Muara Ohong dan Bangau Tong – tong (Mahakam – stage 3)


Kapal meninggalkan Tanjung Isuy, rasanya sedih karena kami hanya tinggal satu hari saja di tempat yang sangat nyaman, tenang dan dengan penduduknya yang ramah. Terlebih lagi koneksi internet di Tanjung Isuy sangat cepat, cocok sekali sebagai tempat untuk bekerja πŸ˜€

Suasana sangat sepi ketika memasuki desa Muara Ohong, tidak tampak kapal nelayan berlalu-lalang seperti di desa sebelumnya. Muara Ohong ini masih termasuk dalam kawasan Kecamatan Jempang – Kutai Kartanegara.
IMG_1801 copy

Seperti yang telah saya ceritakan sebelumnya, Muara Ohong ini merupakan desa yang terkenal dengan Bangau Tong-tong yang melindungi rumah mereka. Awalnya saya berfikir bahwa Bangau tersebut tinggal bebas, namun saya melihat kaki mereka di ikat agar mereka tidak terbang/ pergi. Bangau Tong – tong ini akan mengeluarkan suara yang sangat keras jika ada hewan atau orang mendekat. Bisa sebagai tanda juga bagi pemilik rumah jika ada hewan liar/ orang asing / bisa juga penjahat yang datang mendekati rumah mereka.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Muara Ohong merupakan desa yang sangat menakjubkan. Ingin rasanya saya memiliki rumah disini πŸ˜‰

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ketika berada di penghujung desa, kapal kami harus berhenti karena ada banyak sekali Eceng Gondok, nampaknya penduduk sedang berusaha membersihkan eceng Gondok yang mengalir di sepanjang sungai. Jadi, kamipun menunggu.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sewaktu menunggu, kami berhenti di depan warung dimana ada beberapa penduduk yang sedang berkumpul. Rupanya mereka sedang membersihkan ikan. Jenis ikan yang mereka tangkap adalah ikan Gabus. Ikan ini nantinya akan di jual. Ikan Gabus merupakan salah satu mata pencaharian mereka. Di pinggir sungai juga terdapat keramba. Mungkin tempat itu adalah tempat mereka berternak ikan Gabus.

***

Ternyata karena saking banyaknya Eceng Gondok, maka kamipun disuruh untuk memutar arah. Tujuan kami berikutnya adalah Muara Pahu. Menuju Muara Pahu nanti, kami akan melewati sungai kecil yang panjang sambil mengamati satwa kembali. Dan sore itu juga merupakan hari terakhir trip kami bersama Pak Udin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s