambil foto beberapa hal menarik di sekitar pantai.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Meskipun hujan, dan aktivitas kami terbatas. Namun kami sangat menikmati keindahan, ketenangan, kenyamanan Ora Beach Resort. Semoga suatu saat nanti bisa kembali lagi ke tempat ini!

Informasi :

* Tarif terbaru September 2016

Heading To Ambon

Pagi itu taksi sudah menunggu di halaman rumah. Dengan buru-buru aku meminum kopi yang masih tersisa setengah di cangkir sambil mengambil ransel yang aku taruh di tangga. Rasanya masih lelah karena semalaman terlalu sibuk menyiapkan barang yang akan dibawa. Dan imbasnya tidak bisa tidur nyenyak. Menuju Ambon dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta dengan maskapai Batik Air. Menuju Ambon harus transit dulu di Jakarta. Sampai Ambon malam sekitar pukul 18.30. Kami menyewa mobil dari Bandara menuju Hotel. Dalam perjalanan menuju hotel, saya merasakan nyaman sekali. Seperti pulang ke kampung halaman. Ada rasa lega, bahagia. Atmosfer kota Ambon memberikan kenyamanan yang membuatku yakin kalau aku pasti betah berlama-lama tinggal disini. Perjalanan ke Hotel menempuh waktu hampir satu jam. Hiburan selama di dalam mobil adalah mendengerkan lagu bahasa Indonesia yang sudah di nyanyikan kembali dalam  Bahasa Inggris.  Coba tebak kira-kira lagu apa ini yang sedang di nyanyikan 😀

IMG_3672

Akhirnya sampai juga di Hotel Imperial Inn. Hotelnya agak tersembunyi. Malam itu setelah kami meletakkan barang di kamar. Kami langsung cek koneksi Internet 😀 Wifi dari hotel sangat lambat, tapi koneksi internet dari Telkomsel cepat! Kamar hotel sempit, jadi hari berikutnya kami pindah di kamar yang lebih besar di lantai paling atas. Di kamar yang baru ada balkon kecil juga. Lumayan buat ngeringin baju sambil lihat aktifitas orang di sekitar :p

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Salah satu restaurant yang saya rekomendasikan adalah Rumah Makan Sari Rasa.  Dari depan memang tampak kecil, tapi di dalam ada ruangan besar dengan banyak meja. Ikannya juga masih segar dan dengan sambal yang mantap!

IMG_3678

Selama di Ambon, kami menyewa sepeda motor yang tersedia di hotel dengan tarif 50,000/ hari. Dan kemudian keliling pulau Ambon mengunjungi beberapa tempat wisata dan pantai!