BERKELILING PULAU & SNORKELING DI NUSA LEMBONGAN

Buka-buka hardisk, terus nemu foto liburan sewaktu tahun baru 2013 di Nusa Lembongan, Bali. Dan tiba-tiba pengen banget liburan ke sana lagi πŸ˜₯ Bawaanya Baper kalau masih banyak pekerjaan terus nemu foto-foto liburan πŸ˜€
IMG_3258

Berangkat ke Nusa Lembongan dari Sanur dengan Kapal cepat. Tapi lupa berapa biaya saat itu. Kayaknya dulu dapet harga mahal untuk sekali jalan :/ kebiasaan kalau pergi sama Michal, pasti dapet harga mahal (Seperti pas ke Bali Bird Park, mosok aku di kasi harga turis, padahal kan aku orang Indonesia. Protes deh, terus Petugas bilang kalau dia mikirnya aku ini dari Kamboja :O).

IMG_3343

Bulan Desember cuaca buruk, ombak besar. Hujan hampir setiap sore. Jadi setelah berada di Nusa Lembongan pun hanya berada di sekitar hotel saja. Kami menginap di El Chiringuito, Nusa Lembongan selama beberapa hari.  El Chiringuito merupakan hotel kesukaan saya sepanjang traveling di Bali. Terletak paling ujung. Sangat Sepi dan dekat dengan hutan mangrove. Snorkeling dengan menyewa kapal hanya membayar 250,000 saja ( harga mungkin berubah sekarang). Ketika berada di Nusa Lembongan, kami lebih suka makan di Hotel karena ibu-ibu yang bekerja disana enak banget masakannya. Tapi, kabar duka datang setelah beberapa hari kami tinggal di Nusa Lembongan. Ibu-ibu yang bekerja di hotel, yang pandai memasak meninggal 😦 Betapa sedihnya kami! Karena pegawai hotel juga hanya beberapa & masih kerabat dekat. Jadi setiap pagi, hotel sebelah yang menyiapkan sarapan buat kami, karena memang tidak ada staff yang di hotel.

***

Selama di Nusa Lembongan, kami menyewa sepeda motor daengan harga 50,000/hari dan berkeliling pulau. Menyebrangi jembatan penghubung ke Nusa Ceningan. Dan menikmati pemandangan Blue Lagoon Cliff Jump sambil lihat orang bernyali tinggi melompat ke laut πŸ˜€ aku lihat aja, ombaknya gede banget sih, terus kayaknya dalem gitu πŸ˜€
Dari sini kita juga bisa melihat peselancar.

IMG_3559

Ketika mengelilingi Pulau Nusa Lembongan kalian akan sampai di bukit dimana kalian bisa melihat rumah warga/ hotel dan lautan lepas.

IMG_3729

Ada beberapa tempat yang kami kunjungi, yang nantinya akan aku tulis di blog selanjutnya. Kalau di tulis disini kepanjangen πŸ˜›

BLUE LAGOON – PASIR PUTIH & SNORKELING

Tulisan pertama di tahun 2016, liburan ke Blue Lagoon sebenarnya sudah tahun lalu. Tapi sebelum memori terhapus karena penuaan, lebih baik saya tulis sekarang πŸ˜€

Pantai Blue Lagoon, merupakan sebuah pantai berpasir putih tersembunyi yang terletak tidak begitu jauh dari dermaga Padang Bay.

Blue Lagoon - Padang Bai3 copy

Pantai ini berukuran kecil, namun memiliki spot yang bagus untuk Snorkeling.

IMG_0405 copy

Masuk ke tempat wisata ini gratis. Cuma bayar parkir aja Rp. 2000,- Kalau capek bisa pijat atau makan di restoran yang ada di Pantai ini.

Apabila masih bingung untuk menuju kesana, kalian bisa mencari pantai “Blue Lagoon” dari Google maps, & dengan senang hati Google maps akan memberitahu posisi pantai ini πŸ˜›

I left my “heart” in Amed

IMG_8987 copy

AMED – merupakan sebuah desa di Bali Timur yang memiliki keindahan pantai yang sangat luar biasa (menurut saya lho ya ,,, ). Saya jadi teringat dengan perjalanan pertama kali kami ke tempat ini sekitar tahun 2012 yang lalu. Ketika itu kami tidak sengaja menemukan tempat ini saat mencari ATM untuk membayar penginapan di Tulamben (di Tulamben belum ada ATM saat itu). Hingga akhirnya kami menemukan satu-satunya ATM BRI di pertigaan ke arah Amed & Amlapura (tapi tidak bisa ambil uang dari ATM tersebut sehingga kami harus menuju Amlapura). Setelah mengambil uang kami melewati pantai di Amed dan akhirnya memutuskan untuk bermalam disana karena hari sudah sore dan terlalu lelah untuk kembali lagi ke Tulamben. Deretan jukung yang berjejer rapi di sepanjang pantai dan megahnya Gunung Agung – yang meskipun hanya terlihat sebagian dari balik bukit membuat saya langsung jatuh cinta dengan tempat ini, apalagi setelah saya tahu kalau di tempat ini ada beberapa spot yang bagus untuk snorkeling (makin jatuh cinta dehh ,,, :D). Saat itu kami memutuskan untuk menginap di sebuah vila yang bernama “Double One Vila”Β  dan bertemu dengan pak Made (pegawai di vila tersebut) yang kemudian menjadi teman baik hingga sekarang. Sejak saat itu kami sering mampir ke Amed jika mengunjungi Bali.Β  Kalau kata mas Michal sih “Belum ke Bali rasanya, jika belum berkunjung ke Amed“.

IMG_8872 copy

IMG_8882 copy

IMG_8947 copy

Foto – foto di atas merupakan foto terbaru yang saya ambil beberapa hari yang lalu sebelum meninggalkan Bali untuk menuju Lombok. Sekarang, sudah banyak bangunan baru berdiri dan semakin banyak warung makan, pertokoan dan ATM pastinya. Namun, ada hal yang membuat saya sedih karena ada beberapa makanan yang saya beli ternyata sudah kadaluwarsa dan penjual juga nampaknya tidak cek tanggal kadaluarsa setiap produk dan tetap menjualnya. Saya pikir karena toko baru jadi barang-barangya baru, ternyata tidak! Jadi ini bisa buat pelajaran bagi kita semua ya gaes – untuk selalu cek tanggal kadaluwarsa sebelum membeli makanan atau minuman dalam kemasan.

Untuk menuju ke Amed sangatlah mudah, bisa dengan sepeda motor atau mobil (perjalanan mungkin akan memakan waktu sekitar 2 jam dari Denpasar). Oh iya, ketika kalian melakukan perjalanan dari Denpasar menuju Amed, ada beberapa tempat wisata yang bisa kalian kunjungi, yaitu :

  • Padang Bai : Merupakan pelabuhan penyebrangan menuju Pulau Lombok, di dekat pelabuhan ada sebuah pantai kecil yang bernama “Blue Lagoon”. Kalian bisa snorkeling disana.
  • Candidasa : Bagi saya & Michal, tempat ini merupakan tempat persinggahan untuk makan siang. Warung makan favourite kami adalah “Temple Cafe & Seaside Cottages”. Jika memiliki waktu lebih, kalian juga bisa mengunjungi Obyek Wisata Tenganan dan snorkeling. Tidak jauh dari Candidasa juga terdapat sebuah pantai berpasir putih yang bisa kalian kunjungi. Namanya Pantai Pasir Putih, namun ada juga yang menyebutnya White Sand beach.
  • Amlapura : Di Amlapura terdapat Taman Air Ujung Sukasada. Saya belum pernah mengunjungi tempat ini sih, cuma sering lewat saja. Tapi bisa dilihat dari jalan kalau tempat ini sangat bagus.
  • Karangasem : Disini kalian bisa pergi ke Taman Air Tirta Gangga dan bisa juga mampir ke restoran untuk membeli Arak beras Merah πŸ˜€

Oh iya, sekarang kami sudah berada di Lombok dan sebentar lagi akan menuju Gili Air yang merupakan satu-satunya Gili yang belum pernah kami kunjungi. Saya packing dulu ya πŸ˜‰ sampai jumpa di cerita saya selanjutnya!

Salam Wisata!

Pawai Ogoh-Ogoh + Musik = Happiness

Rasanya masih ngantuk setelah tadi malam mengikuti serangkaian upacara menjelang Hari Raya Nyepi di Ubud. Acara di mulai dari pembersihan roh jahat di Vila, David dan mbak Ketut (Pemilik Vila) dan saudara mbak Ketut berdoa sambil kemudian berkeliling rumah membunyikan kentongan dan berteriak-teriak untuk mengusir roh jahat di Vila. Kemudian mbak Ketut memberikan canangsari yang saya letakkan di meja depan dan tempat kerja Michal di lantai dua. Mbak Ketut sangat baik, saya lupa kemarin untuk memberikan parcel tahun baru dan saya juga belum sempat memberikan gift untuk mbak Ketut, padahal mbak Ketut udah mijitin saya setelah kecelakaan kemarin πŸ˜€
Alunan musik sudah mulai terdengar dari arah jalan raya, nampaknya pawai Ogoh-Ogoh sudah di mulai. Akhirnya tanpa menunggu lama, kami langsung menuju ke Jalan raya untuk mengikuti pawai Ogoh-Ogoh!

IMG_1033 copy

Sepanjang jalan sudah ramai sekali, semua sangat antusias dengan pawai Ogoh-Ogoh ini (termasuk saya). Ada sekitar 15 hingga 20 orang yang mengangkat Ogoh-Ogoh ini, mereka bukan hanya mengangkat, namun menggoyang-nggoyangkan dan memutar-mutarnya sambil berteriak ala ala Syahrini “MAJU MUNDUR MAJU MUNDUR CANTIK CANTIK,,,” Kalau tidak hati-hati Anda bisa tertabrak mereka karena jalan yang sempit sementara ukuran Ogoh-Ogoh besar sekali.

IMG_1019 copy

Hari ini jalanan tampak sepi, tidak ada satupun sepeda motor atau mobil yang lewat. Hanya terlihat Bapak-Bapak menggunakan baju hitam (Pecalang) yang berkeliling. Untung ya sekarang sudah ada internet, jadi ga bosan meskipun seharian di rumah.
Menyenangkan sekali bisa merayakan Hari Raya Nyepi 2015 ini di Ubud – Bali. Saya benar-benar mengagumi setiap budaya yang Bali miliki. Mungkin tahun depan jika masih di beri kesempatan saya ingin sekali merayakan Hari Raya Nyepi di Bali.

Careless Traveler “ouchhh….”

Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari Minggu. Saya tertabrak sepeda motor saat mengambil barang yang jatuh di tengah jalan πŸ˜€ Kemungkinan kesalahan saya karena saya tidak tahu ada motor yang melaju kencang di belakang saya, begitu saya mengambil barang dan berbalik, ada motor yang menabrak saya. Kejadian begitu cepat, saya merasa syok dan sempat tidak bisa bernafas (mungkin itu disebabkan trauma benturan dan kaget). Kemudian tiduran deh di pinggir jalan raya πŸ˜€ )
Rasanya itu malu ketika orang lalu lalang dan melihat Anda terkapar tak berdaya di pinggir jalan raya. Tapi disaat saya merasakan sakit, saya mulai menangis, bukan karena rasa sakit, tapi karena orang yang sangat saya sayangi begitu panik,,, dia berteriak ambulan, dokter, hospital,,, sementara tidak ada satu taksi pun yang lewat jalan tersebut. Hingga akhirnya ada seorang pria bule yang baik hati membawa saya ke Rumah Sakit di Gianyar.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Luka lecet hanya di tangan saja. Meskipun rusuk bagian depan masih sakit sampai sekarang (5 hari setelah kecelakaan) tapi bersyukur karena tidak ada pendarahan di bagian dalam dan tidak ada tulang rusuk yang patah.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Hp saya juga mengalami kerusakan, namun it’s emejing, karena touch screen masih sangat responsif dan performa juga masih sangat cepat. Mungkin kerusakan ini sudah menjadi pertanda kalau saya harus ganti hp baru yang lebih bagus lagi :p (Mas Pacar,,, beli’in Samsung Galaxy Note 4 plis πŸ˜€ )

Oh iya, sehari setelah saya tertabrak motor saya merasa trauma dan tidak bisa tidur. Dan saya menemukan bahwa berbicara dengan seseorang tentang apa yang saya rasakan ketika mengalami trauma tersebut membuat beban berkurang dan perasaan akan lebih nyaman.

Jadi intinya : harus lebih berhati-hati saat berada di jalan raya πŸ™‚ Apalagi di Bali. Seketika jalanan sepi akan menjadi ramai sekali karena di Bali sering ada upacara Adat. Semua orang berlomba dengan waktu agar sampai pekerjaan tepat waktu sebelum jalan di tutup karena adanya perayaan tersebut. Jangan jadi careless traveler macam saya ya πŸ˜€

Salam perih!!!!

Bali Butterfly Park

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

18 Maret 2015 :

Cuaca di Ubud mulai kembali terik setelah beberapa minggu langit biru tertutup awan tebal yang kemudian disusul dengan hujan. Sayang rasanya untuk melewatkan waktu cerah ini hanya dengan tinggal di rumah dan bekerja. Jadi kami memutuskan untuk mengunjungi Bali Butterfly Park yang terletak di Jln. Batukaru – Tabanan. Untuk menuju kesana kami menggunakan sepeda motor dan lebih memilih melewati jalan kampung dan melewati persawahan daripada jalan utama. Melewati jalan kampung dan persawahan lebih menyenangkan, meskipun kami harus memperlambat laju sepeda motor karena kondisi jalan yang rusak parah πŸ˜‰ but it doesn’t really matter because that’s the part of adventure πŸ˜€

Hingga akhirnya 45 menit kemudian kami sampai di Bali Butterfly Park. Tiket masuk US $ 8.50/ orang. Kemarin saya membayar 170.000 untuk 2 orang, jadi kalau dihitungΒ  per-orang hanya membayar sekitar Rp. 85.000 ( loh, padahal kan dolar lagi naik jadi Rp. 13,000 :p )

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Selain Kupu-Kupu, mereka juga memiliki berbagai macam koleksi kumbang dan belalang. Salah satunya yang sangat menarik perhatian saya adalah Belalang Daun Pulchifolium (Pulchifolium leaf). Belalang ini berbentuk hampir sama seperti daun. Dan biasanya mereka hidup di Pohon Jambu biji.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Dalam kawasan taman Kupu-Kupu, terdapat museum yang memiliki ratusan koleksi belalang, kupu-kupu dan kumbang yang telah dikeringkan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Terdapat toko souvenir yang menjual berbagai macam gantungan kunci dan kaos dengan kisaran harga 35rb hingga ratusan ribu. Mereka juga menjual Kupu-Kupu yang telah di awetkan dengan kisaran harga 1jt hingga 2jt (murah lah ya ,,, hahhaa πŸ˜€ ).

Tempat ini tidak begitu luas. Jika kalian sudah punya anak, bisa juga mengajak anak-anak kalian untuk berkunjung ketempat ini,Β  karena tempat ini bisa sebagai tempat pembelajaran bagi mereka agar lebih mengenali berbagai macam spesies Kupu-Kupu yang sangat cantik. Namun harus tetap berhati-hati karena kemarin saya sempat melihat ular dan segerombolan ulat yang membuat saya merinding!

PULAU MENJANGAN – BALI

You must jump deep into the sea, so you will see what lies under! Dont be surprise ’cause the reality is more beautiful than what you think!
IMG_0219 copy

One of the most beautiful place that i have ever seen in my whole life through. Kenapa aku bilang sedemikian heboh? Karena pulau Menjangan selain memiliki keindahan bawah laut yang sangat WOW, disinilah tempat aku memulai petualanganku berenang diantara terumbu karang dan berbagai macam ikan cantik. Tiga tahun yang lalu ditemani my beloved boyfriend yang sampai sekarang masih menjabat di posisi tersebut, dengan seperangkat snorkeling lengkap (*dibayar tunai) tak lupa life jacket (*sumpeh yee, jaman itu masih parno tingkat dewa ketika berenang di kedalaman laut yang lebih dari 5meter) kita berenang diantara coral garden kemudian sampailah kita into the deep coral wall. Dimana letak surga berada. Dan sekarang, aku berenang bebas tanpa life jacket (… and im so proud of my self,, xixiixi :p). Banyak sekali ikan berenang di antara kami dengan ramahnya seakan-akan sudah terbiasa dengan kedatangan makhluk Tuhan yang paling sexy ini :”> hehe,,

IMG_0223 copy

Untuk Snorkeling di pulau Menjangan ini kami harus membayar sekitar 630rb (*exclude Snorkeling equipment: karena alasan pribadi kami lebih suka membawa alat kami sendiri :p ). Perjalanan sekitar 1jam (Round Trip) jadi kami memiliki waktu 2 jam untuk snorkeling. Saat itu, cuaca sangat cerah & ombak tidak besar. Sayangnya kami tidak membawa kamera underwater. But, selalu ada lain waktu. Dan aku pasti akan kembali lagi ke Pulau ini πŸ™‚

MONKEY FOREST UBUD

Siapa sih yang ga tau Ubud? Tempat yang menjadi lebih terkenal sejak kemunculanya di film “Eat, Pray, Love”. Movie yang cukup romantis saat itu ( Soalnya nonton ditemenin pacar, coba kalau nonton cuma sama temen,,, pasti garing πŸ˜€ ).
Jadi, disini aku mau berbagi cerita tentang Monkey Forest Ubud.
IMG_0078 copy
Seingat saya Tiket Masuk waktu itu sekitar Rp. 20.000. Karena namanya Monkey forest, tentu saja yang ada disana adalah monkey a.k.a Monyet. Tapi harus benar2 berhati-hati ya, banyak monyet nakal yang suka mengambil barang bawaan seperti Kamera, tas, kaca mata and all the shinny thing around your body. So, you must be “aware”. Kejadian menarik sempat aku alami, ketika ada seekor anak monyet yang datang menghampiri kakiku. Merengek, minta dikasi makan sepertinya. Kemudian aku beranikan diri untuk jongkok disamping dia sambil menunggu my beloved boyfriend mengambil fotoku dengan monyet kecil itu. Tiba2 dia naik ke kakiku. And i feel so exited, ’cause i never been so close with this kind of wild animal like this before. But that feeling just short, very-very short :/ ‘ he start to grab my t-shirt off and searching for
something hidden’ inside ,, xoxoxoo,,,, i think he’s thirsty :p.
IMG_0083 copy
Akhirnya saya berikan makanan kemudian dia pelan-pelan tetapi pasti turun dan pergi jauh ditelan dedaunan. ufhhhhh,,,,,, akhirnya!
Suasana di Monkey Forest sangat sejuk karena banyak sekali pepohonan rindang. Di Monkey forest ini juga terdapat Pura Besar yang digunakan untuk upacara keagamaan. Tapi sayangnya saya tidak bisa upload foto Pura tersebut karena hardisk saya telah beristirahat dengan tenang & hanya tinggal kenangan πŸ˜€ Tapi akhir Februari 2015 mendatang saya akan ke Ubud lagi dan jika “memungkinkan” akan kembali mengunjungi Monkey Forest kemudian saya update blog ini.Di Bali masih banyak lagi tujuan yang menarik. Tunggu cerita saya selanjutnya ya ;*

My very 1st experience : Mount Batur Sunrise Trekking

Saya tidak pernah membayangkan jika saya benar-benar berada di puncak Batur pagi itu. Rasanya puas dan lega, apalagi saya tidak pernah melakukan pendakian sebelumnya.
IMG_1704 copy

Pagi itu cuaca mendung dan hujan rintik mulai turun. Namun, ada hal yang menarik dipuncak Batur, karena ada warung kopinya. Jadi tidak perlu bingung mencari tempat berteduh. Ibu penjual kopi menjual kopi seharga Rp. 15.000 dan sempat meminta maaf karena harganya lebih mahal 😦 Tapi kami paham. Bayangkan saja, setiap pagi ibu itu membawa air dari rumah ke puncak baru kemudian dijual. Dan sayapun berbicara dalam hati “seharusnya ibu menjual lebih mahal” πŸ˜€

IMG_1730 copy

Setelah selesai minum kopi dan berbincang dengan ibu penjual kopi, Pemandu kami membawa kami ke sebuah tanah lapang yang lumayan luas untuk sarapan pagi. Di tempat ini banyak uap panas keluar dari tanah dan dia mulai membuat lubang kemudian memasukan telur dan pisang ke dalam lubang tersebut dan kembali menutup dengan rumput dan tanah. Uap panas yang dihasilkan gunung Batur itu bisa mematangkan telur sekitar 10 menit.

IMG_1759 copy

Nah, akhirnya roti isi pisang sudah jadi. Jangan tanya rasanya ya :p karena saya tidak suka roti isi pisang. Saya lebih memilih makan telur saja. Setelah selesai makan kami bersiap turun gunung. Pastikan sudah memasukkan semuaΒ  sampah ke dalam tas. Kita tidak boleh membuang sampah sembarangan, apalagi di puncak gunung! Mengerti?
Untuk guide dan trekking ke Gunung batur bisa di rencanakan dari hotel tempat Anda tinggal.