Island Hoping “Maratua, Kakaban, Sangalaki & Kawasan Mangrove”

Malam itu setelah menikmati secangkir kopi dan bercanda di depan kamar hotel. Kami pergi ke sebuah warung makan yang terletak tidak begitu jauh dari homestay tempat kami menginap. Ada seorang turis asing setengah baya yang kemudian mendekati dan mengajak untuk bergabung pergi island hopping ke 3 pulau esok pagi karena karena ada salah satu wisatawan yang ingin sekali pergi ke 3 pulau namun tidak memiliki uang lebih. Sayangnya, kami tidak bisa bergabung karena kami masih lelah dan ingin explore Pulau Derawan terlebih dahulu. Namanya christine, rupanya telah tinggal di Derawan beberapa bulan untuk menjadi guru bahasa Inggris sukarela. Akhirnya kami berbincang-bincang dan menutuskan untuk pergi bersama esok lusa.

                                  ***

SEWA KAPAL CEPAT DARI WARGA SETEMPAT 

Menyewa kapal cepat dari penduduk setempat seharga 900rb (*harga bisa saja sudah berubah). Perjalanan seharusnya di mulai jam 8 pagi, namun cuaca agak mendung akhirnya mundur hingga jam 9 lebih. Sewa kapal belum termasuk makan siang. Trip ke 3 pulau ini akan membutuhkan waktu yang cukup lama, jadi kami harus membawa bekal sendiri. Kami memesan nasi kotak di restaurant dekat dengan penginapan sehari sebelum keberangkatan. Dengan menu Nasi – ikan bakar dengan harga Rp.30rb/Porsi. 

Tujuan pertama kali kami adalah 

PULAU MARATUA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

“Omg” itu adalah kata pertama yang keluar dari mulutku sesaat sebelum kapal berlabuh. Hamparan pasir putih dan birunya air laut menghipnotisku, membuatku terpukau dan rasanya tidak ingin   mengalihkan pandangan mataku ke arah lain. Benar-benar indah. Kami berhenti sebentar di Maratua Paradise Resort. Resort ini memiliki 2 tipe kamar berbeda. Ada vila di tepi pantai dan Vila apung (Water Villa). Lokasi resort sangat strategis dan memiliki view yang luar biasa cantiknya. Namun soal harga, jangan di tanya lagi.  Uang di kantong saya tidak cukup 😂

Terif per malam :

Rp. 660.000/orang untuk villa tepi pantai

Rp. 1.100.000/orang untuk water villa

Dan harga tersebut sudah termasuk makan. 

img_0168-copy

Sebenarnya saya ingin sekali tinggal beberapa hari di Pulau Maratua dan mengexplore setiap sudut pulau ini. Namun, kami tidak memiliki banyak waktu. Semoga saja suatu saat nanti bisa datang kesini lagi. Kemudian kami menuju :

PULAU KAKABAN

Sebelum berenang dengan friendly Jelly Fish. Kami snorkeling di dekat pulau Kakaban. Banyak terumbu karang yang masih sehat dan ikan cantik berenang dengan indahnya. Kami juga bertemu dengan penyu yang sedang mencari ikan. 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Setelah sekitar satu jam berenang, kami naik ke kapal dan kemudian menuju ke Pulau Kakaban untuk berenang bersama Jelly Fish. 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kapal perlahan menuju Dermaga, air surut membuat kapal kesulitan untuk mendekati dermaga. Kami harus turun ke air, naik tangga kemudian berjalan menuju gerbang masuk. 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Membayar tiket masuk sekitar 10.000/orang. Kemudian berjalan diantara pohon-pohon besar sekitar 10 menit hingga Danau. 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Akhirnya tiba juga di Danau. Danau ini memiliki luar sekitar 5 km2. Ada 4 jenis Ubur-ubur yang ada di pulau ini, namun saya hanya bisa melihat 2 jenis saja, takut berenang jauh-jauh saat di tempat ini. Ada banyak Ubur-ubur di tepian tapi tidak sebanyak seperti di beberapa foto yang saya lihat di google. Mungkin mereka takut dengan banyaknya orang yang datang beberapa tahun terakhir ini untuk berenang. 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Saat berenang di tempat ini, jangan memakai Fin, karena fin bisa melukai  ubur-ubur. 

img_9724-copy

Setelah puas berenang dengan Ubur-ubur kami menuju ke : 

PULAU SANGALAKI

Sesampainya di Pulau Sangalaki, kami mencari tempat teduh untuk beristirahat. Kami tinggal lebih lama di Pulau Sangalaki untuk makan siang dan menunggu air pasang agar bisa berenang dengan Manta Ray. 

Pulau Sangalaki sendiri merupakan tempat tujuan penyu untuk bertelur. Dan terdapat penangkaran penyu disini. Jika kalian mengunjungi pulau ini, kalian bisa melihat banyak jejak kaki penyu di pantai namun susah memastikan dimana tempat mereka bertelur karena memang penyu pandai sekali menyembunyikan tempat bertelur mereka. 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Uniknya, ketika melepaskan tukik dengan tubuh di arahkan menuju daratan, dia tahu dan kemudian berbalik  menuju ke arah pantai. 

Setelah beberapa jam menunggu, air pasang tiba dan saatnya kami snorkeling dengan Manta.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kami kembali naik ke kapal dan kemudian berhenti di tengah lautan smbil mengamati Manta. Tampak dari jauh bayangan hitam muncul di beberapa lokasi. Dan saat itu kami menyiapkan peralatan snorkeling kami dan segera terjun ke dalam air. Snorkeling di tempat ini sedikit menakutkan karena dalam sekali 😂

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ada banyak sekali Manta yang berenang bersama kami. Dan kami melihat ada satu Manta yang seluruh bagian tubuhnya berwarna hitam. Sata tidak berani lama-lama berenang karena sudah begitu lelah dan kemudian naik ke kapal sambil menunggu teman-teman selesai.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Setelah kami selesai berenang dengan Manta. Kami menyempatkan untuk mampir ke kawasan mangrove. Kapal kami melaju di antara tanaman mangrove yang indah dan melanjutkan perjalanan pulang ke Pulau Derawan. 

Perjalanan satu hari ke Pulau ini sangat melelahkan, namun kami mendapatkan pengalaman yang sangat menakjubkan. Saya mengulangi lagi trip ke – 3 pulau dengan teman kami yang datang seminggu kemudian. 

Tips :

Sharing cost dengan traveller lain bisa menjadi pilihan untuk menghemat uang. Jangan malu mendatangi turis asing atau turis lokal berbagi kapal mengunjungi 3 pulau. Untuk kapal, kalian bisa bertanya dengan warga setempat. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s