Muara Muntai – Mahakam (stage 2)

IMG_1206 copy

Setelah melewati Desa Melintang, kami melanjutkan perjalanan ke Muara Muntai untuk beristirahat makan siang. Dalam perjalanan, kami melihat jembatan yang hampir roboh,  namun masih kuat menopang kendaraan yang melintasinya. Sempat khawatir jembatan kayu itu akan roboh ketika kami berada di bawahnya :O
IMG_1209 copy
Muara Muntai terletak tidak begitu jauh dari Desa Melintang. Hanya saja kapal yang kami tumpangi berjalan pelan – sambil mengamati sekeliling sungai dan berharap bisa melihat Pesut Mahakam yang memang sudah langka keberadaanya. Sepanjang perjalanan kami bertemu dengan orang setempat yang sangat ramah, mereka selalu menyapa kami.

IMG_1191 copy

Awan mendung perlahan-lahan menghilang dan mulai terlihat matahari menampakkan cahayanya meskipun hanya sebentar saja.  Ketika mendung sekeliling terlihat begitu suram dan memberikan atmosfer “negatif” bagi saya. Jadinya ga semangat gitulah 😀

IMG_1233 copy

Di tepi sungai Mahakam, kami melihat warung apung yang menjual berbagai macam kebutuhan pokok penduduk sekitar. Jadi kalau kita haus atau lapar kita bisa mampir untuk beli jajan. Warungnya lumayan lengkap loh, ada Ice Cream juga ❤ ❤

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kapal berhenti di Dermaga Muara Muntai. Dari Dermaga terlihat jembatan kayu yang di Cat dengan warna Kuning. Menurut sumber yang saya baca, dulu sepanjang jalan di daerah Muara Muntai ini terbuat dari Kayu Ulin, namun sekarang terlihat di beberapa tempat, kayu ulin sudah berganti dengan beton.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Muara Muntai merupakan salah satu kecamatan di Kutai Kartanegara, jadi tidak heran kalau tempat ini lebih ramai. Terdapat beberapa warung makan dan tersedia juga penginapan jika ingin bermalam. Berikut nama penginapan yang ada di Muara Muntai :

1. Penginapan Srimuntai +6285 349 630 030
2. Hotel Nita Wardana +6281 347 108 478

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Setelah makan siang selesai, kami melanjutkan perjalanan menuju Desa Jantur sambil mengamati satwa di sepanjang sungai Mahakam!
Seperti apa Desa Jantur? Tunggu cerita saya selanjutnya ya 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s