Menyusuri sungai hingga Muara Pahu (Mahakam – stage 3)

IMG_1860 copy

Masih ingat kan cerita saya di Blog sebelumnya? Gara-gara Eceng Gondok, kami harus memutar arah dan mengakibatkan perjalanan lebih lama. Tapi apakah ini menjadi masalah untuk kami? Tentu tidak, ini malah menjadi sebuah berkah πŸ˜€ Jadi kami bisa lebih lama menikmati indahnya alam dari atas kapal.

IMG_1820 copy

Kapal kembali melewati Danau Jempang. Pak Udin terlihat sedikit kebingungan mengenai arah menuju Muara Pahu, jadi dia harus menghentikan laju kapal milik penduduk setempat untuk memberi tahu arah mana yang benar. Akhirnya setelah mengendarai kapal selama 30 menit, tampak banyak sekali burung berterbangan secara bebas. Mungkin saat itu bertepatan dengan waktu makan siang bagi burung-burung yang cantik itu.

IMG_1910 copy

Saat kapal memasuki sungai kecil, kami disambut oleh burung berjenis KingFisher. Suasana sungai sangat tenang dan kicauan burung yang silih berganti membuat saya benar-benar merasakan eksotisme Kalimantan. (Saya lupa dengan nama sungai ini, sudah saya coba mencari di Google, namun saya tidak ingin berspekulasi, takut salah. Yang pasti, sungai ini nanti akan bermuara ke Sungai Mahakam – Muara Pahu).

IMG_1965 copy

IMG_2035 copy

Selain bertemu dengan berbagai macam burung yang cantik, kami juga bertemu dengan Monyet Belanda a.k.a Bekantan yang sedang mencari makan. Ada sekitar 8 monyet yang berada di pohon. Yang berhidung paling besar biasanya adalah pemimpin kelompok. Foto di atas bukanlah pemimpin kelompok, karena hidungnya masih kecil. Ketika dia tumbuh dewasa dan sudah siap, dia akan membentuk kelompok sendiri.

IMG_2074 copy

Kami melihat ada 2 ular yang terjebak di perangkap ikan. Ingin melepaskan si Ular tapi takut πŸ˜₯

***
Ketika menyusuri Mahakam, kami tidak melihat banyak Bekantan. Kami juga tidak melihat satupun Burung Rangkong, karena memang habitatnya telah berkurang akibat perburuan liar yang dilakukan oleh orang yang lebih mementingkan kantong sendiri dibandingkan kelangsungan burung yang sudah langka ini. Kami juga tidak melihat Pesut Mahakam. Rasanya ada yang kurang ketika kita pergi ke Mahakam namun tidak melihat Rangkong dan Pesut Mahakam. Semoga saja Tuhan memberikan kami umur yang panjang, rejeki yang berlimpah, kesehatan dan waktu luang yang lebih, supaya kami bisa mengunjungi sungai Mahakam kembali.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sampai juga kami di Muara Pahu dan berakhir juga trip kami dengan pak Udin yang super baik dan ramah! Di Muara Pahu kami akan bermalam dan hari berikutnya kami akan menuju ke Melak dengan kapal umum.

Terimakasih banyak untuk Pak Udin yang sudah banyak membantu kami selama menyusuri sungai Mahakam.Β  Recommended guide pokok’nya!!!

Advertisements

2 thoughts on “Menyusuri sungai hingga Muara Pahu (Mahakam – stage 3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s