Danau Semayang – Mahakam (Stage 2)

Danau Semayang :

Kapal perlahan-lahan meninggalkan Kota Bangun. Langit gelap masih menyelimuti Mahakam siang itu. Penuh harap, semoga hujan deras tidak turun kembali. Perjalanan ke Sungai Mahakam ketika musim hujan sebenarnya bukanlah waktu yang tepat bagi kami, terlebih kami harus kehilangan waktu karena harus menunggu hingga hujan reda agar bisa kembali melakukan aktivitas.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sekitar 30 menit kemudian, sampailah kami ke Danau Semayang. Ketika musim hujan tiba, debit air di sungai Mahakam yang lebih tinggi dari biasanya menjadikan danau Semayang terlihat sangat luas, hampir seperti lautan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sebenarnya sebelum memasuki kawasan Danau Semayang, ada tempat dimana pesut Mahakam selalu menampakkan diri. Namun, kami belum beruntung karena tidak bisa melihat mereka ๐Ÿ˜ฅ

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Hujan rintik kembali Turun, dari jauh kami sudah melihat sebuah desa terapung. Pak Udin memberitahu kalau kita akan memasuki kawasan Danau Melintang dan desa yang kami lihat itu bernama “Desa Melintang”. Sambil menunggu kapal merapat ke “Desa Melintang” kami menikmati kacang di Danau yang sedang diguyur hujan rintik-rintik. Romantis ya :))

Advertisements

Kota Bangun – Mahakam (STAGE 2)

KOTA BANGUN : Merupakan tujuan kami untuk memulai petualangan menyusuri liarnya sungai Mahakam di Kalimantan Timur. Kota Bangun terletak sekitar 102 km (based on google maps) atau sekitar 3 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan (Kami menuju Kota Bangun dengan bus dari Terminal Sungai Kujang Samarinda).

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Bus yang kami tumpangi berangkat sekitar pukul 14.00 WITA dan sampai di Kota Bangun sekitar pukul 17.00 WITA. Kami langsung menuju Penginapan yang telah kami pesan ketika kami masih berada di Samarinda. Nama Penginapan tempat kami bermalam adalah Penginapan Mukjizat dengan tarif kamar per malam Rp. 135.000,- (AC, TV, 2 Bed, shared bathroom).
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Di penginapan ini kita bisa menikmati kopi unlimited yang disediakan oleh pemilik penginapan. Jadi kami menikmati kopi sambil ditemani indahnya sunset di langit Mahakam. Kota Bangun sendiri terletak di Kutai Kartanegara, ada 2 ATM (Bank Kaltim dan Bank BRI). Koneksi internet dari Telkomsel lancar jaya ;)) bahkan ketika kami berada di danau Semayang. Ketika malam tiba sepanjang jalan utama sudah ada banyak warung makan yang menjual menu standar seperti Ayam Goreng Lalapan, Nasi Goreng, Bakso dan Sate.

IMG_1039 copy
Di Kota Bangun saya tidak mandi loh karena air di kamar mandi keruh, nampaknya air diambil langsung dari sungai dan saya belum siap untuk itu :”> hihiihihi,,, untunglah saya selalu membawa wet tissue sepanjang perjalanan.

***
Pagi hari hujan turun deras sekali, Pak Udin (pemilik ces sekaligus guide kami) sudah datang ke hotel untuk menjemput kami. Rencana pergi pukul 08.00 pun harus kami undur hingga pukul 11 siang, karena kami harus menunggu hingga hujan benar-benar berhenti. Berikut kontak Pak Udin jika kalian berminat melakukan perjalanan ke Mahakam 085 250 733 351 dengan Tarif Rp.1.000.000/ hari. Kalau dihitung-hitung – harga tersebut jauh lebih Murah daripada kita melakukan trip ke Mahakam melalui travel agent yang memberikan harga sekitar Rp. 9.900.000/orang. Kenapa dari travel agent harganya mahal sekali? Karena mereka menggunakan kapal besar yang memiliki beberapa kamar dan itu sudah termasuk makan serta biaya mengunjungi beberapa tempat wisata di sepanjang sungai Mahakam. Nah, kalau kalian memiliki budget lebih dan malas untuk membuat itinerary sendiri, bisa deh ambil tour dari Travel agent di Samarinda! Semakin banyak orang yang bergabung, maka biaya akan semakin murah per-orangnya ;D

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Alternatif lain untuk mendapatkan ces/ kapal yang bisa mengantar kita menyusuri sungai Mahakam adalah dengan mengunjungi dermaga Kota Bangun. Biasanya setelah turun dari Bus, banyak pemilik kapal yang akan menawarkan jasa mereka.

IMG_1051 copy

Di hari pertama rute yang akan kami lewati adalah Danau Semayang, Danau Melintang, Muara Muntai, kemudian menginap di Rumah Panjang (Long House) Tanjung Isuy. Nanti akan saya ceritakan di blog saya selanjutnya!

How to get to Derawan island – versi saya!

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sebenarnya kunjungan ke Kalimantan Timur sudah bulan Oktober tahun 2014 yang lalu, namun belum sempat saya tulis di blog ini. Jadi sekarang saatnya saya akan mencoba mengingat kembali dan menceritakan pengalaman saya menuju Pulau Derawan, Berau – Kalimantan Timur.

Tiket pesawat seperti biasa kami booking dari tiket2[dot]com dengan maskapai Sriwijaya Air. Sriwijaya Air merupakan maskapai bertarif murah yang masih mau memberikan snack on board ๐Ÿ˜€ . Dari Yogyakarta kami transit ke Balikpapan terlebih dahulu dan maskapai mengalami delay sekitar 1 jam lebih (Bagi saya, delay itu merupakan fase galau – karena saya sering merasa lapar ๐Ÿ˜€ ingin duduk santai dan pesan makan di restoran tapi takut kalau tiba-tiba di panggil untuk boarding). Kemudian berangkatlah kami ke Berau, oh iya perjalanan ke berau hanya sekitar 30 menit saja. Sampai di Bandara Berau sekitar pukul 9 malam dan kami memutuskan untuk bermalam di Berau. Saya tinggal di Rumah Kedaung Guest House dengan tarif sekitar 400k/malam.
Paginya saya dikejutkan oleh gerombolan monyet hitam yang bergelantungan di samping kamar hotel. They’re so cuteee,,,,

IMG_9415 copy

***
Dari Berau kami masih harus melanjutkan perjalanan ke Tanjung Batu yang merupakan pelabuhan penyeberangan ke Pulau Derawan. Angkutan menuju tanjung Batu sangat susah sekali, di buku Lonely Planet dikatakan kalau kita bisa mendapatkan mobil yang bisa membawa kita ke Tanjung Batu melalui terminal bus, namun ketika saya bertanya kepada orang sekitar hotel mengenai lokasi terminal bus, tidak ada satupun yang tahu. Akhirnya setelah browsing dengan koneksi internet yang super lemot saya menemukan kontak pemilik mobil angkutan yang bisa menjemput kami di hotel dan kemudian membawa kami ke Tanjung Batu. Berikut kontak mas Andre 085250468396. Lama perjalanan sekitar 2 jam dengan tarif Rp.100.000/orang.

Dari Tanjung Batu, kita beralih transportasi dengan menggunakan kapal kecil menuju pulau Derawan. Harga kapal Rp. 150.000/kapal. Waktu perjalanan tidak sampai 20 menit. Jangan kaget ya ๐Ÿ™‚ transportasi di sini mahal ๐Ÿ˜€

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Akhirnya sampai juga di Pulau Derawan. Ketika kapal akan bersandar di Dermaga, saya melihat ada banyak sekali Kura-Kura besar yang berenang di bawah kapal. Ahh,,, kesan pertama begitu menggoda saya! Tunggu cerita saya selanjutnya ya, karena pagi ini saya ada jadwal mengunjungi kantor SAMSAT untuk perpanjang SIM yang sudah expired 2 tahun :O

STAGE 1 – BUS DARI SAMARINDA – KOTA BANGUN, KUTAI

image

Jadi akhirnya kami memutuskan untuk menyusuri sungai Mahakam tanpa tour agen. Disamping harganya yang selangit (Rp. 9.900.000/person) waktunya juga hanya terbatas, yaitu 5 hari. Untukย  memulai petualangan, kami berangkat ke Kota Bangun, ย Kutai (3 jam by bus from Samarinda) dari terminal Sungai Kujang (alamat & nomor telp. Ada di Foto). Kami memilih untuk naik bus ke Kota Bangun karena banyak wisatawan yang mengatakan bahwa pemandangan sungai dari Kota Bangun lebih indah. Tidak penuh dengan kapal pengangkut Batu Bara (*pemandangan ini yg kita lihat jika kita naik kapal dari Samarinda).
Sambil menunggu bus yang berangkat jam 2 nanti, kami menunggu di Warung makan

“Masakini”

tepat di belakang ruang tunggu. Warung makan ini memiliki Es campur & Soto yang nikmat dengan harga yang bersahabat!

Dibawah ini saya berikan juga informasi keberangkatan dari :

SAMARINDA – MELAK

image

Semoga informasi ini berguna ya ๐Ÿ˜‰