Danau Semayang – Mahakam (Stage 2)

Danau Semayang :

Kapal perlahan-lahan meninggalkan Kota Bangun. Langit gelap masih menyelimuti Mahakam siang itu. Penuh harap, semoga hujan deras tidak turun kembali. Perjalanan ke Sungai Mahakam ketika musim hujan sebenarnya bukanlah waktu yang tepat bagi kami, terlebih kami harus kehilangan waktu karena harus menunggu hingga hujan reda agar bisa kembali melakukan aktivitas.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sekitar 30 menit kemudian, sampailah kami ke Danau Semayang. Ketika musim hujan tiba, debit air di sungai Mahakam yang lebih tinggi dari biasanya menjadikan danau Semayang terlihat sangat luas, hampir seperti lautan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sebenarnya sebelum memasuki kawasan Danau Semayang, ada tempat dimana pesut Mahakam selalu menampakkan diri. Namun, kami belum beruntung karena tidak bisa melihat mereka ๐Ÿ˜ฅ

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Hujan rintik kembali Turun, dari jauh kami sudah melihat sebuah desa terapung. Pak Udin memberitahu kalau kita akan memasuki kawasan Danau Melintang dan desa yang kami lihat itu bernama “Desa Melintang”. Sambil menunggu kapal merapat ke “Desa Melintang” kami menikmati kacang di Danau yang sedang diguyur hujan rintik-rintik. Romantis ya :))

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s