Dua Minggu di Derawan! Ngapain aja ???



… aku belajar bahwa kebahagiaan itu adalah hal yang sangat sederhana, namun sulit didapatkan. Tetapi di tempat ini, setiap hal yang terjadi, setiap sudut pulau ini selalu memberikanku kebahagiaan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERASore itu langit mendung perlahan menghilang, kapal dengan perlahan membawa kami menuju dermaga hotel tempat dimana kami akan menginap. Dengan mata berbinar aku mengamati penyu yang berenang bebas tanpa rasa takut di dekat dermaga. Pemandangan yang tidak pernah aku lihat sebelumnya. Segera setelah membayar kapal, kami bergegas menuju ke resepsionis untuk konfirmasi pemesanan yang telah kami lakukan melalui telepon satu hari sebelumnya. Perjalanan menuju Derawan lumayan melelahkan, jadi kami sangat ingin segera beristirahat.

Baca disini cara saya menuju ke Pulau Derawan.

BERKELILING PULAU TIDAK BUTUH WAKTU LAMA

Sebenarnya sewaktu di Pulau Derawan tidak banyak hal yang kami lakukan, hanya menghabiskan waktu untuk melakukan beberapa pekerjaan, snorkeling bersama penyu di dekat dermaga dan 2x island hopping ke Maratua, Sangalaki dan Kakaban. Jadi ketika kami bosan di Hotel – kami berdua pergi berkeliling pulau sambil makan siang di salah satu warung.

img_9930-copy

Pulau Derawan berukuran kecil, berkeliling pulau tidak membutuhkan waktu yang lama. Berjalan di sepanjang pantai dengan pasirnya yang putih dan riak ombak yang tenang membuatku merasakan kedamaian yang memang selalu aku cari ketika mengunjungi pantai. Ahh,,, pantai memang sumber kedamaian. Tak henti-hentinya aku mengambil foto keindahan pantai dari berbagai sudut, mengambil foto batuan karang dan kerang yang tergeletak di pantai, kapal nelayan bahkan kepiting pun tidak lepas dari sasaran tembak kameraku. Dalam waktu dua minggu, sudah ada sekitar 2300 foto yang aku ambil di tempat ini πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

img_9826-copy

Di Pulau Derawan terdapat beberapa dermaga yang menjorok ke laut. Di tempat ini kita bisa mengamati penyu yang sedang mencari makan dan menghabiskan waktu bersama sahabat atau pacar saat senja tiba. Tempat ini juga merupakan salah satu tempat yang asik untuk foto narsiz 😜

img_0314-copy

Waktu kami mengunjungi pulau ini, tidak banyak wisatawan asing yang datang karena memang bukan high season. Jujur saja tidak murah dan mudah untuk berlibur ke tempat ini, terlebih bagi traveller yang berangkat sendiri dan tidak begitu suka bergabung dengan trip yang sudah banyak di jual oleh travel agent.

img_9894-copy

Tidak ada ATM saat itu. Minggu Β pertama uang kami sudah hampir habis πŸ˜‚. Untungnya masih memiliki sedikit uang asing sebagai back up. Jadi sambil menunggu teman kami datang membawakan bantuan, kami menukarkan uang di bank KalTim yang ada di Pulau ini.

Β AKOMODASI DI PULAU DERAWAN

Dua Minggu di pulau Derawan, kami menginap di tiga penginapan yang berbeda. Hotel pertama yang kami tinggali selama beberapa hari pertama adalah :

Reza Homestay

Kami memesan kamar yang menghadap ke laut dengan fasilitas Ac dan Air Panas. Kopi, teh, gula dan termos berisi air panas selalu tersedia di meja depan kamar setiap hari. Sarapan pagi Roti isi coklat kacang dan terkadang Donat.

Tarif terbaru bisa kalian lihatΒ http://derawanhomestay.com/Rooms.htm

Phone : 081347955950

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Hampir setiap hari dan tanpa rasa bosan kami menikmati secangkir kopi sambil melihat penyu berenang di bawah dermaga yang kami duduki. Tidak banyak yang menginap di hotel ini. Jadi berasa booking seluruh area hotel untuk diri sendiri πŸ˜‚.

img_9979-copy

Barulah ketika weekend tiba, banyak wisatawan lokal yang datang dan di beberapa resort, mereka mengadakan acara hingga tengah malam. Suara music yang cukup kencang terdengar hampir di seluruh area pulau πŸ˜‚

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Di dekat hotel memang tidak banyak terumbu karang, namun berenang bersama penyu yang berukuran besar merupakan pengalaman yang sangat – sangat menyenangkan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Hotel yang selanjutnya kami tinggali adalah

Mirroliz Pelangi Cottage

Warna – warni bangunan hotel sangat menarik perhatian saya saat pertama kali berjalan-jalan di dermaga utama pulau Derawan. Setetelah itu kami memutuskan menginap 3 hari di hotel ini. Karena lokasi yang tidak begitu jauh dari pelabuhan utama – suasana sekitar hotel ramai akan aktivitas nelayan dan kapal penumpang yang berlalu lalang.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Tarif hotel lebih mahal dari Reza homestay, namun kualitas hotel berbeda jauh. Kamar mandi sangat sempit dan shower sudah rusak. Tidak ada air panas. Pintu hotel juga rusak. Tapi mau bagaimana lagi, kami sudah terlanjur membayar untuk 3 hari kedepan. Dan bisa dipastikan kalau kami tidak akan extend πŸ˜‚

Terlepas dari semua fasilitas yang kurang begitu memuaskan. Lingkungan yang lebih ramai menjadi hiburan tersendiri bagi saya.

img_0139-copy

Bagi pecinta foto human interest, tinggal di hotel ini bisa menjadi pilihan yang tepat. Karena setiap hari selalu ada aktivitas nelayan yang bisa kita abadikan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ada tempat bermain untuk anak-anak juga. Setiap pagi menu sarapan hampir sama seperti Reza homestay. Kue Donat dan Roti isi kacang coklat. Dari balconi kamar hotel, kita bisa melompat ke laut dan berenang Β dengan penyu.

img_0113-copy

Selama tinggal di hotel ini, kami menyempatkan diri untuk berkeliling pulau mencari penginapan lebih bagus, yang nantinya akan kami tempati selama beberapa hari terakhir di Pulau Derawan sambil menunggu teman kami yang akan datang dan kemudian melanjutkan perjalanan kami ke Tarakan.

Phone : 081347315425

Derawan Beach Cafe and Resort

Kami memilih kamar persis di tepi pantai dengan fasilitas air panas dan Ac. Tarif saat itu sekitar 450rb sudah termasuk sarapan dengan menu yang berbeda dari 2 hotel sebelumnya. Di hotel ini ada pilihan menu seperti Nasi Goreng dan Mie Goreng.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Di hotel ini terdapat dermaga panjang dan di ujung dermaga kita bisa snorkeling. Selama saya berenang di beberapa tempat di Pulau Derawan, – tempat ini merupakan salah satu tempat yang bagus untuk snorkeling. Selain penyu, ada banyak terumbu karang dan berbagai macam ikan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Phone : 081346270001Β 

THINGS TO DO DI PULAU DERAWAN

Berkeliling pulau sambil mengabadikan keindahan pulau Derawan. Di pulau ini juga terdapat makam Saba’ani dan beberapa makam lain yang sayang untuk dilewatkan. Kisah menarik tentang siapa Saba’ani ini bisa kalian bacaΒ disini. Jika malas berjalan kaki, kalian bisa menyewa sepeda untuk berkeliling. Sepeda disewakan di dekat dermaga utama di Pulau Derawan.

Snorkeling dengan penyu adalah sebuah keharusan. Meskipun ukuran penyu ini besar namun mereka terkadangΒ merasa terganggu dan selalu menghindar ketika kita mendekati mereka. Jadi usahakan berenang dengan jarak yang tidak terlalu dekat dan alangkah baiknya untuk tidak memegang penyu sekedar untuk narsiz agar mereka tidak ketakutan dan terganggu.Β 

Island hoping – dengan menyewa kapal dan kemudian mengunjungi :

Pulau Maratua : Melihat indahnya resort dengan jernihnya air laut yang tidak bosan untuk dipandang.

Pulau kakaban : Snorkeling di dekat pulau yang memiliki keindahan terumbu karang dan kemudian dilanjutkan Snorkeling bersama Ubur-ubur di Danau Kakaban.

Pulau Sangalaki : Melihat penangkaran penyu dan ketika laut pasang kita bisa snorkeling bersama Manta Ray

Kawasan MangroveΒ : Kita bisa mampir mengunjungi tempat ini setelah selesai trip 3 pulau.

Berenang bersama Hiu Paus – Betapa sedihnya kami karena saat itu kami kurang informasi mengenai hal ini. Jadi tidak sempat berenang bersama hiu Paus di perairan Derawan. mungkin lain kali.

Jadi, itulah hal yangΒ bisa dilakukan di Derawan. Untuk cerita lebih lengkap mengenai island hoping. Kalian bisa membaca di post selanjutnya.

Dua minggu di Derawan itu waktu yang sangat sebentar. Rasanya ingin sekali kembali kesana, kembali kesana dan kembali lagi kesana. Keindahan Derawan memang tidak ada duanya!

 



Upacara Adat Belian – Melak (Mahakam)

Setelah kami sampai di Melak. Kami langsung menuju ke Hotel Flamboyan yang berjarak sekitar 100 meter dari dermaga.Β  Tarif menginap Rp.150.000/malam. Berikut nomor telepon Hotel Flamboyan (0545) 41033. Sebagai sarana transportasi, kami menyewa sepeda motor dengan tarif Rp. 100.000/ hari.

Kebetulan pada hari itu kami mendapat informasi tentang upacara adat Belian yang akan dilaksanakan di desa yang berlokasi tidak begitu jauh dari tempat kami menginap. Akhirnya kami memutuskan untuk melihat upacara tersebut di hari berikutnya setelah mengunjungi Lou Eheng.

IMG_2437 copy

Betapa kagetnya saya ketika datang ke lokasi dan menemukan banyak orang yang sedang berjudi :O ternyata saat upacara ini berlangsung Judi dilegalkan lohΒ  πŸ˜€ mau ikut?

Upacara Adat Belian ini merupakan sebuah upacara pengobatan. Ketika upacara berlangsung akan ada tari-tarian dan doa. Penutupnya mereka akan melepaskan kerbau yang telah disiapkan dan kemudian menyembelihnya. Pada bagian menyembelih ini saya lebih memilih melarikan diri dari lokasi karena takut dan kasihan melihat kerbaunya :”<

IMG_2774 copy

Biasanya upacara ini dilakukan berpindah-pindah dari desa satu ke desa yang lainnya. Kalian bisa klik disini untuk informasi lebih lanjut mengenai upacara adat Belian.

Sedikit tentang Muara Pahu (Mahakam – stage 3)

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sebenarnya tidak banyak yang bisa saya ceritakan mengenai Muara Pahu. Muara pahu merupakan sebuah Kecamatan yang terletak di Kutai Kartanegara. Ketika kami tiba di Muara Pahu, kami langsung menuju penginapan yang berlokasi tidak jauh dari Dermaga untuk beristirahat dan bekerja – karena pagi-pagi sekali kami harus melanjutkan perjalanan menuju Melak dengan kapal yang telah kami sewa melalui telepon. Kontak pemilik kapal bisa di temukan di Dermaga.

Hampir sama seperti desa-desa yang kami kunjungi sebelumnya. Jalan desa terbuat dari Kayu Ulin. Jadi kita bisa mengelilingi desa dan melihat aktivitas penduduk setempat. Di Muara Pahu tidak ada ATM, jadi pastikan kalian membawa uang lebih jika ingin menginap disini.

Untuk urusan makan tidak perlu khawatir, karena ada banyak warung yang menjual berbagai macam makanan.

***

Pagipun tiba, kapal sudah menunggu kami di Dermaga. Tarif kapal yang kami sewa adalah 350.000 untuk 2 orang. Pagi itu hujan turun deras, perjalanan menuju Melak sekitar 2 jam, kapal berjalan pelan karena kami ingin mengamati satwa juga :p namun belum beruntung karena tidak melihat apa2 πŸ˜€

***

IMG_2851 copy

[Foto di atas merupakan foto Muara Pahu dari atas yang saya ambil beberapa hari setelahnya- ketika saya melakukan perjalanan dari Melak menuju Balikpapan dengan menggunakan maskapai Kalstar].

Menyusuri sungai hingga Muara Pahu (Mahakam – stage 3)

IMG_1860 copy

Masih ingat kan cerita saya di Blog sebelumnya? Gara-gara Eceng Gondok, kami harus memutar arah dan mengakibatkan perjalanan lebih lama. Tapi apakah ini menjadi masalah untuk kami? Tentu tidak, ini malah menjadi sebuah berkah πŸ˜€ Jadi kami bisa lebih lama menikmati indahnya alam dari atas kapal.

IMG_1820 copy

Kapal kembali melewati Danau Jempang. Pak Udin terlihat sedikit kebingungan mengenai arah menuju Muara Pahu, jadi dia harus menghentikan laju kapal milik penduduk setempat untuk memberi tahu arah mana yang benar. Akhirnya setelah mengendarai kapal selama 30 menit, tampak banyak sekali burung berterbangan secara bebas. Mungkin saat itu bertepatan dengan waktu makan siang bagi burung-burung yang cantik itu.

IMG_1910 copy

Saat kapal memasuki sungai kecil, kami disambut oleh burung berjenis KingFisher. Suasana sungai sangat tenang dan kicauan burung yang silih berganti membuat saya benar-benar merasakan eksotisme Kalimantan. (Saya lupa dengan nama sungai ini, sudah saya coba mencari di Google, namun saya tidak ingin berspekulasi, takut salah. Yang pasti, sungai ini nanti akan bermuara ke Sungai Mahakam – Muara Pahu).

IMG_1965 copy

IMG_2035 copy

Selain bertemu dengan berbagai macam burung yang cantik, kami juga bertemu dengan Monyet Belanda a.k.a Bekantan yang sedang mencari makan. Ada sekitar 8 monyet yang berada di pohon. Yang berhidung paling besar biasanya adalah pemimpin kelompok. Foto di atas bukanlah pemimpin kelompok, karena hidungnya masih kecil. Ketika dia tumbuh dewasa dan sudah siap, dia akan membentuk kelompok sendiri.

IMG_2074 copy

Kami melihat ada 2 ular yang terjebak di perangkap ikan. Ingin melepaskan si Ular tapi takut πŸ˜₯

***
Ketika menyusuri Mahakam, kami tidak melihat banyak Bekantan. Kami juga tidak melihat satupun Burung Rangkong, karena memang habitatnya telah berkurang akibat perburuan liar yang dilakukan oleh orang yang lebih mementingkan kantong sendiri dibandingkan kelangsungan burung yang sudah langka ini. Kami juga tidak melihat Pesut Mahakam. Rasanya ada yang kurang ketika kita pergi ke Mahakam namun tidak melihat Rangkong dan Pesut Mahakam. Semoga saja Tuhan memberikan kami umur yang panjang, rejeki yang berlimpah, kesehatan dan waktu luang yang lebih, supaya kami bisa mengunjungi sungai Mahakam kembali.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sampai juga kami di Muara Pahu dan berakhir juga trip kami dengan pak Udin yang super baik dan ramah! Di Muara Pahu kami akan bermalam dan hari berikutnya kami akan menuju ke Melak dengan kapal umum.

Terimakasih banyak untuk Pak Udin yang sudah banyak membantu kami selama menyusuri sungai Mahakam.Β  Recommended guide pokok’nya!!!

Muara Ohong dan Bangau Tong – tong (Mahakam – stage 3)


Kapal meninggalkan Tanjung Isuy, rasanya sedih karena kami hanya tinggal satu hari saja di tempat yang sangat nyaman, tenang dan dengan penduduknya yang ramah. Terlebih lagi koneksi internet di Tanjung Isuy sangat cepat, cocok sekali sebagai tempat untuk bekerja πŸ˜€

Suasana sangat sepi ketika memasuki desa Muara Ohong, tidak tampak kapal nelayan berlalu-lalang seperti di desa sebelumnya. Muara Ohong ini masih termasuk dalam kawasan Kecamatan Jempang – Kutai Kartanegara.
IMG_1801 copy

Seperti yang telah saya ceritakan sebelumnya, Muara Ohong ini merupakan desa yang terkenal dengan Bangau Tong-tong yang melindungi rumah mereka. Awalnya saya berfikir bahwa Bangau tersebut tinggal bebas, namun saya melihat kaki mereka di ikat agar mereka tidak terbang/ pergi. Bangau Tong – tong ini akan mengeluarkan suara yang sangat keras jika ada hewan atau orang mendekat. Bisa sebagai tanda juga bagi pemilik rumah jika ada hewan liar/ orang asing / bisa juga penjahat yang datang mendekati rumah mereka.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Muara Ohong merupakan desa yang sangat menakjubkan. Ingin rasanya saya memiliki rumah disini πŸ˜‰

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ketika berada di penghujung desa, kapal kami harus berhenti karena ada banyak sekali Eceng Gondok, nampaknya penduduk sedang berusaha membersihkan eceng Gondok yang mengalir di sepanjang sungai. Jadi, kamipun menunggu.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sewaktu menunggu, kami berhenti di depan warung dimana ada beberapa penduduk yang sedang berkumpul. Rupanya mereka sedang membersihkan ikan. Jenis ikan yang mereka tangkap adalah ikan Gabus. Ikan ini nantinya akan di jual. Ikan Gabus merupakan salah satu mata pencaharian mereka. Di pinggir sungai juga terdapat keramba. Mungkin tempat itu adalah tempat mereka berternak ikan Gabus.

***

Ternyata karena saking banyaknya Eceng Gondok, maka kamipun disuruh untuk memutar arah. Tujuan kami berikutnya adalah Muara Pahu. Menuju Muara Pahu nanti, kami akan melewati sungai kecil yang panjang sambil mengamati satwa kembali. Dan sore itu juga merupakan hari terakhir trip kami bersama Pak Udin.

Tanjung Isuy – Mahakam (Stage 2)

Dan tibalah kami di Tanjung Isuy, tempat dimana kami akan bermalam di rumah panjang (Rumah Lamin/Long House) Dayak Benuaq Ohong! Tanjung Isuy terletak di tepian Danau Jempang – Kutai Kartanegara! Dari Dermaga, kami masih harus berjalan sekitar 200m menuju Rumah Lamin dan melewati perkampungan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Foto di bawah ini adalah Rumah Panjang / Rumah Lamin / Long House tempat kami menginap. Namanya LOUU TAMAN ZAMRUD. Bagian depan merupakan tempat tinggal pemilik, sementara di bagian belakang adalah tempat kami tinggal atau tempat penginapan berada. Harga menginap cukup murah yaitu Rp.50.000/orang dengan fasilitas kamar standar denganΒ  kipas angin. Di belakang terdapat teras kecil yang menyajikan pemandangan hutan yang luas. Di Rumah panjang ini juga menjual berbagai macam souvenir, seperti ukiran dan kain tenun. Souvenir bukan hanya tersedia di rumah Panjang ini saja, beberapa rumah penduduk juga menjual berbagai macam souvenir. Michal membeli sebuah ukiran kayu persegi panjang, yang terdapat ukiran berbagai macam hewan didalamnya. Penjual menjelaskan bahwa ukiran tersebut merupakan kalender bagi suku dayak.

***

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Untuk makan malam, saya membeli sate di warung yang terletak tidak begitu jauh dari tempat kami menginap. Selain warung Sate, ada juga yang menjual Nasi Goreng dan Mie Goreng.

IMG_1574 copy

Ketika pagi datang, kami disuguh dengan secangkir kopi hangat sambil membicarakan rencana selanjutnya dengan pak Udin ( tahap ke-3 / Stage 3). Cuaca lumayan cerah, jadi kami berangkat sepagi mungkin agar bisa menghasilkan foto yang lebih bagus dari hari sebelumnya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kapal siap berangkat dan rencana kami yang pertama adalah mengunjungi Muara Ohong. Sebuah desa kecil yang terkenal dengan Bangau Tong-Tong sebagai pelindung mereka! Sampai jumpa lagi di cerita saya selanjutnya tentang Muara Ohong πŸ˜‰

Desa Jantur – Mahakam (Stage 2)

Setelah perut kenyang dan hati senang πŸ˜€ kami melanjutkan perjalanan ke Desa Jantur. Desa Jantur ini termasuk dalam kecamatan Muara Muntai – Kutai Kartanegara. Perjalanan dari Muara Muntai ke Desa Jantur sekitar 1 jam lebih. Dalam perjalanan kami melihat Lutung ( *jujur ini pertama kali saya melihat lutung, dulu sering dikatain mirip lutung karena kulit saya hitam, tapi ternyata lutung lebih hitam ;D ) Selain Lutung, ada juga grey monkey, sekumpulan burung bangau putih dan bangau Tong-Tong.

IMG_1274 copy

Sebelum memasuki desa Jantur, terlihat banyak nelayan yang sedang sibuk mencari ikan.

IMG_1338 copy

Memasuki Desa Jantur, terlihat rumah apung milik penduduk di sepanjang tepian sungai. Hampir sama di beberapa desa lainya, Jalanan di sepanjang sungai terbuat dari Kayu Ulin. Karena cuaca membaik dan tidak turun hujan, kami memutuskan untuk berjalan-jalan di desa sementara pak Udin menunggu kami di ujung Desa.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Jalan-jalan di sepanjang desa sangat menyenangkan sekali, ada banyak hal yang bisa kami abadikan. Mulai dari rumah warga yang khas, aktivitas penduduk dengan kapal mereka, anak-anak kecil yang menggemaskan, hingga mengabadikan foto saya sendiri :)) hahahaa,,,,,

IMG_1437 copy

Di Desa Jantur terdapat bangunan Masjid yang sangat cantik. Waktu itu kami sampai di Jantur pukul 15.00 WITA. Jadi bagi teman muslim pas banget waktunya untuk menunaikan Ibadah Sholat Ashar jika melakukan trip ke Desa Jantur via Kota Bangun.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Pak Udin sudah menunggu kami dan saatnya bagi kami untuk melanjutkan perjalanan ke Tanjung Isuy dan menghabiskan malam di Rumah Panjang (Long House) milik Dayak Benuaq Ohong!

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sampai jumpa di cerita saya selanjutnya πŸ˜‰

Muara Muntai – Mahakam (stage 2)

IMG_1206 copy

Setelah melewati Desa Melintang, kami melanjutkan perjalanan ke Muara Muntai untuk beristirahat makan siang. Dalam perjalanan, kami melihat jembatan yang hampir roboh,Β  namun masih kuat menopang kendaraan yang melintasinya. Sempat khawatir jembatan kayu itu akan roboh ketika kami berada di bawahnya :O
IMG_1209 copy
Muara Muntai terletak tidak begitu jauh dari Desa Melintang. Hanya saja kapal yang kami tumpangi berjalan pelan – sambil mengamati sekeliling sungai dan berharap bisa melihat Pesut Mahakam yang memang sudah langka keberadaanya. Sepanjang perjalanan kami bertemu dengan orang setempat yang sangat ramah, mereka selalu menyapa kami.

IMG_1191 copy

Awan mendung perlahan-lahan menghilang dan mulai terlihat matahari menampakkan cahayanya meskipun hanya sebentar saja.Β  Ketika mendung sekeliling terlihat begitu suram dan memberikan atmosfer “negatif” bagi saya. Jadinya ga semangat gitulah πŸ˜€

IMG_1233 copy

Di tepi sungai Mahakam, kami melihat warung apung yang menjual berbagai macam kebutuhan pokok penduduk sekitar. Jadi kalau kita haus atau lapar kita bisa mampir untuk beli jajan. Warungnya lumayan lengkap loh, ada Ice Cream juga ❀ ❀

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kapal berhenti di Dermaga Muara Muntai. Dari Dermaga terlihat jembatan kayu yang di Cat dengan warna Kuning. Menurut sumber yang saya baca, dulu sepanjang jalan di daerah Muara Muntai ini terbuat dari Kayu Ulin, namun sekarang terlihat di beberapa tempat, kayu ulin sudah berganti dengan beton.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Muara Muntai merupakan salah satu kecamatan di Kutai Kartanegara, jadi tidak heran kalau tempat ini lebih ramai. Terdapat beberapa warung makan dan tersedia juga penginapan jika ingin bermalam. Berikut nama penginapan yang ada di Muara Muntai :

1. Penginapan Srimuntai +6285 349 630 030
2. Hotel Nita Wardana +6281 347 108 478

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Setelah makan siang selesai, kami melanjutkan perjalanan menuju Desa Jantur sambil mengamati satwa di sepanjang sungai Mahakam!
Seperti apa Desa Jantur? Tunggu cerita saya selanjutnya ya πŸ˜‰

Desa Melintang – Mahakam (Stage 2)

Desa Melintang : merupakan sebuah desa yang terletak di sepanjang sungai Melintang dan masih di kawasan Danau Melintang. Kapal yang kami tumpangi pelan-pelan merapat memasuki desa Melintang.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ketika memasuki desa, terlihat penduduk sekitar yang berlalu-lalang dengan kapal mereka. Terlihat juga sekumpulan anak-anak yang sedang bermain .

IMG_1160 copy

IMG_1125 copy

Pak Udin menawarkan kami jika ingin berhenti dan berjalan-jalan di desa. Namun, kami tidak ingin karena saat itu hujan rintik turun kembali. Jadi kami minta Pak Udin untuk berjalan pelan supaya kami bisa mengambil foto pemandangan dan penduduk yang sedang melakukan aktivitas mereka.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Tidak banyak hal yang bisa kami ceritakan dari desa ini, namun jika kalian mengunjungi tempat ini tidak ada salahnya untuk mampir dan menyusuri jalan desa yang terbuat dari Kayu Ulin. Setelah dari desa Melintang kami akan menuju Muara Muntai untuk makan siang.