My very 1st experience : Mount Batur Sunrise Trekking

Saya tidak pernah membayangkan jika saya benar-benar berada di puncak Batur pagi itu. Rasanya puas dan lega, apalagi saya tidak pernah melakukan pendakian sebelumnya.
IMG_1704 copy

Pagi itu cuaca mendung dan hujan rintik mulai turun. Namun, ada hal yang menarik dipuncak Batur, karena ada warung kopinya. Jadi tidak perlu bingung mencari tempat berteduh. Ibu penjual kopi menjual kopi seharga Rp. 15.000 dan sempat meminta maaf karena harganya lebih mahal ๐Ÿ˜ฆ Tapi kami paham. Bayangkan saja, setiap pagi ibu itu membawa air dari rumah ke puncak baru kemudian dijual. Dan sayapun berbicara dalam hati “seharusnya ibu menjual lebih mahal” ๐Ÿ˜€

IMG_1730 copy

Setelah selesai minum kopi dan berbincang dengan ibu penjual kopi, Pemandu kami membawa kami ke sebuah tanah lapang yang lumayan luas untuk sarapan pagi. Di tempat ini banyak uap panas keluar dari tanah dan dia mulai membuat lubang kemudian memasukan telur dan pisang ke dalam lubang tersebut dan kembali menutup dengan rumput dan tanah. Uap panas yang dihasilkan gunung Batur itu bisa mematangkan telur sekitar 10 menit.

IMG_1759 copy

Nah, akhirnya roti isi pisang sudah jadi. Jangan tanya rasanya ya :p karena saya tidak suka roti isi pisang. Saya lebih memilih makan telur saja. Setelah selesai makan kami bersiap turun gunung. Pastikan sudah memasukkan semuaย  sampah ke dalam tas. Kita tidak boleh membuang sampah sembarangan, apalagi di puncak gunung! Mengerti?
Untuk guide dan trekking ke Gunung batur bisa di rencanakan dari hotel tempat Anda tinggal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s